Langsung ke konten utama

Featured Post

Amalan-Amalan Di Bulan Rajab, Oleh Habib Salim Bin Abdullah Assyatiri

Rabu, 26 Februari 2020

Faktakini.net

*AMALAN-AMALAN DI BULAN RAJAB YANG JATUH PADA HARI SELASA, 25 FEBRUARI 2020*

RAJAB diambil dari kata "tarjib" yang berarti "pengagungan". Ada ulama juga mengatakan RAJAB artinya "Ashab" yang berarti "mengalir/menuang", kenapa demikian karena di bulan RAJAB mengalirnya Rahmat Allaah bagi orang-orang yang bertaubat. ❤

Ulama juga berkata, "Bulan rajab bulan untuk menanam, sya'ban untuk menyiram, ramadhan untuk memanen.

*InsyaAllaah 1 Rajab jatuh pada hari Selasa 25 Februari 2020, maka malam awal bulan rajab adalah hari senin malam selasa tanggal 01/Rajab/1441H.*

Diantara amalan yang baik dilakukan pada bulan Rajab (Bulan Haram/Mulia) :
✨ Puasa.
✨ Istighfar.
✨ Do'a.
Di anjurkan banyak do'a terutama pada malam pertama bulan rajab 🌹

قال صلى الله عليه وسلم : خمس ليال لاترد فيه الدعاء: اول ليلة من رحب، وليلة النصف من شعبان، وليلة الجمعة، وليلة الفطر وليلة النحر.
(اخرجه السيوطى رحمه الله تعالى فى ال…

Diperiksa Berjam-Jam, Sekum FPI Tegaskan Tak Suruh Hapus CCTV Masjid Al-Falaah




Kamis, 10 Oktober 2019

Faktakini.net, Jakarta - Tim Kuasa Hukum PA 212 Aziz Yanuar mengatakan proses pemeriksaan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman terkait kasus dugaan penculikan dan penganiayaan Ninoy Karundeng telah rampung sejak pukul 18.00.

Artinya, ia menghabiskan waktu selama tujuh jam di dalam Subdit Resmob Polda Metro Jaya pada Rabu (9/10/2019).

"Dari magrib sudah selesai pemeriksaannya. Sudah tandatangani BAP juga," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu malam.

"Ini bukan penahanan yah, hanya pemeriksaan biasa," lanjut Aziz.

Ia mengatakan, Ustadz Munarman disodorkan 18 pertanyaan oleh tim penyidik terkait pesan WhatsAppnya ke salah satu tersangka berinisial S yang sudah ditahan sebelumnya.

Namun, isi pesan WhatsApp tersebut hanyalah konsultasi hukum. Sebab tersangka S mengaku kebingungan ketika didatangi seseorang yang mengaku anggota kepolisian, terkait kasus yang merundung Ninoy.

"Lalu Pak Munarman selalu penasehat hukum di advokat juga, memberikan saran konsultasi hukum. Juga, jika ada orang-orang ngaku [polisi] usir saja," imbuh Aziz.
Ia juga membantah bahwa percakapan WhatsApp itu ialah perintah Munarman kepada S untuk menghapus rekaman CCTV masjid Al-Falah.

"Terkait CCTV, Munarman bilang itu tolong diamankan kalau nanti ada hal-hal yang mungkin diperlukan. Itu saja. Bukan minta dihapus. Justru mau tahu faktanya, digunakan oleh pihak kepolisian," lanjutnya.

Meski demikain, Ustadz Munarman masih belum keluar dari gedung resmob Polda Metro Jaya sampai pukul 21.40 WIB.

"Keterangan Pak Munarman mau dikonfrontir dari Pak Supriyadi yang saat ini ditahan di Krimin. Tapi ada alasan lain yang kami tidak tahu," ujarnya.

Sebelumnya Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falaah meminta Ninoy Karundeng untuk duduk bersama membuktikan pernyataannya saat melaporkan ke polisi bahwa telah diculik dan dianiaya pada hari terjadinya kerusuhan demonstrasi di kawasan DPR RI, Senin, 30 September 2019.

Dua pengurus DKM Al-Falaah, Ustadz Iskandar dan Ustadz Sasmito, mengungkapkan bahwa pada hari itu, Ninoy Karundeng memang diamuk masa usai memotret kondisi demonstran yang sedang memadati jalanan depan masjid yang berlokasi di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat tersebut.

Namun, Ustadz Sasmito menegaskan bahwa lebam dan bonyoknya muka Ninoy terjadi karena amukan masa. Khawatir amukan bisa berujung pada kematian, pengurus masjid, katan Sasmita, langsung berusaha memasukkan Ninoy ke ruangan bawah masjid supaya bisa di urus paramedis yang saat itu sedang menggunakan ruangan tersebut.

"Sebenarnya gini, kalau wawancara sepihak gini menurut saya kurang adil. Kalau mau bawa Ninoy kesini kita obrolkan di sini itu lebih mediasi. Kan ada yang nulis ini disekap, diculik, mana yang namanya disekap, diculik," tegas dia saat ditemui di Masjid Al-Falaah, Sabtu, 5 Oktober 2019.

Foto: Ustadz Munarman

Sumber: tirto.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…