Langsung ke konten utama

Featured Post

Pernyataan Bersama FPI, GNPF Ulama & PA 212 Tentang Kasus-Kasus Mega Korupsi

Kamis, 23 Januari 2020

Faktakini.net

PERNYATAAN BERSAMA
FPI, GNPF ULAMA & PA 212

TENTANG KASUS - KASUS MEGA KORUPSI

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Berdasarkan catatan kami, bahwa kasus kasus mega korupsi (kasus korupsi yang
merugikan negara bernilai triliunan) dan kasus kasus korupsi yang melibatkan
lingkaran dalam kekuasaan semakin menjadi jadi dan menggila bahkan ditenggarai menjadi modus korupsi untuk pembiayaan politik.

Diantara kasus korupsi yang justru ditutup tutupi dan melibatkan inner circle, baik
sebagai pelaku maupun sebagai aktor yang berperan membangun skenario untuk menutup nutupi kasus agar tidak terbongkar diantaranya

1. Kasus yang menjerat Honggo selaku Direktur PT Trans Pacific Petrochemical
Indotama (TPPI). Kerugian Kasus Kondensat Capai Rp 35 Triliun. Kasus ini
sengaja diambangkan dan disembunyikan dari kontrol publik. Hingga saat ini
tidak jelas proses terhadap kasus ini karena diduga melibatkan petinggi aparat
hukum yang melindungi Honggo sang Koruptor.

2. Kas…

FPI Kintap Salurkan 50 Ribu Liter Air Bersih untuk Masyarakat Yang Alami Kekeringan Di Kalsel


Ahad, 6 Oktober 2019

Faktakini.net, Tanah laut - FPI Kintap serta Sayap Juang Front Pembela Islam - HILMI Tanah Laut,  kembali menggelar Aksi Sosial dengan memasok air bersih kepada warga di beberapa Desa di Kecamatan Kintap.

DPW HILMI Tanah Laut - DPC FPI Kintap, setelah mendengar keluhan dari masyarakat luas tentang sulitnya air bersih dengan sigap HILMI - FPI Kintap segera menanggapi keluhan masyarakat dengan memasok air bersih ke Desa Jembatan Patah sebanyak 3.600 liter air dengan tandon air yang diangkut dengan 3 buah mobil pick up. Selain di Desa Jembatan Patah, para anggota pun juga memenuhi kebutuhan air bersih di Pondok Pesantren Al-Hasyimiyah, Kec. Kintap dengan menggunakan truck water tank dan mobil pick up sebanyak 35.000 liter air bersih.

Tak hanya sampai disitu, Desa Sungai Cuka dan Desa Kintap Lama pun juga tak luput dari perhatian dalam aksi sosial kali ini. Sebanyak 9.600 liter air bersih juga disalurkan untuk warga di Desa Sungai Cuka serta Pondok Pesantren Darussana dan 2.400 liter air bersih untuk warga di Desa Kintap Lama.

Dengan peralatan seadaanya, HILMI - FPI Kintap beserta para Laskar FPI Kintap dan sayap juang lainnya turut hadir dan membantu dalam giat Bakti Sosial yang dimulai sejak pukul 14:00 WITA hingga sore sektar pukul 18:00 WITA (04/09/19) dan berlanjut hari Sabtu siang hingga pukul 22.00 WITA malam (5/9/19).

“Pendistribusian air bersih ini kami lakukan untuk keperluan minum dan keperluan sehari-hari warga, juga untuk mandi para Santri di Pondok Pesantren Al Hasyimiyah dan Pondok Pesantren Darussana". Ungkap Sayyid Ahmad Al Habsyi, selaku Ketua DPC FPI Kintap yang ikut dalam aksi sosial tersebut.

"Dalam aksi sosial kali ini, sebanyak 50.600 liter air bersih berhasil dipasok oleh Laskar dan relawan serta anggota dari HILMI Kalsel dan DPC FPI Kintap, Kab. Tanah Laut yang mana air bersih ini dibeli dari uang kas DPC FPI Kintap. Semoga kegiatan kali ini bisa membuat para warga senang dan yang terpenting juga kita bisa meringankan beban saudara kita. Mudah-mudahan juga kegiatan ini dapat terus berlangsung kedepannya", tambah Sayyid Ahmad Al Habsyi.

"Kami sebagai warga desa yang mengalami kekeringan air saat ini sangat senang menerima bantuan dari FPI Kintap ini, kami sangat bersyukur atas bantuan ini dan kami berharap bantuan ini rutin dilakukan, mengingat banyaknya para warga yang sangat membutuhkan air bersih". Ungkap salah satu warga di Desa Jembatan Patah.

Dalam Bakti Sosial ini dipimpin Langsung oleh Ketua DPC FPI Kintap, Sayyid Ahmad Al-Habsyi, serta Perwakilan HILMI Kalsel Anang dan Mursidi.

HILMI - FPI Kintap  juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang ikut andil serta para donatur yang menyisihkan rezekinya untuk membantu para warga yang terkena dampak kekeringan khususnya di wilayah Kec. Kintap, Kab. Tanah Laut.

Sumber: Ilham Hanafi, FPI Kalsel 2019





Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…