Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Kaltim Galang Dana Banjir Kota Samarinda Di Tiga Lokasi Di Kota Balikpapan

Selasa, 2 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hampir sepekan banjir yang melanda ibukota Provinsi Kaltim Kota Samarinda, yang terjadi di awal memasuki hari raya Idul Fitri hari Ahad, 1 Syawal 1441 H / 24 Mei 2020 lalu.

Intensitas curah hujan yang sangat tinggi malam hingga pagi harinya dalam beberapa jam menyebabkan bendungan Benanga di Samarinda Utara meluap, dan sejumlah wilayah kota Samarinda terutama daerah Utara yang berdataran rendah terendam banjir, sebagian rumah warga masyarakat tergenang banjir dan memutus aktifitas warga seperti hari-hari biasanya.

FPI Kaltim dan sayap juang bergerak di Balikpapan, mengagendakan kegiatan berupa penggalangan dana di sejumlah titik wilayah yang disepakati dalam musyawarah anggota dan pengurus DPC FPI di Balikpapan untuk membantu korban yang terdampak banjir di Kota Samarinda.

Rencana untuk Galang dana tersebut, yang nantinya total dari hasil penggalangan dana di sejumlah titik akan di kirimkan langsung melalui rekening DPD FPI Kaltim ataupun …

KH TB Abd Anwar: Sumpah Jabatan Pejabat Menjadi Keranjang Sampah Jalanan


Senin, 7 Oktober 2019

Faktakini.net

*Sumpah Jabatan Pejabat: Menjadi Keranjang Sampah Jalanan.*

Oleh :

KH. Tb. Abdurrahman Anwar Al Bantany.
(Majelis Syuro DPP FPI)

Sudah menjadi keputusan dan ketetapan Undang Undang Negara bagi para Pejabat di Indonesia, ketika memangku sebuah jabatan terlebih dahulu harus diambil janji dan sumpahnya.

Semua Jabatan mengharuskan untuk dimbil janji dan sumpah baik di jajaran Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.

Tradisi janji dan sumpah jabatan ini sudah cukup lama berjalan di Negara Kesatuan Republik Indonseia (NKRI).

Tanggal 1 Oktober 2019 sejumlah seluruh Rakyat Indonesia menyaksikan pelantikan Anggota MPR, DPR dan DPD RI Periode 2019-2024, sekaligus pengambilan janji dan sumpahnya yang dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Pengucapan Sumpah yang sakral tersebut diucapkan oleh sejumlah Pejabat Negara dengan Kata kata demi Alloh dan Al Qur'an ada di atas kepalanya.

Sumpah tersebut diucapkan atas Nama Tuhan Yang Maha Esa yakni Alloh Swt sebagai pencipta seluruh makhluk dan alam semesta.

Sumpah tersebut mengandung Konsekuensi antara lain:

1. Sumpah dan Janji yang diucapkan atas nama Alloh Swt bagi yang beragama Islam dan bagi pemeluk Non Muslim diucapkan sesuai dengan keyakinan Agamanya masing masing.

2. Sumpah dan Janji tersebut disaksikan oleh Kitab Suci Al Qur'an bagi yang Muslim dan Kitab Kitab kepercayaan lainnya bagi yang Non Muslim.

3. Sumpah dan Janji tersebut diketahui dan didengar oleh seluruh Rakyat Indonesia dari Timur dan Barat.

Melihat tiga hal tersebut di atas seharusnya para Pemimpin dan Pejabat itu harus takut dengan sumpahnya sehingga mengharuskan mereka untuk menjadi pemimpin atau pejabat yang Amanah, Jujur, Adil dan Tanggung Jawab kepada seluruh Rakyat Indonesia.

Tetapi fakta dan realitasnya para pemimpin dan pejabat tersebut relatif semakin bobrok dan rusak, berlaku sewenang wenang, korup dan dzolim.

Oleh sebab itu tidak heran jika dari waktu ke waktu perilaku para pemimpin dan pejabat tersebut menghianati rakyat, bangsa dan negaranya.

Kesimpulannya:

Jika Alloh Swt saja sebagai Tuhan yang menciptakan dirinya dikhiatani, apalagi dengan Rakyat.

Jika Kitab Suci saja sebagai pedoman hidup diingkari, apalagi dengan Rakyat.

Itulah perilaku yang terhormat para Pemimpin dan Pejabat kita saat ini.

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…