Langsung ke konten utama

Featured Post

Hj Irena Handono: Kami Menolak Film 'The Santri' Karena Tak Sesuai Ajaran Islam

Senin, 23 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Irena Center yang mengelola pondok pesantren bagi muallaf Muslimah menyatakan menolak film “The Santri” yang disutradarai Livi Zheng, dan telah menimbulkan kontroversi sejak cuplikan promosi tayangan layar lebar itu beredar di masyarakat.

“Irena Center menolak film ‘The Santri’ karena tidak mencerminkan perilaku dan tradisi santri yang sebenarnya,” ujar Pembina Yayasan Irena Center, Hajjah Irena Handono, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hajjah Irena Handono yang akrab disapa Umi Irena itu menjelaskan bahwa ketidaksesuaian film tersebut dengan kehidupan santri yang sesungguhnya adalah karena sejumlah adegan yang tidak sejalan dengan syariat Islam, seperti pacaran, bercampur aduknya laki-laki dan perempuan, serta membawa tumpeng ke dalam gereja.

“Akibatnya film ini merusak gambaran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam di tanah air,” jelas Umi Irena.

Irena Center juga menyeru agar masyarakat, terutama Umat Islam, m…

Mobil Rescue PDIP Tabrakan Dengan Pengendara Sepeda Motor Di Surabaya, Tiga Orang Menjadi Korban


Rabu, 11 September 2019

Faktakini.net, Surabaya - Terjadi kecelakaan lalu lintas terjadi antara mobil rescue (ambulance) PDIP dengan sepeda motor Honda Vario. Kecelakaan terjadi di perempatan Jalan Kalianyar dekat SD Petra, perempatan Undaan Kulon seberang jalan Gembong, Surabaya, Jawa Timur.

Akibat tabrakan ini, 3 orang penumpang motor mengalami luka berat.

Beberapa sumber yang berada di lokasi termasuk group WAG ojek online menyebut pengendara sepeda motor itu tewas, namun kebenaran mengenai tewas atau tidaknya belum bisa dipastikan karena berita di Media sangat minim.

Tabrakan itu terjadi antara ambulance PDIP bernomor plat L 301 DK dan Honda Vario M 5269 PT di Traffic Light Undaan Kulon Surabaya, Senin (9/9) malam.

Motor Vario yang rusak itu ditumpangi 3 orang. Di antaranya Sulaiman, Rohman, dan 1 wanita yang belum diketahui identitasnya. Ketiganya dilarikan ke Rumah Sakit Dr Soetomo, lantaran mengalami luka cukup berat.

Mobil ambulance bermerk Suzuki APV berstiker PDIP bergambar anggota legislatif DPRD Kota Surabaya, Tri Didik Adiono itu dikemudikan oleh Dimas Eko Prakoso (23) warga Gundih Rel, Kecamatan Bubutan Surabaya.

Menurut saksi, kejadian berawal saat traffic light dari arah Pecindilan-Undaan Wetan berwarna hijau. Saat itu ambulance sedang melaju kencang. Kemudian melaju melawan arah, dari arah Jagalan ke Kalianyar 3 penumpang Honda Vario.

Di perempatan Undaan Kulon itulah, tabrakan terjadi. Korban bahkan sempat terpental beberapa meter akibat ditabrak mobil rescue PDIP itu.

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait insiden ini, dan berita di media pun tentang mobil rescue PDIP yang menabrak pengendara sepeda motor ini sangat minim.

Berbeda jauh dengan berita saat mobil yang disewa FPI Kendal mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa tahun lalu, saat itu beritanya sangat ramai dan media serta buzzer anti Islam langsung membully FPI habis-habisan.

Foto: Mobil rescue (ambulance) PDIP yang telah memakan korban, dan para pengendara sepeda motor yang menjadi korban

Sumber: pojokpitu.com, group WAG ojek online, dan berbagai sumber




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…