Langsung ke konten utama

Featured Post

Zainal Bintang: Kisah M Nuh Pemenang Lelang Motor

Rabu, 27 Mei 2020

Faktakini.net

*Kisah Pemenang Lelang Motor*

*Oleh : Zainal Bintang*

*Jakarta, 25 Mei 2020*
         -----
NAMANYA M. Nuh, berdomilisi di Kampung Manggis, Jambil. Tiba-tiba terkenal gegara lelang motor “Gesits” milik Presiden Joko Widodo yang ada tanda tangannya.

 Acara itu diadakan dalam acara konser amal “Berbagi Kasih Bersama Bimbo” yang digagas BPIP (Badan Pembina Ideologi Pancasila, MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat)  dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Acara ini didedikasikan selain untuk para seniman dan para pekerja seni, juga untuk kelompok masyarakat lainnya yang membutuhkan, ujar Bamsoet panggilan akrab Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Sebagai “pemenang” lelang M. Nuh terpaksa  gigit jari. Batal demi hukum.

Terjadi salah faham. Panitia Konser bertujuan mencari dana dari  donatur. M. Nuh menyangka dia akan diberi dana oleh panitia karena memenangi kuis senilai Rp 2,55 miliar.

Dalam sebuah video di YouTub, M. Nuh ngomong blak-blakan. “Saya dari du…

KH TB Abd Anwar: Jika Parpol Tak Ada Yang Oposisi, Ulama Dan Rakyat Yang Jadi Oposisi Terhadap Rezim Jokowi


Selasa, 29 Oktober 2019

Faktakini.net

*Jika Parpol Tidak Ada Yang Beroposisi Terhadap Pemerintahan Jokowi Maka Ulama Dan Rakyat Indonesia Akan Menjadi Oposisi.*

Oleh :

KH.Tb.Abdurrahman Anwar Al Bantany.
(Majelis Syuro DPP FPI & Salah Satu Tokoh Pendiri)

Melihat dan mencermati dinamika perpolitikan Bangsa dan Negara Indonesia, sangat jelas bahwa sepak terjang seluruh Partai Politik dan Tokoh Tokohnya, cenderung ingin bergabung dan masuk semua dalam lingkungan Pemerintahan.

Jika seluruh Parpol berkoalisi semua dengan Pemerintahan Jokowi, maka kontrol dan evaluasi di luar pemerintahan hampir dipastikan tidak ada, artinya seluruh kebijakan Pemerintah akan didukung penuh oleh Parpol Koalisi.

Dengan berbondong bondongnya seluruh Parpol masuk kedalam Pemerintahan, itu tandanya seluruh Parpol ambisi dan kemaruk kekuasaan karena tujuan dibentuknya Parpol untuk berkuasa.

Dengan demikian yang harus menjadi Oposisi dan penyeimbang terhadap Pemerintahan saat ini adalah hanyalah Ulama dan Rakyat Indonesia itu sendiri.

Oposisi Ulama dan dan Rakyat adalah Oposisi Obyektif, Kritis dan Amar Ma'ruf Nahi Munkar.

Ulama dan Rakyat harus tetap istiqomah mampu mengkritisi mengontrol kebijakan Pemerintah yang tidak berpihak kepada kepentingan Rakyat.

Sikap Ulama dan Rakyat adalah jika Pemerintahan melakukan kebaikan dan kemaslahatan untuk kepentingan Rakyat banyak, maka akan didukung dan didoakan, tetapi jika pemerintah melakukan Kedzoliman, Kesewenang wenangan, Kriminalisasi, Korupsi dan hal lainnya maka wajib dinasehati, dikritik, dikontrol dan dievaluasai, itulah sikap Ulama dan sikap Rakyat yang seharusnya.

Pelajaran berharga mengatakan: Firaun dan Namrud yang Diktatorial, Tiranis, Absolut, andaikata sejak awal Rakyat saat itu berani mengkritisi dan mengoreksi yang hak adalah hak dan yang bathil adalah batil atas kebijakan Firaun dan Namrud niscaya Firaun dan Namrud tidak akan menjadi pemimpin yang Diktator dan Absolut. Tetapi rakyat saat itu membiarkan dan latah terhadap berbagai kebijakan Firaun dan Namrud maka mereka berdua mabuk serta lupa diri atas kepemimpinan pemerintahannya sampai memproklamirkan menjadi Tuhan.

Itulah pelajaran berharga dalam sejarah peradaban kemanusian jika pemerintahan tidak ada yang berani mengkritik dan mengontrol, maka siapapun Pemimimpinnya akan menjadi seperti Firaun dan Namrud di Era Modern.

Menasehati dan mengkritisi Pemerintahan adalah bagian dari ajaran Agama serta bagian dari Edukasi yang mendatangkan maslahat.

Menjadi Oposisi Obyektif dan Kritis adalah halal dan tidak bertentangan dengan Konstitusi.

Tugas Ulama dan Rakyat saat ini harus menjadi Oposisi dengan penuh keberanian dan Ksatria.

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…