Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Kaltim Galang Dana Banjir Kota Samarinda Di Tiga Lokasi Di Kota Balikpapan

Selasa, 2 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hampir sepekan banjir yang melanda ibukota Provinsi Kaltim Kota Samarinda, yang terjadi di awal memasuki hari raya Idul Fitri hari Ahad, 1 Syawal 1441 H / 24 Mei 2020 lalu.

Intensitas curah hujan yang sangat tinggi malam hingga pagi harinya dalam beberapa jam menyebabkan bendungan Benanga di Samarinda Utara meluap, dan sejumlah wilayah kota Samarinda terutama daerah Utara yang berdataran rendah terendam banjir, sebagian rumah warga masyarakat tergenang banjir dan memutus aktifitas warga seperti hari-hari biasanya.

FPI Kaltim dan sayap juang bergerak di Balikpapan, mengagendakan kegiatan berupa penggalangan dana di sejumlah titik wilayah yang disepakati dalam musyawarah anggota dan pengurus DPC FPI di Balikpapan untuk membantu korban yang terdampak banjir di Kota Samarinda.

Rencana untuk Galang dana tersebut, yang nantinya total dari hasil penggalangan dana di sejumlah titik akan di kirimkan langsung melalui rekening DPD FPI Kaltim ataupun …

UAS Ditolak Rektorat UGM, Presiden BEM UGM: Rektorat Kurang Bijak Dan Rendahkan Civitas Akademika UGM



Jum'at, 11 Oktober 2019

Faktakini.net, Jakarta - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, M Atiatul Muqtadir, angkat bicara mengenai penolakan Ustaz Abdul Somad (UAS) di kampusnya. Menurut mahasiswa yang akrab dipanggil Fathur tersebut, penolakan yang dilakukan Rektorat UGM seperti itu bukan kali pertama terjadi.

"Penolakan pembicara di kampus bukan pertama kali terjadi. Bukan hanya di maskam (Masjid Kampus UGM-red), di beberapa seminar maupun latihan kepemimpinan di UGM, 'seleksi' pembicara marak terjadi," kata Fathur dalam cuitannya di Twitter kemarin.

Menurut Fathur, tindakan yang dilakukan Rektorat UGM yang meminta pembatalan acara UAS kurang bijak, bahkan cenderung merendahkan civitas akademika UGM.

"Jikapun UAS dipandang sebagai sosok yang kontroversial, pelarangan bukanlah cara yang ditempuh oleh insan akademik. Melarang UAS dengan ketakutan 'pemikirannya tidak sesuai jati diri' adalah bentuk merendahkan akal civitas UGM yang tentu tidak akan menerima mentah-mentah tiap pemikiran," kata Fathur.

Menurut Fathur, kebebasan akademik pada dasarnya mencakup bagaimana kampus menjadi ruang dialektika dan diskusi sebagai salah satu unsur esensial dari sebuah pendidikan. "Pembubaran diskusi baik karena tema ataupun pembicara adalah tindakan yang mengkhianati kampus sebagai ruang dialektika," katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan eks Presiden BEM UGM, Ali Zaenal Abidin. Menurut Ali, yang kini berdomisili di Sydney, Australia, penolakan terhadap pembicara sudah sering dilakukan.

"Dari dulu memang seperti itu. Kalau tidak cocok (Rektorat-red) minta agar dibatalkan. Jadi ini memang bukan kasus pertama," kata Ali kepada Republika, Jumat (11/10).

Ali menceritakan pada tahun 2016 silam, saat dirinya menjabat sebagai Presiden BEM UGM, sebuah acara yang diadakan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UGM, Jamaah Shalahuddin yang menghadirkan Ustaz Felix Siauw juga diminta dibatalkan meskipun akhirnya tetap berjalan.

Selain itu, tahun lalu acara seminar kebangsaan yang menghadirkan Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan juga diminta dibatalkan oleh pihak Rektorat UGM karena dinilai bermuatan politis menjelang Pemilu 2019.

Ali juga menyayangkan keputusan UGM menolak UAS. "Padahal semestinya kampus menjadi tempat bergumulnya perbedaan pendapat, diskusi, tesis, dan antitesis," ujar Ali.

Sebelumnya, UGM meminta acara kuliah umum di Masjid Kampus UGM, Sabtu (12/10) dibatalkan. Rektorat UGM mengonfirmasi rencana pembatalan acara yang rencananya akan menghadirkan UAS tersebut, Rabu (8/10).

"Berkaitan dengan acara yang rencananya akan diselenggarakan tanggal 12 Oktober 2019, maka pimpinan universitas meminta agar rencana tersebut dibatalkan," ujar Kepala Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani.

Foto: Presiden BEM UGM M Atiatul Muqtadir

Sumber: Republika.co.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…