Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Habib Bahar Pimpin Baca Maulid Di LP Pondok Rajeg Cibinong, Masya Allah..

Kamis, 17 Oktober 2019

Faktakini.net, Jakarta - Kehadiran Habib Bahar bin Smith di LP Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, Jawa Barat benar-benar membawa berkah.

Bagaimana tidak, pimpinan Ponpes Tajul Alawiyin itu telah membuat suasana di Lembaga Pemasyarakatan menjadi seperti suasana di pondok pesantren yang ia pimpinan.

LP Pondok Rajeg yang tadinya kering kini menjadi basah dengan lantunan dzikir, sholawat dan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Masya Allah...

Termasuk dalam video berikut saat Habib Bahar memimpin pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW di LP Pondok Rajeg yang diikuti oleh para, tahanan, sekitar bulan September 2019 lalu




Ustadz Muallimin: Mohon Doa Untuk Para Da'i Di Wamena Papua


Sabtu, 5 Oktober 2019

Faktakini.net

*Mohon doa utk para Da'i di Wamena*

_Tulisan ust Muallimin (Ketua DPW Hidayatullah Papua)_

Kami bukan tak mau pulang !!
Bukan pula kami tdk ketakutan, jauh dalam hati setiap hari hati kami gemetar melihat keadaan yg semakin hari tambah menakutkan.

Bukan kami tdk sayang orang tua ataupun sahabat yg selalu menelpon meminta kami pulang dan beranjak dari tempat ini.

*Tapi kami memikirkan Islam yg bertahun-tahun dibangun dan diperjuangkan ditempat ini*

*Anak2 santri yg masih menjadi mutiara emas untuk Agama Islam.*

Jika kami harus pulang maka segala usaha itu kembali ke Nol. Masyarakat dan juga anak2 kembali menjadi manusia awam yg tdk lagi tahu apa itu keharmonisan.

*_Islam yg sudah dibangun dengan darah dan bahkan nyawa tdk mampu kami tinggalkan begitu saja._*

Ku tahu, semua orang khawatir atas kondisi kami ditempat ini.

Ku tahu, mereka bilang kami tdk takut mati karena menyangka egois dan naif.

Tapi inilah keadaannya kami masih berat meninggalkan Islam ditempat pondok Pesantren Al-Istiqomah Walesi Wamena.

Kami sejujurnya ingin sekali berada di dekat orang tua, hidup tentram dan damai.

Tdk berdesakan dengan ribuan manusia dan juga jauh dari ketakutan karena suara tembakan dimana2.

Tapi kami juga tdk mampu menahan sakitnya meninggalkan anak2 polos yg baru mengenal Islam.

Mereka para santri selalu bilang, 
_"Ustadzah dan Ustad2 jangan pulang, klo guru2 pulang kami akan kemana?_
_Pasti kami akan tinggalkan shalat dan buka aurat."_

Apa hendak yg akan kami lakukan jika manusia yg tdk berdosa selalu mengambil tangan kami dan memohon agar kami tdk meninggalkan tempat ini.

Bahkan masyarakat papua setempat pun ikut memotivasi kami,
_"Ustadzah jika pulang maka Islam ini akan ikut hilang. Kami siap menjaga Ustadzah dan Ustad2 serta guru2 lainnya asalkan tdk meninggalkan tempat ini. Kami yg akan menjadi manusia terdepan manakala ada serangan dari luar sebelum ke Guru2."_

Ya Allah.. Hatiku hancur dan kata2 itu menjadi pukulan berat bagiku untk meninggalkan tempat ini. 😭😭😭

Bukan penguasa dan bahkan tangan2 orang besar yg menjamin kami tapi mereka orang2 kecil yg juga takut kehilangan nyawanya namun rela korban siang dan malam menjaga kami agar tetap bertahan ditempat ini.

Lantas, kami harus berbuat apa saat kondisi justru memaksa kami tetap berjuang mempertahankan Agama Islam.

Bendera Jihad itu terlalu kuat untuk ditinggalkan dan Mawad yakin ada bala tentara Allah yg akan membantu kami. Yang akan menjadikan kami tenang dan aman.

Hanya kenyakinan itu yg membuat kami kuat dan tetap bertahan ditempat ini.

Duri sudah biasa kami pijaki, namun saat ini malah api yg menguji kami. Namun tdk ada yg mustahil bagiNya. Hanyalah kepada Allah kami yakinkan diri bahwa kami akan baik2 sja. Dan bagi keluarga maupun saudara saat ini kami hanya butuh doa dan dukungan agar kami tdk kehilangan harapan dan kenyakinan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…