Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Kaltim Galang Dana Banjir Kota Samarinda Di Tiga Lokasi Di Kota Balikpapan

Selasa, 2 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hampir sepekan banjir yang melanda ibukota Provinsi Kaltim Kota Samarinda, yang terjadi di awal memasuki hari raya Idul Fitri hari Ahad, 1 Syawal 1441 H / 24 Mei 2020 lalu.

Intensitas curah hujan yang sangat tinggi malam hingga pagi harinya dalam beberapa jam menyebabkan bendungan Benanga di Samarinda Utara meluap, dan sejumlah wilayah kota Samarinda terutama daerah Utara yang berdataran rendah terendam banjir, sebagian rumah warga masyarakat tergenang banjir dan memutus aktifitas warga seperti hari-hari biasanya.

FPI Kaltim dan sayap juang bergerak di Balikpapan, mengagendakan kegiatan berupa penggalangan dana di sejumlah titik wilayah yang disepakati dalam musyawarah anggota dan pengurus DPC FPI di Balikpapan untuk membantu korban yang terdampak banjir di Kota Samarinda.

Rencana untuk Galang dana tersebut, yang nantinya total dari hasil penggalangan dana di sejumlah titik akan di kirimkan langsung melalui rekening DPD FPI Kaltim ataupun …

Tri Susanti Siap Penuhi Panggilan Polisi Sebagai Tersangka Terkait Aksi Ke Wisma Papua Di Surabaya



Senin, 2 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Kondisi korlap aksi yang mendatangi Asrama Mahasiswa Papua (AMP), Tri Susanti atau Mak Susi disebut sudah sehat.

Mak Susi pun siap memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan penyebaran hoaks.

Sebelumnya, Mak Susi telah dipanggil sejak Jumat (30/8). Namun karena kondisinya yang tidak fit, pengacara Mak Susi, Sahid terpaksa meminta jadwal pemanggilan mundur.

Sementara saat ditanya kondisi Mak Susi hari ini, Sahid mengatakan kliennya sudah sehat. "Sekarang sudah sehat," kata Sahid kepada detikcom di Surabaya, Senin (2/9/2019).

Tak hanya itu, Sahid menambahkan Mak Susi juga siap untuk diperiksa. Rencananya, Mak Susi akan mendatangi Mapolda Jatim sekitar pukul 10.00 WIB.

"Iya Mak Susi siap memenuhi panggilan polda hari ini jam 10.00 WIB," pungkas Sahid.

Polisi telah menetapkan Susi sebagai tersangka kasus hoaks dan ujaran kebencian. Ada beberapa pasal yang menjerat Mak Susi.

Di antaranya Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 4 UU 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan/atau Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1 dan/atau ayat 2 dan/atau Pasal 15 KUHP.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Koordinator Ormas FKPPI Tri Susanti memang mengakui bahwa ia dan pasukannya (FKPPI) mendatangi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya pasca insiden pembuangan bendera merah putih di selokan. Namun tujuannya demi untuk membela bendera merah putih yang diduga dilecehkan dan dibuang oleh mahasiswa Papua.

Pembuangan bendera merah putih di selokan pada hari Jum'at (16/8/2019) itu menyebabkan kemarahan warga masyarakat sehingga Surabaya, sehingga akibatnya 43 Mahasiswa Papua yang dituding terlibat insiden pembuangan bendera merah putih sempat diamankan oleh kepolisian.

Koordinator Ormas Tri Susanti alias Susi yang berasal dari FKPPI alias Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia menjelaskan situasi yang sebenarnya.

Tri kemudian mengungkap fakta bahwa selama ini Asrama Mahasiswa Papua memang menolak untuk memasang bendera merah putih.

Tri Susanti mengaku membawa pasukannnya (FKPPI) untuk menegakkan bendera merah putih di Asrama Mahasiswa Papua.

Susi menyatakan selama ini para penghuni Asrama Mahasiswa Papua enggan menjalankan tradisi memasang bendera merah putih menjelang peringatan kemerdekaan RI 17 Agustus.

"Kami ini hanya ingin menegakkan bendera merah putih di sebuah asrama. Selama ini mereka menolak untuk memasang," tegas Susi koordinator Ormas FKPPI saat ditemui awakmedia di Polda Jatim, Selasa (20/8/2019).

Perempuan yang tergabung di Ormas Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI) itu menolak aksi mereka ditafsirkan sebagai aksi pengusiran mahasiswa Papua.

"Jadi kami tidak berkeinginan untuk menolak mengusir ataupun kasih kepada mereka. kami hanya ingin di asrama tersebut ada bendera merah putih," tegasnya.

Ia juga membantah ada teriakan bernada rasial yang ditujukan pada mahasiswa Papua di dalam Gedung Asrama Mahasiswa Papua.

"Kalau dibilang bahwa masyarakat Surabaya terjadi bentrok atau ada teriakan rasis, itu sama sekali tidak ada," tegasnya.

Perempuan berambut panjang  itu menegaskan, aksi yang pihaknya lakukan di asrama tersebut hanya ingin memastikan bendera merah putih dipasang tegak jelang perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 74

"tujuan utama kita kita hanya fokus untuk memasang bendera merah putih aja," pungkasnya.

Susi mengatakan, kelompoknya berada di asrama mahasiswa Papua tidak untuk memicu konflik.

Dia menganggap, apa yang terjadi saat ini adalah imbas dari distorsi informasi di media sosial.

"Untuk dampak yang di sana (kondisi Papua Barat) kan mungkin ada juga yang memelintir di media sosial. Nah ini karena media sosial yang ramai," pungkasnya.

Di dalam forum yang berlangsung di ruang pertemuan Gedung Dirintelkam Mapolda Jatim itu, Susi mengaku sempat memberikan beberapa usualan agar potensi bentrok tak lagi terjadi dan keharmonisan antar masyarakat yang majemuk di Surabaya tetap terawat.

Foto: Tri Susanti (Mak Susi)

Sumber: detik.com dan tribunnews.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…