Langsung ke konten utama

Featured Post

Acara MUTU Di Bandung Sukses, Panglima LPI: Sampai Hari Kiamat Kebathilan Akan Menyerang Yang Haq

Kamis, 17 Oktober 2019

Faktakini.net, Bandung - Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara Musyawarah Ulama dan Tokoh Umat (MUTU) se-Indonesia di Hotel Grand Asrilia Bandung yang berlangsung selama tiga hari, dari hari Selasa (15/10) sampai hari ini Kamis (17/19/2019) berlangsung aman, lancar, sukses dan penuh berkah.

Para Tokoh dan Ulama yang hadir antara lain Imam FPI Jabar KH Maksum Hasan, Pimpinan Perguruan Islam As-Syafi'iyah KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i, Ketua Umum DPP FPI KH Shobri Lubis, Ustadz Asep Syaripudin, Habib Muchsin bin Ahmad Alatas, Sekum DPP FPI Haji Munarman, Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas, Haji Abdullah Hehamahua, Ketua DPD FPI Banten KH Fakhrurrozi, KH Tengku Muslim Atthahiry dan lainnya.

Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) Nasional Ustadz Maman Suryadi sebagai Komandan Pengamanan Musyawarah Ulama dan Tokoh,  beserta Markaz Besar Laskar Pembela Islam mengucapkan terima kasih atas suksesnya acara Musyawarah Ulama dan Tokoh di Hotel Grand Asrilia pada …

Emak-Emak Di Bandung Aksi Kecam Kekerasan Aparat terhadap Mahasiswa Dan Pelajar


Sabtu, 12 Oktober 2019

Faktakini.net, Jakarta - Suara Perempuan Bandung menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung, tepatnya di pinggiran Taman Vanda, Jalan Merdeka, Bandung, Kamis (10/10/2019).

Mereka mengutuk keras tindakan refresif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap massa aksi demo dalam kurun waktu 23 hingga 30 September 2019, lalu. Massa aksi itu mayoritas diisi oleh ibu-ibu.

"Kami merasa resah dengan kondisi saat ini. Kami tidak terima anak-anak kita, saudara kita yang melakukan aksi pada 23 hingga 30 September lalu mendapat perlakukan refresif dari aparat," ucap Vini, 45 tahun, salah satu peserta aksi.

Aksi unjuk rasa berlangsung sejak pukul 10.50 WIB. Awalnya, ibu-ibu itu berkumpul di teras Taman Vanda lantas kemudian melakukan aksi dengan cara berorasi dan membacakan puisi.

Poster-poster yang berisi tentang penolakan mereka terhadap aksi kekerasan yang dilakukan aparat terhadap pendemo pun ditenteng ibu-ibu yang melakukan aksi itu.

"Kami marah banget karena apa yang dilakukan aparat itu yang membuat hati nurani ibu-ibu ini lebih kuat dibanding polisi. Hidup ibu-ibu yang melawan, hidup perempuan yang melawan," tukas salah satu peserta aksi saat melakukan orasi melalui pengeras suara.

Tampak pula ibu-ibu membawa anak-anaknya saat melakukan aksi demonstrasi itu. Sebagian ibu-ibu terlihat mendampingi dan menjaga anak-anak berusia di bawah 7 tahun yang tengah duduk-duduk dan bermain di area taman Vanda.

Sebagian besar ibu-ibu lainnya melakukan aksi unjuk rasa. Panas terik tak melunturkan semangat mereka dalam melakukan aksi demonstrasi itu.

"Suara Perempuan Bandung yang terdiri dari seluruh elemen rakyat mendukung penuh demonstrasi beserta tuntutannya yakni 7 plus 1 yang dilakukan pelajar, mahasiswa, buruh, perempuan, serta semua rakyat para 23, 24 dan 30 September 2019," kata Vini.

"Kami tidak boleh diam saja melihat kesewenangan di depan mata. Tiap hari, di media sosial beredar video atau foto pemukulan, penangkapan, dan pengancaman. Kami tidak mau itu terus terjadi," lanjutnya.

Ada tiga tuntutan utama yang dilayangkan ibu-ibu dalam aksi itu. Pertama, mereka mendesak penyataan tertulis dari Kapolrestabes Bandung untuk tidak lagi melakukan melakukan tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap siapa pun yang menyampaikan pendapat, sebab menyampaikan pendapat dilindungi oleh UUD 1945 dan UU nomor 9 tahun 1998.

Kedua, meminta pihak sekolah dan kepolisian untuk mengembalikan hak menyampaikan pendapat pada pelajar sekolah, baik tingkat SD, SMP, SMA, dan pendidikan tinggi yang ada di Bandung.

Terakhir, mereka meminta kepolisian untuk membentuk tim independen guna menginvestigasi dan mengadili aparat pelaku kekerasan.

Foto: Suara Perempuan Bandung menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung, tepatnya di pinggiran Taman Vanda, Jalan Merdeka, Bandung, Kamis (10/10/2019).

Sumber: suara.com

Komentar

  1. ituPoker - Agen Bandar66 Online | Sakong Online | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker Texas Indonesia

    Agen Judi Online Terpercaya dan Terbaik di Indonesia
    Menyediakan berbagai macam permainan Judi Kartu Online Terlengkap

    1 ID untuk 8 Game Permainan yang disediakan oleh Situs ituPoker

    * Poker Texas
    * Domino99

    * AduQ
    * Capsa Susun
    * BandarQ
    * Bandar 66
    * Bandar Poker
    * Sakong

    => Bonus Cashback 0.3% (dibagikan 2x setiap Minggunya)
    => Bonus Refferal 20% (dibagikan setiap Minggunya seumur hidup)
    => Customer Service 24 Jam Nonstop
    => Support 7 Bank Lokal Indonesia (BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon, Permata Bank)

    * Pusat Bantuan ituPoker

    LINE : ituPokerbiz
    WECHAT : ituPokerbiz
    WHATSAPP : +855.1769.6238

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…