Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Salapian Langkat Sumut Lanjutkan Bangun Masjid Al Falaah Dusun V Panduman

Selasa, 19 November 2019

Faktakini.net, Jakarta - DPC FPI Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat, Sumatera Utara kembali melanjutkan pembangunan Masjid Al Falaah di dusun terpencil dusun V Panduman desa Parangguam kec. Salapian kabupaten Langkat.

Dari mulai membersihkan dinding-dinding masjid yang sudah mulai ditumbuhi lumut Krn sdh lama tdk tersentuh pembangunan dan perawatan, hingga melakukan plasterisasi dan membangun hal lainnya dgn bahan-bahan yang sdh ada. Aktivis2 FPI di kecamatan Salapian Bersama warga bahu-membahu dan insya ALLAH pembangunan masjid Al Falaah tsb bisa terus berlanjut.

Masjid Al Falaah berdiri di dusun Panduman yang terpencil, yang pada tahun 2014 lalu dimasuki oleh pengurus dan Aktivis2 DPW FPI LANGKAT dan menjadi zona dakwah selama 3 tahun oleh DPW FPI LANGKAT dan selanjutnya dilanjutkan oleh DPC FPI SALAPIAN hingga sekarang. Penduduk dusun yg jauh dari syi'ar dakwah Islam dan tinggal di antara perbukitan terjal tsb begitu bahagia dan beberapa warga bersya…

KH TB Abd Anwar: Jika Parpol Tak Ada Yang Oposisi, Ulama Dan Rakyat Yang Jadi Oposisi Terhadap Rezim Jokowi


Selasa, 29 Oktober 2019

Faktakini.net

*Jika Parpol Tidak Ada Yang Beroposisi Terhadap Pemerintahan Jokowi Maka Ulama Dan Rakyat Indonesia Akan Menjadi Oposisi.*

Oleh :

KH.Tb.Abdurrahman Anwar Al Bantany.
(Majelis Syuro DPP FPI & Salah Satu Tokoh Pendiri)

Melihat dan mencermati dinamika perpolitikan Bangsa dan Negara Indonesia, sangat jelas bahwa sepak terjang seluruh Partai Politik dan Tokoh Tokohnya, cenderung ingin bergabung dan masuk semua dalam lingkungan Pemerintahan.

Jika seluruh Parpol berkoalisi semua dengan Pemerintahan Jokowi, maka kontrol dan evaluasi di luar pemerintahan hampir dipastikan tidak ada, artinya seluruh kebijakan Pemerintah akan didukung penuh oleh Parpol Koalisi.

Dengan berbondong bondongnya seluruh Parpol masuk kedalam Pemerintahan, itu tandanya seluruh Parpol ambisi dan kemaruk kekuasaan karena tujuan dibentuknya Parpol untuk berkuasa.

Dengan demikian yang harus menjadi Oposisi dan penyeimbang terhadap Pemerintahan saat ini adalah hanyalah Ulama dan Rakyat Indonesia itu sendiri.

Oposisi Ulama dan dan Rakyat adalah Oposisi Obyektif, Kritis dan Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Ulama dan Rakyat harus tetap istiqomah mampu mengkritisi mengontrol kebijakan Pemerintah yang tidak berpihak kepada kepentingan Rakyat.

Sikap Ulama dan Rakyat adalah jika Pemerintahan melakukan kebaikan dan kemaslahatan untuk kepentingan Rakyat banyak, maka akan didukung dan didoakan, tetapi jika pemerintah melakukan Kedzoliman, Kesewenang wenangan, Kriminalisasi, Korupsi dan hal lainnya maka wajib dinasehati, dikritik, dikontrol dan dievaluasai, itulah sikap Ulama dan sikap Rakyat yang seharusnya.

Pelajaran berharga mengatakan: Firaun dan Namrud yang Diktatorial, Tiranis, Absolut, andaikata sejak awal Rakyat saat itu berani mengkritisi dan mengoreksi yang hak adalah hak dan yang bathil adalah batil atas kebijakan Firaun dan Namrud niscaya Firaun dan Namrud tidak akan menjadi pemimpin yang Diktator dan Absolut. Tetapi rakyat saat itu membiarkan dan latah terhadap berbagai kebijakan Firaun dan Namrud maka mereka berdua mabuk serta lupa diri atas kepemimpinan pemerintahannya sampai memproklamirkan menjadi Tuhan.

Itulah pelajaran berharga dalam sejarah peradaban kemanusian jika pemerintahan tidak ada yang berani mengkritik dan mengontrol, maka siapapun Pemimimpinnya akan menjadi seperti Firaun dan Namrud di Era Modern.

Menasehati dan mengkritisi Pemerintahan adalah bagian dari ajaran Agama serta bagian dari Edukasi yang mendatangkan maslahat.

Menjadi Oposisi Obyektif dan Kritis adalah halal dan tidak bertentangan dengan Konstitusi.

Tugas Ulama dan Rakyat saat ini harus menjadi Oposisi dengan penuh keberanian dan Ksatria.

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…