Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Habib Bahar Pimpin Baca Maulid Di LP Pondok Rajeg Cibinong, Masya Allah..

Kamis, 17 Oktober 2019

Faktakini.net, Jakarta - Kehadiran Habib Bahar bin Smith di LP Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, Jawa Barat benar-benar membawa berkah.

Bagaimana tidak, pimpinan Ponpes Tajul Alawiyin itu telah membuat suasana di Lembaga Pemasyarakatan menjadi seperti suasana di pondok pesantren yang ia pimpinan.

LP Pondok Rajeg yang tadinya kering kini menjadi basah dengan lantunan dzikir, sholawat dan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Masya Allah...

Termasuk dalam video berikut saat Habib Bahar memimpin pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW di LP Pondok Rajeg yang diikuti oleh para, tahanan, sekitar bulan September 2019 lalu




Alhamdulillah, DPC FPI Tualang Beri Bantuan Rp 45 Juta Untuk Perantau Minang Di Wamena




Ahad, 13 Oktober 2019

Faktakini.net, Padang - Front Pembela Islam (FPI) Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau menyerahkan bantuan uang sebesar Rp 45 juta untuk perantau Minang yang menjadi korban tragedi Wamena dua pekan lalu. Bantuan ini diserahkan FPI Tualang melalui Pemerintah Provinsi Sumbar. Hari ini FPI Tualang menyerahkan bantuan ini melalui Wagub Sumbar Nasrul Abit.

"Kami salurkan bantuan ini melalui Pemda Provinsi Sumatera Barat supaya bantuan ini tepat sasaran," kata Ketua DPC FPI Kecamatan Tualang di Kantor Gubernur Sumbar di Padang, Rabu (9/10).

Ikhwan mengatakan FPI Tualang mulai menggalang dana sejak Senin (1/10) sampai Ahad (6/10). Mereka menggalang dana di perempatan jalan, di lampu merah, di sekolah-sekolah dan di masjid-masjid. Setelah terkumpul Rp 45 juta FPI Tualang sepakat menyalurkan bantuan ini melalui Pemprov Sumbar. Karena FPI Tualang kata Ikhwan tidak memiliki data pasti korban yang perlu dibantu. FPI Tualang melihat Pemda Sumbar sangat intens mengurus warga Minang di Wamena sehingga mereka yakin penyaluran lewat Pemprov Sumbar sangat tepat.

Ikhwan menjelaskan, FPI sebenarnya memiliki Hilal Merah Indonesia yang selalu membantu kemanusiaan setiap kali ada bencana. FPI cabang lain di Riau kata Ikhwan lebih banyak menyalurkan bantuan melalui Hilal Merah Indonesia yang sekarang berada di lokasi di Wamena dan Jayapura. Sementara FPI Tualang merasa cukup menyalurkan bantuan lewat Pemprov Sumbar.

Ikhwan berharap bantuan sebesar Rp 45 juta ini bisa tepat sasaran agar manfaatnya dirasakan langsung oleh perantau Minang di Wamena. Ikhwan mendapat laporan dari Wagub Sumbar Nasrul Abit bahwa sekarang bantuan diperioritaskan buat pemulihan ekonomi perantau Minang di Wamena dan kelanjutan sekolah anak-anak perantau Wamena.

"Makanya secara internal kami merasa lebih tepat bantuan ini kami serahkan ke Pemda Sumbar," ujar Ikhwan.

Foto: FPI Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau serahkan bantuan Rp 45 juta untuk perantau Minang di Wamena melalui Pemprov Sumbar, Rabu (9/10).

Sumber: republika.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…