Langsung ke konten utama

Featured Post

Umat Islam Polisikan Muwafiq Kasus Menghina Rasul, PWNU Jatim: Banser Kawal Muwafiq!

Jum'at, 6 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah gelombang umat Islam menuntut proses hukum terhadap Muwafiq atas ucapannya yang merendahkan Nabi Muhammad SAW, PWNU Jawa Timur justru membela Muwafiq.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur KH Abdussalam Sohib menganggap dinamika respons terhadap ceramah Muwafiq atau Gus Muwafiq yang dinilai menghina Nabi Muhammad telah selesai setelah yang bersangkutan telah meminta maaf.

Namun Abdussalam mempersilakan jika ada pihak-pihak yang ngotot ingin menempuh jalur hukum. “Kami hormati jika ada pihak yang menempuh jalur hukum. Asal jangan ada respons berlebihan di luar hukum,” kata Abdussalam di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Kamis, 5 Desember 2019.

Respons di luar hukum yang dimaksud Abdussalam ialah bila ada penghadangan atau penggagalan pengajian oleh Muwafiq oleh kelompok-kelompok tertentu.

Jika itu sampai terjadi, ia katakan, NU Jawa Timur menginstruksikan seluruh kadernya agar mengamankan dakwah-dakwah Mu…

Dubes Saudi: Ada Negosiasi Pejabat Tinggi Indonesia - Saudi Soal Habib Rizieq Shihab



Senin, 25 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - Semakin lama, semakin terbukti bahwa urusan pencekalan terhadap Imam Besar Habib Rizieq Shihab memang terkait dengan Otoritas pemerintah Indonesia, seperti yang telah diungkapkan oleh Habib Rizieq.

Jadi pencekalan tersebut bukan sekedar 'kesalahan Habib Rizieq yang visa nya over stay' yang sering dilontarkan oleh beberapa pejabat pemerintah. Sama sekali tak ada masalah dengan visa Habib Rizieq, dan Habib Rizieq pun bebas melakukan berbagai kegiatan dan pergi kemanapun di wilayah Saudi Arabia, membuktikan beliau tidak punya masalah hukum dengan pemerintah Saudi Arabia.

Tapi urusan pencekalan ini diduga kuat melibatkan Otoritas pemerintah Indonesia seperti yang kerap dikatakan oleh Habib Rizieq Shihab maupun Duta Besar Saudi sebelumnya Syaikh Osama Al-Shuaibi.

Dan kini Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia yang baru, Syaikh Esam A Abid Althagafi, mengatakan ada negosiasi antar-otoritas tinggi antara Arab Saudi dan Indonesia soal Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab. Namun dia tak mengungkap detail negosiasi itu.

"Masalah ini sebenarnya sedang dinegosiasikan oleh pejabat tinggi antara dua negara dan kami berharap hal itu dapat diselesaikan segera," kata Esam saat ditanya soal Habib Rizieq setelah bertemu dengan Menko Polhukam Mahfud Md di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).

"Saya tidak bisa mengatakan apa-apa karena sedang dinegosiasikan oleh dua otoritas antara Saudi Arabia dan Indonesia," sambungnya.

Habib Rizieq sendiri saat ini berada di Saudi dan mengungkapkan dirinya dicegah hingga tak bisa pulang ke Tanah Air.

Namun Esam menyebut tak ada pembahasan soal 'pencekalan' Habib Rizieq ketika bertemu dengan Mahfud.

"Hari ini kami tidak membahas ini, kami hanya membahas tentang Saudi Arabia dan Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, PA 212 terus berupaya agar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, pulang ke Tanah Air dan menghadiri Reuni Akbar 212. PA 212 mengaku telah menyurati Dubes Arab Saudi untuk Indonesia hingga Kementerian Luar Negeri.

"Kita tetap sedang berupaya. Kita sudah kirimkan surat ke Dubes Arab Saudi, Kemlu, Komnas HAM, dan kita juga sudah minta audiensi kepada Dubes Arab, Kemlu, Komnas HAM, DPR, dan kepada pihak kepolisian," ucap Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif di DPP FPI, Jalan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (21/11).

Foto: Dubes Esam A Abid Althagafi (Rolando/detikcom)

Sumber: detik.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…