Langsung ke konten utama

Featured Post

Sinergi Peduli Asap Palembang, Jambi Dan Riau

Kamis, 17 Oktober 2019
Faktakini.net
Bang Akmal
ALHAMDULILLAH MENUJU PALEMBANG, JAMBI, RIAU
Barakallah Sahabat2 atas support dan dukungan nya. 
Bang Akmal dan Team Menuju Palembang, Jambi, Riau Dengan Mobil Ambulans Membawa Bantuan dan Support dari Kawan2 Lintas Komunitas dan Jamaah. 
Mohon Doanya Agar Perjalanan Pergi dan Pulang Dalam kondisi Sehat Wal Afiat serta Bantuan Dapat Diterima Dilokasi Karhutla. Barakallah Fiikum.
Untuk Turut Support Perlengkapan dan Bantuan Di Lokasi Hubungi : Bang Akmal - 0815 745 74747
Untuk Update dan Perkembangan Bisa Di Pantau dari Status dan Info dr Bang Akmal. Syukron atas Perhatian dan Kontribusinya.
*#sinergi #energi #komunitas #peduli #peduliasap #tanggapbencana #bencanaalam #riau #pekanbaru #jambi #palembang #solidaritas #tolongmenolong #kisspigogreen #syiarislam #gum #salamsantun #emak2mujahidah #muslimahbelaislam #komunitaslantaiatas #bangakmal




Kampus IAIN Larang Cadar, Para Mahasiswi Protes Dan Datangi Rektorat



Jum'at, 6 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa mendatangi gedung rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Senin (2/9/2019).

Mereka mendatangi gedung rektorat kampus tersebut untuk memprotes kebijakan kampus yang melarang penggunaan cadar bagi mahasiswi.

Mahasiswa juga menolak peraturan dan kode etik yang dibuat rektorat IAIN Kendari karena dianggap terlalu berlebihan dan phobia soal cadar.

Partisipan Aliansi Mahasiswa IAIN Kendari, Muammar mengatakan, aturan dan kode etik yang dikeluarkan oleh Rektor dan Wakil Rektor (Warek) III tersebut, dibuat secara sepihak bahkan belum pernah ada sosialisasi terhadap kebijakan tersebut.

“Aksi ini dilakukan karena ada beberapa kode etik yang menurut kami melanggar hak mahasiswa, seperti pada pasal 14 poin 10 yang bermaksud melarang mahasiswi bercadar. Walaupun memang memakai bahasa halus, tapi kalau ini diterapkan maka itu sama saja telah merampak hak mahasiswa,” katanya kepada detiksultra.com.

Karena aksi yang melibatkan sejumlah lembaga kemahasiswaan internal kampus IAIN belum menemukan titik terang, maka mahasiswa menjadwalkan kembali aksi serupa sampai benar-benar masalah ini selesai.

“Tadi itu kami belum ada kesepakatan, karena kami tidak ketemu dengan rektor, sehingga aksi ini akan kami lakukan kembali nanti setelah dilakukan evaluasi,” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi pihak kampus soal penolakan larangan mahasiswa terjadap penggunaan cadar di kampus, sebagaimana yang tercantum dalam pedoman umum tentang kode etik dan tata tertib, regulasi lembaga dan kegiatan kemahasiswaan IAIN Kendari tahun 2019 pada pasal 14 poin 10.

Sumber: detik.com

Komentar


  1. Izin ya admin..:)
    Yuk dapatkan hadiah ny dengan modal 20rb saja sudah bisa menikmati semua permainan poker di ARENADOMINO loh yuk langsung saja.. WA +855 96 496735

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…