Langsung ke konten utama

Featured Post

TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 Tahun 1966 Tentang Pembubaran Dan Pelarangan PKI

Selasa, 2 Juni 2020

Faktakini.net

TAP MPRS XXV Tahun 1966 disadur dari Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, Kota Surakarta, Jawa Tengah

Daftar Isi

1. Informasi Awal
2. Isi Utama
3. Pasal 1
4. Pasal 2
5. Pasal 3
6. Pasal 4

Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (TAP MPR) merupakan salah satu wujud peraturan perundang-undangan yang sah dan berlaku di Indonesia.

Salah satu TAP MPR yang masih tetap berlaku dan diakui adalah TAP MPRS (Sementara) Nomor XXV/1966 tentang “Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang Diseluruh Wilayah Negara Republik Indonesia Bagi Partai Komunis Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan Untuk Menyebarkan Atau Mengembangkan Faham Atau Ajaran Komunis/MarxismeLenisme”.

TAP MPRS Nomor XXV/1966 adalah produk kepemimpinan Soeharto yang saat itu memegang Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).

TAP MPRS (Sementara) Nomor XXV/1966 ditandatangani oleh beberapa orang seperti: Jenderal TNI Dr. A.H. Nasution selaku Ketua MPRS tahun …

Sambil Menangis Histeris, Ibunda Akbar Korban Demo di DPR: Anak Saya Disiksaa!..



Sabtu, 12 Oktober 2019

Faktakini.net, Jakarta - Prosesi penguburan Akbar Alamsyah yang merupakan salah satu korban demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI pada 25 September 2019 lalu diwarnai isak tangis. Akbar dimakamkan di TPU, Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (11/10/2019).

Usai jenazah Akbar diturunkan ke liang lahat, tampak air mata terus mengurai dari sang Ibunda, Rosminah, dan kakak Akbar, Fitri Rahmayani.

Bahkan, Rosminah menangis histeris ketika meninggalkan pusara Akbar Alamsyah usai menjalani prosesi pemakaman. Dia menangis hingga tersungkur lemas di antara makam lainnya di lokasi.

Hal itu membuat beberapa sanak saudara yang ada di dekatnya kaget dan langsung membopong Rosminah. Seketika Rosminah menyebut anak bungsunya itu disiksa sembari menangis kencang.

"Anak saya disiksa," kata Rosminah sembari menangis.

Pihak keluarga kemudian berusaha menenangkan Rosminah sambil membawanya keluar TPU lokasi Akbar dimakamkan. Beberapa di antaranya meminta Rosminah untuk ikhlas dan sabar melepas Akbar ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Saat ini Rosminah telah dibawa ke rumahnya yang berada di sekitar TPU tempat pemakaman Akbar.

Sekadar diketahui, Akbar Alamsyah meninggal dunia pada Kamis, 10 Oktober 2019, setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Foto: Ibunda Akbar Alamsyah korban demo di DPR, Rosminah, menangis histeris usai pemakaman anaknya di TPU Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Sumber: okezone.com


Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…