Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) M Husein Bantah Hoax Yang Disebar Abu Janda Bahwa Konflik Di Palestina Hanya Ada Di Gaza

Kamis, 19 September 2019
Faktakini.net, Jakarta - Dari Gaza, Palestina, Muhammad Husein menepis hoax yang coba disebarkan oleh Ustadz gadungan Abu Jbidei (Permadi Arya) bahwa konflik di Palestina hanya ada di Gaza. 
Silahkan saksikan video ini:

Tegas! Tanggapi Disertasi 'Legalisasi Zina', Imam FPI Banten: Murtad Yang Halalkan Perzinahan, Segera Tobat!



Sabtu, 7 September 2019

Faktakini.net, Banten - Alhamdulilah Front Pembela Islam (FPI) baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam melaksanakan kegiatannya selama ini tidak pernah mengemis apalagi dibiayai oleh para taipan, politisi dan semacamnya.

Tetapi seluruh kegiatan FPI dibiayai oleh anggota dan simpatisan FPI sendiri, serta umat Islam yang mendukung perjuangan FPI di dalam menegakkan amar ma'ruf nahi munkar.

Ternasuk dalam Musda ke-2 DPD FPI Banten dilakukan di MS FPI Banten Jln Raya Cipanas-Warung Banten Km-4, PPS Al-Futuhitah Banjar Pahingeun-Banjar irigasi-Lebak-Banten-indonesia, pada hari Jum'at, Sabtu & Ahad Tanggal 6,7,8 Muharram 1441 H/6,7,8 September 2019 M.

Di kesempatan Musda II ini, Imam DPD FPI Banten KH Abuya Ahmad Qurthubi Jaelani pun secara tegas menepis hoax dan fitnah yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam terkait pelaksanaan Musda ke-2 DPD FPI Banten.

Buya Quthubi menegaskan pembiayaan Musda ke-2 DPD FPI Banten dibiayai oleh anggota FPI Banten sendiri dari berbagai tingkat DPRa, Desa, DPC, Kecamatan, Kabupaten, di tingkat DPD Provinsi dan seterusnya.

Besarnya iuran bermacam-macam ada yang Rp 10 ribu, Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 1 juta, ada yang Rp 30 juta bahkan ada yang jual mobil Rp 270 juta. Semuanya murni dari anggota FPI sendiri.

"Itu (biaya Musda) semua murni dari FPI, tidak ada dana dari luar!", tegas Buya Qurthubi.
Beliau pun mengungkap masih banyak umat Islam yang peduli pada perjuangan FPI dan membantu tanpa diminta termasuk dalam pelaksanaan Musda ke-2 DPD FPI Banten.

"FPI bukan ladang untuk mencari keuntungan duniawi, FPI adalah lahan untuk berjuang membela agama, bangsa dan negara, semata-mata mencari ridho Allah", tegas Buya.
Buya menyebut orang yang memfitnah FPI adalah orang yang belum paham bagaimana jaminan Allah untuk orang-orang yang bertakwa kepada Allah.

"Jaminan Allah, adalah jaminan yang pasti, Jaminan Allah siapapun hamba Allah yang bertakwa, betul-betul mengajarkan agama Allah, menyebarkan syariat Allah dengan apa segala resiko, ditanggung jawab rizkinya oleh Allah SWT", ujar Buya dalam video dari channel youtube FRONT TV yang diterima oleh Redaksi www.faktakini.net

"Jadi fitnah diluar ada pendanaan berbagai macam, antum bisa saksikan, semua anggota (FPI Banten) dari Ujung Kulon sana, dari Cigemblong sampai Ujung Karet, dari Utara ke Kulon, dari Barat (dan lainnya) semua datang kesini tidak ada yang dibayar, mereka ongkos sendiri, datang sendiri, disini ala kadarnya, ada jaminan dimakan, tidak ada ya kita puasa, karena mereka semata-mata mencari keridhoan Allah SWT", lanjut Buya.

"Alhamdulillah tidak ada sejarah, tidak ada cerita orang FPI kelaparan, karena mereka tulus, dididik untuk ikhlas berjuang di jalan Allah dengan sepenuh jiwa dan semampunya harta, alhamdulillah", ujarnya.

Jadi jangan dengarkan fitnah-fitnah diluar bahwa FPI menerima dana (kelompok) Radikalis, pemberian dari pejabat yang punya tujuan tertentu dan sebagainya.
Pelaksanaan Musda ini berkat iuran dan infaq dari para peserta itu sendiri.

Dan yang hadir ke Musda ke-2 DPD FPI Banten ini pun, yang tidak mampu berinfaq bahkan tidak punya apa-apa juga diajak oleh temannya yang pakai mobil, mereka dibantu dan saling membantu semata karena cinta kepada Allah SWT, ujar Buya.

Buya Qurthubi kemudian menyinggung bahayanya pemikiran liberal termasuk soal disertasi ngawur "Legalisasi Zina" yang diproduksi oleh Abdul Aziz Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

"Menghalalkan perzinahan (adalah) murtad, segera tobat!', tegas Buya.

"Siapapun yang menghalalkan sesuatu yang diharamkan ijma ulama, semua (Ulama) sudah sepakat, lalu ada orang yang menghalalkannya (maka ia) murtad, harus segera tobat!"

"Tobatnya pertama harus membaca syahadat Asyhadualla Ilahailallah wa Asyhadu anna muhammadar rasulullah, kalau (tobatnya) langsung baca istighfar tanpa syahadat tidak akan diterima oleh Allah SWT, Orang yang murtad tobatnya bukan dengan istighfar, tobatnya harus dengan Asyhadualla Ilahailallah wa Asyhadu anna muhammadar rasulullah", tegas Buya.

Saksikan selengkapnya video wawancara FRONT TV dengan Imam DPD FPI Banten KH. Buya Qurthubi Jaelani di Diklat dan Musda DPD FPI Banten, tersebut, klik:
https://youtu.be/YpuwJqWcCF8

      *Subscribe Youtube Fronttv :*
      www.youtube.com/c/fronttv
            http://www.front-tv.net

     *Kunjungi Website Resmi FPI :*
             www.fpi-online.com
                www.fpi-dki.com
             www.fpi-banten.com
               www.fpi-jabar.com
             www.fpi-jateng.com
               www.fpi-jatim.com

*Mohon Bantu Sebarkan Sebagai*
     *Amal Sholeh Anda, Semoga*
            *Bermanfaat Amiin*


Komentar

  1. agen365 menyediakan game : sbobet, ibcbet, casino, togel dll
    ayo segera bergabung bersama kami di agen365*com
    WA : +85587781483

    BalasHapus
  2. Izin ya admin..:)
    Main dan Menangkan permainan bersama kami di ARENADOMINO 8 permainan poker online tanpa robot silahkan main dan buktikan sendiri jika kesulitan bisa
    dibantu dalam pendaftaran silahkan langsung bergabung untuk info lebih jelas WA +855 96 4967353

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…