Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Kalbar Tolong Nek Tupai Lalu Bangun Kembali Rumahnya Yang Hangus Terbakar, Masya Allah

Rabu, 16 Oktober 2019

Faktakini.net, Jakarta - Dunia medsos digemparkan dengan viralnya foto seorang wanita tua yang sedang jongkok didekat puing-puing bangunan rumahnya yang hangus terbakar kobaran api, raut wajah tua yang keriput itu mengisyaratkan kondisi pasrah mendalam.

Di foto itu terlihat lengan kirinya sedang menyangga tukang pipi dan tangan kanannya menutupi dahi. Siapapun yang melihat foto tersebut seakan terbawa masuk dalam kecambuk perasaan sang nenek tua misterius itu.

Foto Diviralkan oleh Abdur Rohman Zakia melalui akun sosial facebook.
Menyusul kabar dari anggota HILMI KalBar bahwa wanita tua yang sempat viral beberapa hari sebelumnya adalah nenek dari salah satu anggota LPI Kalimantan Barat bernama Dimas.

Dari cucunya itu deketahui neneknya bernama Lung Ateng atau biasa dipanggil dengan sebutan Nek Tupai oleh warga dikampungnya yaitu Dusun Zakaria RT 003 / RW 008 Desa Tebang Kacang, Kecamatan Sungai Raya kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat.

Mendengar kabar tersebut T…

Sangat Keji! Taufiq Ismail: Kaum Komunis Telah Membantai 120 Juta Manusia



Kamis, 10 Oktober 2019

Faktakini.net, Jakarta - Pasca Revolusi Bolshevik yang digerakkan kaum komunis di Rusia yang dipimpin Lenin (1917) hingga bubarnya Uni Soviet (1991), kaum komunis selalu membuat kekacauan dan berusaha melakukan perebutan kekuasaan termasuk di Indonesia yang dikenal sebagai G30S/PKI tahun 1965 yang berakhir dengan kegagalan total.

Sejak saat itu kaum komunis telah melakukan kudeta di 75 negara, negara bagian, pulau dan kota selama 69 tahun (1918-1987), namun yang berhasil mendirikan negara komunis hanya di 28 negara.

“Selama kurun waktu 74 tahun (1917-1991), kaum komunis telah melakukan pembantaian massal di 75 negara dengan membunuh 120 juta manusia atau rata-rata 1.621.621 manusia pertahun,” ujar sastrawan, penyair dan sejarawan Taufiq Ismail pada acara “Halaqoh Kebangsaan, Mengungkap Fakta dan Peristiwa Kelam Tahun 1965: Siapa Sesungguhnya Pahlawan, Pecundang dan Pemberontak”, yang diadakan di Kantor Pusat MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta (1/10).

Halaqoh yang dibuka Ketua MUI KH Amidhan itu menghadirkan pembicara Letjen (Purn) Kiki Syahnakri (mantan Wakasad), Harry Tjan Silalahi (tokoh Angkatan 66), Fahmi Idris (mantan Menteri Perindustrian), Ahmad Mansur Suryanegara (Sejarawan) dan Alfian Tanjung (Pengamat Gerakan Komunisme).

Menurut Taufiq Ismail, terdapat empat tokoh kumunis yang paling kejam dalam sejarah kemanusiaan di dunia. Mereka adalah Lenin Rusia (1917-1924) yang membantai 500 ribu orang, Josep Stalin Rusia (1925-1953) dengan korban 43 juta orang termasuk karena mati kelaparan, kegagalan panen dan ekonomi, Mao Tse-Tung China (1947-1976) membunuh 70 juta orang termasuk mati kelaparan, kegagalan panen dan ekonomi, serta Polpot Kamboja (1975-1979) dengan korban 2 juta orang.

Sementara itu Harry Tjan Silalahi, Kiki Syahnakri, Fahmi Idris, KH Amidhan dan Ahmad Mansur Suryanegara sepakat dengan bukti-bukti yang tak terbantahkan bahwa PKI sebagai dalang kudeta yang disusul dengan tragedi 1965. Karena 18 bulan sebelumnya PKI sudah mengadakan persiapan dengan berbagai demo hampir setiap hari yang digerakkan Pemuda Rakyat, Gerwani dan CGMI.

“waktu itu saya diberitahu sekretarisnya Sudisman (tokoh PKI), kalau PKI akan mengadakan perebutan kekuasan tidak lama lagi. Terbukti mereka ingin mendirikan Angkatan Kelima dengan bantuan China yang ditentang Menteri Panglima AD, Letjen TNI Ahmad Yani,” ungkap Harry Tjan Silalahi.

Sedangkan Alfian Tanjung memperingatkan umat Islam agar menolak keras upaya-upaya para pendukung komunis di Indonesia untuk melikuidasi Tap MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dan Larangan Penyebaran Ajaran Komunisme/Marxisme dan Leninisme. Sebab jika para PKI baru tersebut berhasil menghapuskan dan mencabutnya dari lembaran negara, maka akan memiliki beberapa konsekwensi.

Pertama, dalam G30S/PKI, sesungguhnya PKI tidak bersalah. Adapun yang bersalah adalah TNI dan umat Islam. Kedua, mereka pasti akan meminta kompensasi dari Pemerintah, dimana besarnya mencapai Rp 2,5 miliar per orang. Ketiga, mereka akan memiliki hak eksistensi, sehingga nantinya PKI akan dapat mengikuti Pemilu dan menjadi partai yang sah di NKRI.

Sumber: nahimunkar.org

Komentar


  1. Izin ya admin..:)
    Player vs Player WOW langsung saja kunjungin kami di ARENADOMINO tempat bermain Poker dan kartu yang sangat menyenangkan dan hadiah nyata menanti anda semua.. WA +855 96 4967353

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…