Langsung ke konten utama

Featured Post

Tony Rosyid: Siapapun Capres PDIP 2024, Anies Harus Disingkirkan Dulu

Ahad, 23 Februari 2020

Faktakini.net

*Siapapun Capres PDIP 2024, Anies Harus Disingkirkan Dulu*

*Tony Rosyid*
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Salah ketik! Ini dia! Satu kesalahan yang selama ini dicari dan ditunggu, ketemu! Bahan bagus. Bahkan bagus banget. Gak boleh dilewatkan!

Kalau merasa salah, mundur aja! Kata Gilbert Simanjuntak, seorang anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP. Ini cacat administrasi, cacat hukum, katanya lagi. KPK harus turun, lanjutnya.

Ini manipulasi. Ini pembohongan publik, kata Prasetyo Edi Marsudi, ketua DPRD DKI dari PDIP. Hari ini saya masih punya palu. Kalau dia keras, saya akan keras, katanya lagi.

Apa sih masalahnya, sampai keras-kerasan begitu? Sampai bilang manipulasi, pembohongan publik, KPK harus turun, dan minta ada yang mundur. Situasinya seperti mau kiamat aja.

Ini hanya soal surat Pemprov DKI ke mensesneg terkait ijin penyelenggaraan ajang Formula E yang akan menggunakan kawasan Monas. Begitu menurut penjelasan Syaefullah, Sekda DKI. Dalam su…

Tegas! Tanggapi Disertasi 'Legalisasi Zina', Imam FPI Banten: Murtad Yang Halalkan Perzinahan, Segera Tobat!



Sabtu, 7 September 2019

Faktakini.net, Banten - Alhamdulilah Front Pembela Islam (FPI) baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam melaksanakan kegiatannya selama ini tidak pernah mengemis apalagi dibiayai oleh para taipan, politisi dan semacamnya.

Tetapi seluruh kegiatan FPI dibiayai oleh anggota dan simpatisan FPI sendiri, serta umat Islam yang mendukung perjuangan FPI di dalam menegakkan amar ma'ruf nahi munkar.

Ternasuk dalam Musda ke-2 DPD FPI Banten dilakukan di MS FPI Banten Jln Raya Cipanas-Warung Banten Km-4, PPS Al-Futuhitah Banjar Pahingeun-Banjar irigasi-Lebak-Banten-indonesia, pada hari Jum'at, Sabtu & Ahad Tanggal 6,7,8 Muharram 1441 H/6,7,8 September 2019 M.

Di kesempatan Musda II ini, Imam DPD FPI Banten KH Abuya Ahmad Qurthubi Jaelani pun secara tegas menepis hoax dan fitnah yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam terkait pelaksanaan Musda ke-2 DPD FPI Banten.

Buya Quthubi menegaskan pembiayaan Musda ke-2 DPD FPI Banten dibiayai oleh anggota FPI Banten sendiri dari berbagai tingkat DPRa, Desa, DPC, Kecamatan, Kabupaten, di tingkat DPD Provinsi dan seterusnya.

Besarnya iuran bermacam-macam ada yang Rp 10 ribu, Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 1 juta, ada yang Rp 30 juta bahkan ada yang jual mobil Rp 270 juta. Semuanya murni dari anggota FPI sendiri.

"Itu (biaya Musda) semua murni dari FPI, tidak ada dana dari luar!", tegas Buya Qurthubi.
Beliau pun mengungkap masih banyak umat Islam yang peduli pada perjuangan FPI dan membantu tanpa diminta termasuk dalam pelaksanaan Musda ke-2 DPD FPI Banten.

"FPI bukan ladang untuk mencari keuntungan duniawi, FPI adalah lahan untuk berjuang membela agama, bangsa dan negara, semata-mata mencari ridho Allah", tegas Buya.
Buya menyebut orang yang memfitnah FPI adalah orang yang belum paham bagaimana jaminan Allah untuk orang-orang yang bertakwa kepada Allah.

"Jaminan Allah, adalah jaminan yang pasti, Jaminan Allah siapapun hamba Allah yang bertakwa, betul-betul mengajarkan agama Allah, menyebarkan syariat Allah dengan apa segala resiko, ditanggung jawab rizkinya oleh Allah SWT", ujar Buya dalam video dari channel youtube FRONT TV yang diterima oleh Redaksi www.faktakini.net

"Jadi fitnah diluar ada pendanaan berbagai macam, antum bisa saksikan, semua anggota (FPI Banten) dari Ujung Kulon sana, dari Cigemblong sampai Ujung Karet, dari Utara ke Kulon, dari Barat (dan lainnya) semua datang kesini tidak ada yang dibayar, mereka ongkos sendiri, datang sendiri, disini ala kadarnya, ada jaminan dimakan, tidak ada ya kita puasa, karena mereka semata-mata mencari keridhoan Allah SWT", lanjut Buya.

"Alhamdulillah tidak ada sejarah, tidak ada cerita orang FPI kelaparan, karena mereka tulus, dididik untuk ikhlas berjuang di jalan Allah dengan sepenuh jiwa dan semampunya harta, alhamdulillah", ujarnya.

Jadi jangan dengarkan fitnah-fitnah diluar bahwa FPI menerima dana (kelompok) Radikalis, pemberian dari pejabat yang punya tujuan tertentu dan sebagainya.
Pelaksanaan Musda ini berkat iuran dan infaq dari para peserta itu sendiri.

Dan yang hadir ke Musda ke-2 DPD FPI Banten ini pun, yang tidak mampu berinfaq bahkan tidak punya apa-apa juga diajak oleh temannya yang pakai mobil, mereka dibantu dan saling membantu semata karena cinta kepada Allah SWT, ujar Buya.

Buya Qurthubi kemudian menyinggung bahayanya pemikiran liberal termasuk soal disertasi ngawur "Legalisasi Zina" yang diproduksi oleh Abdul Aziz Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

"Menghalalkan perzinahan (adalah) murtad, segera tobat!', tegas Buya.

"Siapapun yang menghalalkan sesuatu yang diharamkan ijma ulama, semua (Ulama) sudah sepakat, lalu ada orang yang menghalalkannya (maka ia) murtad, harus segera tobat!"

"Tobatnya pertama harus membaca syahadat Asyhadualla Ilahailallah wa Asyhadu anna muhammadar rasulullah, kalau (tobatnya) langsung baca istighfar tanpa syahadat tidak akan diterima oleh Allah SWT, Orang yang murtad tobatnya bukan dengan istighfar, tobatnya harus dengan Asyhadualla Ilahailallah wa Asyhadu anna muhammadar rasulullah", tegas Buya.

Saksikan selengkapnya video wawancara FRONT TV dengan Imam DPD FPI Banten KH. Buya Qurthubi Jaelani di Diklat dan Musda DPD FPI Banten, tersebut, klik:
https://youtu.be/YpuwJqWcCF8

      *Subscribe Youtube Fronttv :*
      www.youtube.com/c/fronttv
            http://www.front-tv.net

     *Kunjungi Website Resmi FPI :*
             www.fpi-online.com
                www.fpi-dki.com
             www.fpi-banten.com
               www.fpi-jabar.com
             www.fpi-jateng.com
               www.fpi-jatim.com

*Mohon Bantu Sebarkan Sebagai*
     *Amal Sholeh Anda, Semoga*
            *Bermanfaat Amiin*


Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…