Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Salapian Langkat Sumut Lanjutkan Bangun Masjid Al Falaah Dusun V Panduman

Selasa, 19 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - DPC FPI Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat, Sumatera Utara kembali melanjutkan pembangunan Masjid Al Falaah di dusun terpencil dusun V Panduman desa Parangguam kec. Salapian kabupaten Langkat.

Dari mulai membersihkan dinding-dinding masjid yang sudah mulai ditumbuhi lumut Krn sdh lama tdk tersentuh pembangunan dan perawatan, hingga melakukan plasterisasi dan membangun hal lainnya dgn bahan-bahan yang sdh ada. Aktivis2 FPI di kecamatan Salapian Bersama warga bahu-membahu dan insya ALLAH pembangunan masjid Al Falaah tsb bisa terus berlanjut.

Masjid Al Falaah berdiri di dusun Panduman yang terpencil, yang pada tahun 2014 lalu dimasuki oleh pengurus dan Aktivis2 DPW FPI LANGKAT dan menjadi zona dakwah selama 3 tahun oleh DPW FPI LANGKAT dan selanjutnya dilanjutkan oleh DPC FPI SALAPIAN hingga sekarang. Penduduk dusun yg jauh dari syi'ar dakwah Islam dan tinggal di antara perbukitan terjal tsb begitu bahagia dan beberapa warga bersya…

F-KUB Kota Binjai Kembali Islamkan 23 Pasien Yayasan KAB Yang Sempat Dimurtadkan


Senin, 11 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - Pasca digrebeknya panti rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa (YKAB) kemarin oleh tim gabungan TNI,Polri, BNNK, F-KUB dan Pemko Binjai, berbagai cerita terkuak dari balik yayasan yang katanya mengurusi mereka-mereka yang terlanjur terjerumus kelembah narkoba.

Yayasan yang selama ini begitu tertutup itu, rupanya sengaja melakukan hal itu untuk membungkus aksi biadabnya didalam panti agar tak diketahui dunia luar. Para pasien yang berada didalam panti diperlakukan bak binatang. Mereka yang baru masuk ke panti, langsung disuguhkan aturan yang tak manusiawi.

Semisal, aturan yang harus dijalani wajib mereka menghafal ayat-ayat dari sebuah kitab. Meski keyakinan pasien berbeda dengan kitab yang diberikan, namun pihak yayasan mewajibkanya. Bila pasien tidak menghafal maka akan diolesi balsem matanya.

Selain itu, mereka akan dipukuli dengan gagang sapu dengan keras. Bahkan, yang sadisnya lagi, pasien yang dirantai kakinya dengan gembok, disuruh memeluk botol yang berisi air panas mendidik dengan tubuh bertelanjang dada. Beberapa diantara pasien ada yang mengalami luka melepuh akibat perbuatan gila itu.

Sadisnya, mereka yang awalnya masuk kepanti rehabilitasi ini waras menjadi stres dan gila karena mengalami depresi berat disiksa secara terus-menerus. Empat orang algojo peliharaan Yayasan yang menjalankan perbuatan tak manusiawi itu.   

Mirisnya lagi, menurut sejumlah penghuni yayasan yang jumlahnya dibawah seratus lima puluh ini, ada sekitar lima orang yang menghembuskan napas terahirnya karena aksi penyiksaan tersebut. “ Kami seperti hidup dineraka dipanti tersebut, kami disiksa, diperlakukan bak binatang.

Kalau ini kami sampaikan kepada keluarga yang datang membesuk, maka kami akan disiksa sekembalinya keluarga tadi. Kami dipukuli dengan kejam. Sungguh biadab mereka. Kami merasa sangat bersyukur ahirnya Polisi dan sejumlah pihak mengrebek tempat itu, kami mengucapkan syukur dan terimakasih, karena penderitaan kami ahirnya berakhir. “ Ujar salah seorang penghuni yayasan tersebut. 

Kini setelah yayasan tersebut dinyatakan bermasalah, pemerintah Kota Binjai pun menutupnya. Kasus yang mencegangkan warga Binjai inipun terus mendapat perhatian berbagai kalangan.

Seperti Kamis (29/12/2016) siang, sebanyak 23 orang dari ratusan bekas pasien panti rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa, yang beralamat di Jalan Letjend Jamin Ginting, Kelurahan Puji Dadi Kecamatan Binjai Selatan itu, di Syahadatkan oleh tokoh agama kota Binjai

Syahadat di pimpin oleh H Ahmad Nasir, selaku ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (F-KUB) Kota Binjai, di dampingi oleh Kepala BNNK Binjai AKBP Safwan Khayat, Kapolsek Binjai Kota Kompol RS Ritonga, serta Sekjen MUI, Jafar Siddik.

H Ahmad Nasir, selaku ketua F-KUB Kota Binjai mengatakan, di Syahadatkan karena terindikasi ada pemindahan keyakinan ke satu agama. "Mereka pertama masuk ke panti rehabilitasi disuruh untuk menghapal kitab Inzil, kalau gak bisa menghapal maka matanya akan di kasi Balsem Geliga.

Kalau kita tau dirinya seorang muslim maka akan kita selamatkan," tegasnya. "Bahkan menurut informasi yang kami dapat, ada pasien yang meninggal karena di pukuli," sambungnya. Begitu juga dengan Kepala BNNK Binjai AKBP Safwan Khayat, dirinya mengatakan ada indikasi pemukulan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

"Ada indikasi seperti itu, namun biarlah aparat hukum yang menyelesaikan semuanya, jangan sampai kita terprovokasi," ucapnya. Adanya indikasi pasien yang meninggal akibat di pukuli para pengawas yayasan Kasih Anugerah Bangsa di perkuat oleh ucapan pasien yang bernama Okky Ramadhani Ginting (29).

Dirinya mengatakan, ada 5 orang yang meninggal dunia selama dirinya menjadi pasien untuk menjalani Rehabilitasi Narkoba. "Seingat saya yang meninggal dunia ada lima orang, yang saya ingat namanya diantaranya Akiat Warga Lincun, Asiang warga pajak Ikan Binjai, Moses Sitepu warga simpang Simalingkar, Agus Ramadhan warga namutrasi , dan Junaidi Tarigan," ucap Okky Ramadhan Ginting di temani Aris Tobing, yang keduanya merupakan penghuni Panti Rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa.(Rki)

Sumber: MLB.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…