Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Kota Makassar Dan Sayap Juang Galang Dana Untuk Bantu Rakyat Palestina

Jum'at, 6 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Alhamdulillah, kegiatan sosial kemanusiaan DPD FPI Sulawesi Selatan dan Kota Makassar beserta seluruh sayap juangnya masih terus berlanjut hingga kini.

Setelah sekitar tiga minggu lalu menggalang dana untuk korban angin puting beliung yang melanda Takalar, maka hari Rabu (4/12) dan Kamis (5/12/2019) FPI Sulsel dan Kota Makassar beserta sayap juang melakukan penggalangan dana untuk membantu rakyat Palestina.

Laporan FPI Kota Makassar

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Kami dari MAWIL LPI KOTA MAKASSAR bersama HILMI DPD FPI SUL SEL dan MPI DPD FPI SUL SEL, mengadakan Penggalangan dana untuk palestina...
Rabu 04 desember 2019...

Panitia Penyelenggara,
 Korlap: Akbar Talli (Wali Laskar LPI KOTA MAKASSAR).
 bendahara: Nia Saturia(Wakil Bendahara MPI DPD FPI SUL SEL).
perlengkapan: Agus Salim(Wakil KA OPS MAWIL KOTA MAKASSAR)....

PENANGGUNG JAWAB:
Habib Muhammad Bin Ahmad Shahab(Ketua HILMI DPD FPI SUL SEL) dan Ilham Hatta(PAN…

BMW Pakai Plat Nomor Asing, Mahasiswa Bandung Ditilang Polisi


Senin, 25 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - Dirlantas Polda Jabar menilang sebuah kendaraan yang dikemudikan seorang mahasiswa berinizial DAN warga Regol, Kota Bandung. Mahasiswa tersebut ditilang karena kendaraan yang dikemudikannya menggunakan pelat nomor negara asing.

"Ia benar, ditilang karena plat nomoronya tidak sesuai dengan TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor). Enggak tahu negaranya tapi itu pelat nomor luar negeri ," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, saat dihubungi, Minggu (24/11/2019).

Dia mengungkapkan, pengemudi yang diketahui masih berstatus mahasiswa itu ditilang oleh petugas saat melintas di Jalan Otto Iskandar Dinata, Kota Bandung pada Sabtu (23/11/2019) sekitar pukul 15.30 WIB. Dia ditilang karena mobil BMW yang dikemudikannya menggunakan pelat nomor negara asing.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan. Berdasarkan keterangan DAN penggunaan plat nomor negara asing itu hanya sebagai gaya-gayaan.

"Enggak ada motif lain, cuman mau gaya-gayaan saja," ucapnya.

Atas tindakannya itu, pelaku dijerat Pasar 280 Undang-Undang 22/2009 tentang Pelanggaran Lalu Lintas. Pihaknya menahan STNK pelaku dan pelat nomor yang digunakannya. "Kita tilang, STNK ditahan termasuk pelat nomornya supaya tidak digunakan lagi," katanya.

Dalam kesempatan itu, dia mengimbau masyarakat agar bisa mengikuti peraturan yang ada saat menggunakan kendaraan. Mulai dari kelengkapan surat-surat dan kelengkapan kendaraan lainnya.

Selain itu, dia meminta agar masyarakat tidak menggunakan plat nomor yang tidak ditetapkan oleh pihak kepolisian. Karena dalam Pasal 280 Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Pelanggaran Lalu Lintas disebutkan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan tidak dipasangi TNKB yang ditetapkan kepolisian sebagaimana dimaksud dalam pasal 68 ayat (1) dipidana dengan kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

Sumber: detik.com



Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…