Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) FPI HSU Kalsel Dan Relawan Cari Bocah Yang Diduga Tenggelam Di Sungai Karias Amuntai

Selasa, 26 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Muhammad Arif bin Anto, seorang bocah berusia tujuh tahun diduga tenggelam dan hanyut terbawa arus Sungai Karias atau Jembatan Besar Karias di Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan, pada hari ini Selasa (26/5/2020) sore sekitar pukul 18.10 waktu setempat.

Setelah mendapat informasi, team gabungan emergency HSU langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pencarian info dan data ke pihak keluarga anak yang diduga tenggelam tersebut, info dinyatakan positif karena di dekat sungai ditemukan sandal korban sementara yang bersangkutan tidak ada di lokasi maka ia diduga tercebur dan tenggelam, dan hingga saat ini Muhammad Arif belum diketemukan.

Puluhan personel gabungan dari BPBD dan Relawan Rescue, KGE HSU masih melakukan penyisiran sampai malam hari ini.

"Sampai berita ini diturunkan kami dari Relawan FPI HSU dan Relawan Rescue dibantu para warga sedang mencari Muhammad Arif Mencoba cari dengan me…

Kata Kafir Disebut Sampai 525 Kali Dalam Al-Qur'an



Selasa, 29 Oktober 2019

Faktakini.net, Jakarta - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH CholilNafis menjelaskan tentang istilah kafir yang kini tengah ramai diperbincangkan. Perbincangan tentang istilah kafir muncul setelah Bahtsul Masail NU memutuskan untuk tidak menggunakan istilah tersebut bagi non-Muslim di Indonesia. Kiai Cholil mengungkapkan, kata kafir setidaknya disebut sebanyak 525 kali dalam Alquran dan memiliki makna bermacam-macam.

"Ada 525 kata kafir dalam Alquran yang bermakna; pertama, enggan mengakui keesaan Allah, risalah Rasul-Nya dan hari kemudian," ujar KH Cholil kepada Republika.co.id melalui pesan tertulis, Ahad (3/3).

Kedua, lanjut dia, kata kafir juga bermakna tidak bersyukur. Ketiga, bermakna menutupi dirinya dan orang lain dari Allah. Keempat, beriman tetapi tidak mengerjakan tuntunan Islam. Keenam, menjadikan agama sebagai permainan.

"Kalau dalam aqidah Islam yang ada dalam Alquran hanya mengenal kata dan istilah Muslim, kafir, musyrik. Adapun orang Muslim yang keluar dari Islam disebut murtad. Begitu yang saya ketahui," ucap KH Cholil.

Dia mengatakan, dalam konteks negara Indonesia sendiri hanya dikenal adanya istilah warga negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA).

Namun, menurut dia, jikapun ingin menyebut orang yang tak beriman kepada Allah hendaknya tidak untuk mendiskriminasikannya.

"Sama-sama tidak baik jika takut menyebut orang yang tak beriman kepada Allah SWT dengan nama kafir, demikian juga orang yang terlalu berani menyebut kafir kepada setiap orang yang tak sependapat dengan pahamnya," katanya.

"Katakan kafir kepada yang tak beriman kepada Allah SWT di negeri ini tanpa harus merendahkan, mengancam dan mendiskriminasinya dalam bernegara," tambahnya.

Sumber: republika.co.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…