Langsung ke konten utama

Featured Post

Safari Ziarah Kubur FPI Gresik Dan Sayap Juang Berlangsung Lancar Dan Berkah

Jum'at, 13 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Setiap hari Kamis Malam Jumat, biasanya DPW FSI Gresik yang diketuai oleh al Habib Musthofa Assegaf melakukan rutinan pembacaan Ratibul Haddad dan Kajian Ilmu Fiqih serta pembacaan Buku Buku yang ditulis oleh Imam Besar al Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab.

Kali ini Jajaran Pengurus FPI beserta Sayap Juang dan Laskar FPI Gresik justru melakukan Safari Ziarah Kubur dalam kota dibeberapa Makam Waliyullah di Kota Gresik, yaitu Makam Maulana Malik Ibrahim (Wali Songo), al Qutb al Habib Abubakar Assegaf (Wali Kutub), al Habib Husein bin Abdullah Assegaf, Sunan Giri Assyaikh Sayyid raden Ainul Yaqin (Wali Songo), dan Sunan Prapen, Kamis (12/12/2019).

Pelaksanaan safari Ziarah Kubur dalam Kota ini dibuka langsung oleh al Habib Abdullah Assegaf (Ketua Tanfidz DPW FPI Gresik) dan al Habib Muhammad al Habsyie (pengurus Majlis Maulid Nurul Musthofa) dengan pembacaan Tahlil, Dzikir dan Doa Bersama.

Sudah menjadi tradisi bagi Masyarakat…

Pertanyakan Berbagai Laporan Mandek, Pengurus FPI Datangi Mabes Polri


Jum'at, 13 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Hari ini, Jum'at (13/9/2019) pengurus Front Pembela Islam (FPI) menyambangi Mabes Polri, Jakarta Selatan, untuk bertemu dengan Humas Polri Irjen M Iqbal guna mempertanyakan sejumlah laporan yang pernah mereka laporkan tapi tidak ada kelanjutannya hingga sekarang atau mandek.

Pengurus FPI yang hadir diantaranya adalah KH Slamet Maarif dan Ustadz Maman Suryadi.

Selain itu ada juga Koordinator Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis.

Namun mereka tidak bertemu dengan Iqbal lantaran yang bersangkutan tidak ada di tempat. Pertemuan itu pun akhirnya diwakilkan.

Saat ditanya tujuan kedatangannya, Kyai Slamet menyerahkannya kepada Ustadz Damai untuk menyampaikan agenda pertemuan tersebut.

Ustadz Damai yang juga menjabat sebagai Ketua Korlabi mengatakan ingin mempertanyakan kelanjutan dari laporan-laporan yang pernah mereka lakukan.

Salah satunya adalah lima laporan polisi terhadap Ade Armando yang hingga kini diduga tidak diproses.

"Kita menyampaikan tentang hal-hal semuanya kita sampaikan tadi bahwa kami aktivis yang berada di Ijtimak Ulama, kami ada melaporkan itu soal Ade Armando," katanya.

Ia mengungkapkan setidaknya ada lima laporan yang mandek, bahkan ada satu laporan yang sudah SP3.

Ustadz Damai juga menyinggung pemanggilan yang dilakukan kepada Ketua Umum FPI KH Shobri Lubis oleh Polda Metro Jaya. Kyai Shobri dipanggil untuk menjadi saksi Eggi Sudjana.

Menurut Ustadz Damai, pemanggilan kepada Kyai Shobri untuk saksi Eggi begitu cepat dilakukan.

"Di media ada salah satu Kombes petinggi Polda Metro menyatakan terkait dengan peristiwanya Eggi Sudjana, 17 April di Kartanegara," katanya.

Namun, kata Ustadz Damai, Ustadz Shobri berhalangan hadir karena berada di Aceh. "Artinya sampaikan bahwa ini ada agenda lebih dulu daripada pemanggilan. Sehingga tidak dinyatakan sebagai pembangkangan terhadap panggilan polisi," katanya.

Ustadz Damai pun meminta supaya Polri berlaku adil pada pengusutan laporan-laporan itu.

"Tuntutan keadilan bagaimana sama jangan sampai ada pihak merasa dikriminalisasi, karena terbukti perjalanan ini," tuturnya.

Sumber: cnnindonesia.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…