Langsung ke konten utama

Featured Post

Hanya Ikuti Komando Ulama, Kampret Keren Berubah Menjadi B-TeL

Ahad, 17 November 2019

Faktakini.net, Serang - Suatu gerakan masyarakat yang didirikan untuk mendukung Prabowo semata-mata hanya ikut melaksanakan Ijtima' Ulama ke 2, usai pilpres 2019 gerakan tersebut resmi dibubarkan.

Pembubaran gerakan Kampret Keren terjadi pada hari Jum'at (15/11/2019) malam sekaligus didirikan secara resmi gerakan masyarakat yang baru dengan arahan dan tujuan melaksanakan Ijtima' Ulama ke 4 dibawah komando Imam Besar Habib Rizieq Shihab dengan nama B-TeL, masya Allah...

Gerakan B-TeL merupakan singkatan dari Berdiri Tegak Lurus dimana memiliki filosofi untuk mengikuti komando ulama secara tegak lurus dan mandiri, nantinya gerakan kemasyarakatan in jugai bertujuan untuk mengawal Ijtima' Ulama ke 4 dan melakukan kegiatan sosial.

Keputusan Aklamasi Musda II FPI Banten: Abuya Qurthubi Kembali Menjadi Calon Imam Tunggal



Senin, 9 September 2019

Faktakini.net, Lebak -- Setelah dilaksanakan acara rutin lima tahunan sekali yakni Musda II FPI yang kali ini dilaksanakan pada Ahad (05/09/2019) kemarin menghasilkan keputusan secara aklamasi dan korum.

Musda II FPI Banten yang dilaksanakan di Markaz Syari'ah Banten Lebak Gedong Cipanas Lebak Banten itu menghasilkan keputusan oleh para musyawirin yang dihadiri oleh seluruh anggota FPI se-Banten yakni terpilihnya kembali Abuya KH. Ahmad Quethubi Jaelani sebagai calon Imam Tunggal DPD FPI Banten masa periode 2019-2024.

"Berkaitan dengan hasil tadi pleno memutuskan, bahwa antum semua secara aklamasi secara musyawarah mufakat menginginkan ana kembali untuk memimpin FPI Provinsi Banten, saya bukan karena tidak percaya terhadap sidang pleno tadi. Tapi saya ingin meyakinkan karena tadi baru informasi, sedangkan mendengar itu jelas (berbeda) dari melihat, jadi tadi baru mendengar sekarang saya ingin melihat dengan jujur, tulus, ikhlas. Dan saya mau bertanya, maaf ketua dari dpp, bukan tidak percaya hasil keputusan, saya ingin bertanya apakah betul saudara menginginkan saya menjadi imam (FPI Banten) periode berikutnya?" kata Abuya Qurthubi seraya musyawirin mengatakan betul, setuju dan sepakat.

"Sekarang pertanyaan saya, Apakah saya pernah meminta ke seorangpun bahwa saya minta (menjadi imam FPI Banten? Atau kepada orang yang dekat secara kekeluargaan ke kiyai Fachrurozi? Demi Allah, saya tidak meminta jabatan" kata Abuya Qurtubhi seraya musyawirin mengatakan tidak.

Ada yg menarik pada saat imam FPI Banten terpilih periode 2019-2024 yang karib disapa Abuya Qurthubi  menyampaikan sambutannya di akhir acara Musda II FPI Banten, ditengah-tengah jama'ah ada yang mengeluarkan air mata seraya bersyukur atas terpilihnya kembali Abuya Qurthubi menjadi imam FPI Banten.





Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…