Langsung ke konten utama

Featured Post

KPK Hentikan 36 Kasus, Pengusutan Perkara Korupsi Dinilai Bisa Jadi Barang Dagangan

Ahad, 23 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Langkah KPK mengumumkan penghentian penyelidikan 36 kasus dinilai bakal berdampak negatif pada upaya pemberantasan korupsi.

Mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas, berkata komisi antikorupsi sebelumnya tidak pernah mengumumkan penghentian kasus dalam tahap penyelidikan.

Menurut Muqoddas, meski proses penyelidikan rumit dan panjang, terdapat potensi munculnya barang bukti baru di kemudian hari. Artinya, kata dia, kasus tersebut dapat bergulir ke tahap selanjutnya.

"Kalau ada sejumlah perkara yang belum ditemukan alat buktinya yang lengkap, itu tidak diumumkan kepada masyarakat, bahwa tahap penyelidikan, apalagi jumlahnya 36 kasus, dinyatakan dihentikan," kata Busyro kepada BBC News Indonesia, Jumat (21/02).

"Itu tidak pernah dilakukan karena tahap penyelidikan adalah tahap yang bersifat rahasia," tuturnya.

Muqoddas menilai publikasi penghentian penyelidikan berpotensi dijadikan bahan negosiasi oleh orang-orang yang terjera…

Tokoh Papua Yang Diundang Ke Istana Ternyata Eks Timses Jokowi, Pigai: Bikin Malu Wibawa Presiden


Rabu, 11 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Langkah Presiden Joko Widodo mengundang dialog para tokoh dari Papua dan Papua Barat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9) mengundang cibiran masyarakat.

Ini lantaran Abisai Rollo yang memimpin rombongan tokoh Papua adalah tim sukses Jokowi di Pilpres 2019 lalu.

Sementara di satu sisi, pihak Istana menyebut kehadiran Ketua DPRD Jayapura yang juga timses Jokowi itu hanya sebuah kebetulan saja.

Tokoh nasional asal Papua, Natalius Pigai geram melihat pertemuan yang diseting tersebut. Mantan Komisioner Komnas HAM itu bahkan menyebut pertemuan itu sebagai sebuah rekayasa amatiran yang mempermalukan wibawa presiden.

“Ini sangat mempermalukan wibawa kepala negara,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (10/9).

Menurutnya, jika kejadian ini terjadi di era pemerintahan Soeharto, maka bawahan atau orang yang melakukan rekayasa secara amatir akan dipecat.

“Sebab, negara semakin tidak berwibawa karena masalah serius tentang bangsa dilakukan secara abal-abal,” sambungnya.

“Jokowi harus diselamatkan,” tegas Pigai.

Sumber: rmol.co.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…