Langsung ke konten utama

Featured Post

Ini Hukum Memakai Masker Saat Sholat Untuk Cegah Virus Corona Cina

Jum'at, 29 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Salah satu usaha mencegah penularan COVID-19 alias virus Corona yang berasal dari Wuhan, Cina adalah dengan cara menggunakan masker, khususnya bagi yang sedang terkena flu. Warga yang sedang sakit juga diminta agar tak salat ke masjid dulu agar tak menulari jamaah lainnya.

Namun tidak jarang, sebagian masyarakat ketika sedang kurang fit tetap pergi ke masjid dan melaksanakan salat.

Lalu bagaimana hukum memakai masker ketika shalat karena khawatir terkena virus, apakah boleh?

Pada dasarnya, memakai penutup mulut ketika shalat, seperti masker dan lainnya, hukumnya adalah makruh. Tidak dianjurkan memakai masker ketika melaksanakan shalat, baik bagi laki-laki dan perempuan. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Abud Daud dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah, dia berkata;

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُغَطِّيَ الرَّجُلُ فَاهُ فِي الصَّلَاةِ
Rasulullah Saw melarang seseorang menutup mulutnya ketika shalat.

Dalam kitab…

Sangat Keji! Taufiq Ismail: Kaum Komunis Telah Membantai 120 Juta Manusia



Kamis, 10 Oktober 2019

Faktakini.net, Jakarta - Pasca Revolusi Bolshevik yang digerakkan kaum komunis di Rusia yang dipimpin Lenin (1917) hingga bubarnya Uni Soviet (1991), kaum komunis selalu membuat kekacauan dan berusaha melakukan perebutan kekuasaan termasuk di Indonesia yang dikenal sebagai G30S/PKI tahun 1965 yang berakhir dengan kegagalan total.

Sejak saat itu kaum komunis telah melakukan kudeta di 75 negara, negara bagian, pulau dan kota selama 69 tahun (1918-1987), namun yang berhasil mendirikan negara komunis hanya di 28 negara.

“Selama kurun waktu 74 tahun (1917-1991), kaum komunis telah melakukan pembantaian massal di 75 negara dengan membunuh 120 juta manusia atau rata-rata 1.621.621 manusia pertahun,” ujar sastrawan, penyair dan sejarawan Taufiq Ismail pada acara “Halaqoh Kebangsaan, Mengungkap Fakta dan Peristiwa Kelam Tahun 1965: Siapa Sesungguhnya Pahlawan, Pecundang dan Pemberontak”, yang diadakan di Kantor Pusat MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta (1/10).

Halaqoh yang dibuka Ketua MUI KH Amidhan itu menghadirkan pembicara Letjen (Purn) Kiki Syahnakri (mantan Wakasad), Harry Tjan Silalahi (tokoh Angkatan 66), Fahmi Idris (mantan Menteri Perindustrian), Ahmad Mansur Suryanegara (Sejarawan) dan Alfian Tanjung (Pengamat Gerakan Komunisme).

Menurut Taufiq Ismail, terdapat empat tokoh kumunis yang paling kejam dalam sejarah kemanusiaan di dunia. Mereka adalah Lenin Rusia (1917-1924) yang membantai 500 ribu orang, Josep Stalin Rusia (1925-1953) dengan korban 43 juta orang termasuk karena mati kelaparan, kegagalan panen dan ekonomi, Mao Tse-Tung China (1947-1976) membunuh 70 juta orang termasuk mati kelaparan, kegagalan panen dan ekonomi, serta Polpot Kamboja (1975-1979) dengan korban 2 juta orang.

Sementara itu Harry Tjan Silalahi, Kiki Syahnakri, Fahmi Idris, KH Amidhan dan Ahmad Mansur Suryanegara sepakat dengan bukti-bukti yang tak terbantahkan bahwa PKI sebagai dalang kudeta yang disusul dengan tragedi 1965. Karena 18 bulan sebelumnya PKI sudah mengadakan persiapan dengan berbagai demo hampir setiap hari yang digerakkan Pemuda Rakyat, Gerwani dan CGMI.

“waktu itu saya diberitahu sekretarisnya Sudisman (tokoh PKI), kalau PKI akan mengadakan perebutan kekuasan tidak lama lagi. Terbukti mereka ingin mendirikan Angkatan Kelima dengan bantuan China yang ditentang Menteri Panglima AD, Letjen TNI Ahmad Yani,” ungkap Harry Tjan Silalahi.

Sedangkan Alfian Tanjung memperingatkan umat Islam agar menolak keras upaya-upaya para pendukung komunis di Indonesia untuk melikuidasi Tap MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dan Larangan Penyebaran Ajaran Komunisme/Marxisme dan Leninisme. Sebab jika para PKI baru tersebut berhasil menghapuskan dan mencabutnya dari lembaran negara, maka akan memiliki beberapa konsekwensi.

Pertama, dalam G30S/PKI, sesungguhnya PKI tidak bersalah. Adapun yang bersalah adalah TNI dan umat Islam. Kedua, mereka pasti akan meminta kompensasi dari Pemerintah, dimana besarnya mencapai Rp 2,5 miliar per orang. Ketiga, mereka akan memiliki hak eksistensi, sehingga nantinya PKI akan dapat mengikuti Pemilu dan menjadi partai yang sah di NKRI.

Sumber: nahimunkar.org

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…