Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) FPI HSU Kalsel Dan Relawan Cari Bocah Yang Diduga Tenggelam Di Sungai Karias Amuntai

Selasa, 26 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Muhammad Arif bin Anto, seorang bocah berusia tujuh tahun diduga tenggelam dan hanyut terbawa arus Sungai Karias atau Jembatan Besar Karias di Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan, pada hari ini Selasa (26/5/2020) sore sekitar pukul 18.10 waktu setempat.

Setelah mendapat informasi, team gabungan emergency HSU langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pencarian info dan data ke pihak keluarga anak yang diduga tenggelam tersebut, info dinyatakan positif karena di dekat sungai ditemukan sandal korban sementara yang bersangkutan tidak ada di lokasi maka ia diduga tercebur dan tenggelam, dan hingga saat ini Muhammad Arif belum diketemukan.

Puluhan personel gabungan dari BPBD dan Relawan Rescue, KGE HSU masih melakukan penyisiran sampai malam hari ini.

"Sampai berita ini diturunkan kami dari Relawan FPI HSU dan Relawan Rescue dibantu para warga sedang mencari Muhammad Arif Mencoba cari dengan me…

F-KUB Kota Binjai Kembali Islamkan 23 Pasien Yayasan KAB Yang Sempat Dimurtadkan


Senin, 11 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - Pasca digrebeknya panti rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa (YKAB) kemarin oleh tim gabungan TNI,Polri, BNNK, F-KUB dan Pemko Binjai, berbagai cerita terkuak dari balik yayasan yang katanya mengurusi mereka-mereka yang terlanjur terjerumus kelembah narkoba.

Yayasan yang selama ini begitu tertutup itu, rupanya sengaja melakukan hal itu untuk membungkus aksi biadabnya didalam panti agar tak diketahui dunia luar. Para pasien yang berada didalam panti diperlakukan bak binatang. Mereka yang baru masuk ke panti, langsung disuguhkan aturan yang tak manusiawi.

Semisal, aturan yang harus dijalani wajib mereka menghafal ayat-ayat dari sebuah kitab. Meski keyakinan pasien berbeda dengan kitab yang diberikan, namun pihak yayasan mewajibkanya. Bila pasien tidak menghafal maka akan diolesi balsem matanya.

Selain itu, mereka akan dipukuli dengan gagang sapu dengan keras. Bahkan, yang sadisnya lagi, pasien yang dirantai kakinya dengan gembok, disuruh memeluk botol yang berisi air panas mendidik dengan tubuh bertelanjang dada. Beberapa diantara pasien ada yang mengalami luka melepuh akibat perbuatan gila itu.

Sadisnya, mereka yang awalnya masuk kepanti rehabilitasi ini waras menjadi stres dan gila karena mengalami depresi berat disiksa secara terus-menerus. Empat orang algojo peliharaan Yayasan yang menjalankan perbuatan tak manusiawi itu.   

Mirisnya lagi, menurut sejumlah penghuni yayasan yang jumlahnya dibawah seratus lima puluh ini, ada sekitar lima orang yang menghembuskan napas terahirnya karena aksi penyiksaan tersebut. “ Kami seperti hidup dineraka dipanti tersebut, kami disiksa, diperlakukan bak binatang.

Kalau ini kami sampaikan kepada keluarga yang datang membesuk, maka kami akan disiksa sekembalinya keluarga tadi. Kami dipukuli dengan kejam. Sungguh biadab mereka. Kami merasa sangat bersyukur ahirnya Polisi dan sejumlah pihak mengrebek tempat itu, kami mengucapkan syukur dan terimakasih, karena penderitaan kami ahirnya berakhir. “ Ujar salah seorang penghuni yayasan tersebut. 

Kini setelah yayasan tersebut dinyatakan bermasalah, pemerintah Kota Binjai pun menutupnya. Kasus yang mencegangkan warga Binjai inipun terus mendapat perhatian berbagai kalangan.

Seperti Kamis (29/12/2016) siang, sebanyak 23 orang dari ratusan bekas pasien panti rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa, yang beralamat di Jalan Letjend Jamin Ginting, Kelurahan Puji Dadi Kecamatan Binjai Selatan itu, di Syahadatkan oleh tokoh agama kota Binjai

Syahadat di pimpin oleh H Ahmad Nasir, selaku ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (F-KUB) Kota Binjai, di dampingi oleh Kepala BNNK Binjai AKBP Safwan Khayat, Kapolsek Binjai Kota Kompol RS Ritonga, serta Sekjen MUI, Jafar Siddik.

H Ahmad Nasir, selaku ketua F-KUB Kota Binjai mengatakan, di Syahadatkan karena terindikasi ada pemindahan keyakinan ke satu agama. "Mereka pertama masuk ke panti rehabilitasi disuruh untuk menghapal kitab Inzil, kalau gak bisa menghapal maka matanya akan di kasi Balsem Geliga.

Kalau kita tau dirinya seorang muslim maka akan kita selamatkan," tegasnya. "Bahkan menurut informasi yang kami dapat, ada pasien yang meninggal karena di pukuli," sambungnya. Begitu juga dengan Kepala BNNK Binjai AKBP Safwan Khayat, dirinya mengatakan ada indikasi pemukulan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

"Ada indikasi seperti itu, namun biarlah aparat hukum yang menyelesaikan semuanya, jangan sampai kita terprovokasi," ucapnya. Adanya indikasi pasien yang meninggal akibat di pukuli para pengawas yayasan Kasih Anugerah Bangsa di perkuat oleh ucapan pasien yang bernama Okky Ramadhani Ginting (29).

Dirinya mengatakan, ada 5 orang yang meninggal dunia selama dirinya menjadi pasien untuk menjalani Rehabilitasi Narkoba. "Seingat saya yang meninggal dunia ada lima orang, yang saya ingat namanya diantaranya Akiat Warga Lincun, Asiang warga pajak Ikan Binjai, Moses Sitepu warga simpang Simalingkar, Agus Ramadhan warga namutrasi , dan Junaidi Tarigan," ucap Okky Ramadhan Ginting di temani Aris Tobing, yang keduanya merupakan penghuni Panti Rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa.(Rki)

Sumber: MLB.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…