Langsung ke konten utama

Featured Post

Hj Irena Handono: Kami Menolak Film 'The Santri' Karena Tak Sesuai Ajaran Islam

Senin, 23 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Irena Center yang mengelola pondok pesantren bagi muallaf Muslimah menyatakan menolak film “The Santri” yang disutradarai Livi Zheng, dan telah menimbulkan kontroversi sejak cuplikan promosi tayangan layar lebar itu beredar di masyarakat.

“Irena Center menolak film ‘The Santri’ karena tidak mencerminkan perilaku dan tradisi santri yang sebenarnya,” ujar Pembina Yayasan Irena Center, Hajjah Irena Handono, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hajjah Irena Handono yang akrab disapa Umi Irena itu menjelaskan bahwa ketidaksesuaian film tersebut dengan kehidupan santri yang sesungguhnya adalah karena sejumlah adegan yang tidak sejalan dengan syariat Islam, seperti pacaran, bercampur aduknya laki-laki dan perempuan, serta membawa tumpeng ke dalam gereja.

“Akibatnya film ini merusak gambaran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam di tanah air,” jelas Umi Irena.

Irena Center juga menyeru agar masyarakat, terutama Umat Islam, m…

Umat Dukung Ketum FPI KH Shobri Lubis, Tagar #KamiBersamaASL Jadi Trending Di Twitter



Rabu, 11 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Umat Islam dan rakyat Indonesia semakin nyata saja mendukung perjuangan Front Pembela Islam (FPI) dan Ketua Umum DPP FPI KH Ahmad Shobri Lubis di dalam menegakkan amar ma'ruf nahi munkar.

Begitu mendengar Ketua Umum KH Shobri Lubis akan diperiksa karena dituding terlibat makar, sontak para netizen Muslim memberikan respons mendukung penuh Kyai Shobri.

Tagar "#KamiBersamaASL" (ASL = Ahmad Shobri Lubis) pun melesat jadi trending di Twitter.

Setelah sebelumnya beredar kabar bahwa hari Rabu, 11 September 2019, polisi akan memanggil Kyai Shobri dalam kasus dugaan upaya makar.

Tak hanya itu, tagar #KamiBersamaKetumFPI kemudian juga menyusul menjadi trending, menunjukkan spontanitas umat Islam dan netizen Muslim memberikan tagar dukungan karena tak rela Ketum FPI dijerat dengan tudingan makar.

Kyai Shobri akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang dilaporkan Suriyanto, seorang pendukung Jokowi.

Laporan bernomor LP/B/0391/IV/2019/Bareskrim tanggal 19 April 2019.

Dalam surat laporan yang beredar di kalangan media disebut, perkara itu merupakan peristiwa yang terjadi di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu, 17 April 2019.

Padahal, pada tanggal tersebut Kyai Shobri tidak berada di Kertanegara.

Kuasa hukum KH Shobri Lubis, Ustadz Munarman kemudian mengatakan laporan tersebut error in persona.

"Saya selaku salah satu kuasa hukum KH Shabri Lubis menyatakan bahwa panggilan tersebut sepertinya error in persona," kata Ustadz Munarman kepada wartawan, Selasa (10/9/2019).

Ustadz Munarman mengungkapkan, pada 17 April, KH Shobri Lubis tidak berada di Kertanegara.

"Pasal yang dituduhkan adalah pasal Makar yang di dalam surat panggilan disebut terjadi di jalan Kertanegara pada tanggal 17 April 2019. KH Shabri Lubis tidak tahu menahu peristiwa makar apa yang terjadi di jalan Kertanegara pada tanggal 17 April 2019 tersebut, sebab beliau tidak berada di situ pada tanggal 17 April 2019," jelasnya.

KH Shobri Lubis, kata Ustadz Munarman, bingung terkait pemanggilan di Polda Metro Jaya. Saat ini KH Shobri sendiri juga sedang berdakwah syiar agama Islam berkeliling Indonesia.

"Jadi sampai saat ini, KH Shabri Lubis bingung dengan panggilan tersebut. Saat ini beliau sedang safari dakwah keliling Indonesia, sampai hari Jumat nanti," kata Ustadz Munarman.

Menarik disimak, apa kata warganet di Twitter yang menyuarakan tagar tersebut.

Pangeran MANGKU480 cah AYU dengan akun Twitter, @49TKGbagi2PAJAK menuliskan "#KamiBersamaASL. Azab dari TUHAN, utk mrk yg berhati BESI, tdk peduli pd imamMAHDI yg lemah ekonomi."

Kemudian, Noah Vossen dengan akun, @FelipeSwanstAU, menulis "Rezim panik, Rezim by Orders, Rezim Pathetic Moron. #KamiBersamaASL #KamiBersamaASL @Anggraini_4yu @AzzamIzzulhaq @ronavioleta @DSmillingEzra @KingPurw4"

Mendapat dukungan luas umat Islam, namun ternyata di Twitter ada pula segelintir pihak yang tidak mendukung Kyai Shobri, yaitu para pembenci FPI.

Para pembenci FPI ini walaupun secara real (di dunia nyata) jumlahnya sedikit, tetapi mereka memiliki pengaruh di media sosial karena disinyalir mempunyai pasukan akun-akun robot (akun palsu) yang cukup banyak.

Foto: KH Shobri Lubis dan Habib Rizieq Shihab

Sumber: viva.co.id dan lainnya



Komentar


  1. Kami dari pengurus pondok pesantren dan majlis se cibodas kota tangerang siap berada di belakang ulama istiqomah dan siap berjuang bersamanya...
    Kh.shobri Lubis adalah ulama istiqomah di jalan Alloh...
    Jangan kriminilisasi ulama
    Sadar wahai pejabat dan aparat jika kau dhzolimi para ulama tunggu saatnya Alloh akan menurunkan adzab bagi mu...

    BalasHapus
  2. Cucu nabo ydk sprti HRS gitu igelar iti sangat suci didepan Alloh coba perhatikam apa tingla laku dia cermin Islam apa bukan renungkan

    BalasHapus
  3. Izin ya admin..:)
    Hadir dan Menangkan hadiah nya tempat bermain poker 8 game dengan hanya 1 userid saja sudah bisa menikmati permainan kami di arenadomino(com)
    silahkan langsung daftarkan diri anda bersama kami dengan pelayanan 24jam dan proses cepat yang kami berikan untuk kenyamanan anda semua dalam bermain di tempat kami segera bergabung peluang menang menunggu anda...
    WA +855 96 4967353

    BalasHapus
  4. Propaganda FPI terus muncul. Monggo,,, yg penting kita hrs Waspada dan trs pantau gerakannya, sekecil Apapun FPI Lakukan anarkis kita di Belakang aparat TNI/POLRI kita bubarrkan, kalau msh bandel kita Gebuk.

    BalasHapus
  5. Mesti Setiap ada kasus Hukum yg menimpa anggota FPI, pasti main keroyokan , seperti hukum di Indonesia milik dia FPI

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…