Langsung ke konten utama

Featured Post

Hj Irena Handono: Kami Menolak Film 'The Santri' Karena Tak Sesuai Ajaran Islam

Senin, 23 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Irena Center yang mengelola pondok pesantren bagi muallaf Muslimah menyatakan menolak film “The Santri” yang disutradarai Livi Zheng, dan telah menimbulkan kontroversi sejak cuplikan promosi tayangan layar lebar itu beredar di masyarakat.

“Irena Center menolak film ‘The Santri’ karena tidak mencerminkan perilaku dan tradisi santri yang sebenarnya,” ujar Pembina Yayasan Irena Center, Hajjah Irena Handono, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hajjah Irena Handono yang akrab disapa Umi Irena itu menjelaskan bahwa ketidaksesuaian film tersebut dengan kehidupan santri yang sesungguhnya adalah karena sejumlah adegan yang tidak sejalan dengan syariat Islam, seperti pacaran, bercampur aduknya laki-laki dan perempuan, serta membawa tumpeng ke dalam gereja.

“Akibatnya film ini merusak gambaran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam di tanah air,” jelas Umi Irena.

Irena Center juga menyeru agar masyarakat, terutama Umat Islam, m…

HILMI - FPI Perbaiki Rumah Dan Musholla Korban Angin Puting Beliung Di Pontianak



Sabtu, 7 September 2019

Faktakini.net, Pontianak - Hujan lebat disertai angin puting beliung melanda Kota Pontianak, Selasa 13 Agustus 2019 lalu. Musibah ini menimpa hampir di semua Kecamatan Pontianak dan sebagian wilayah di Kabupaten Kuburaya.

Pasalnya, pusaran angin tersebut telah memporak-porandakan beberapa rumah warga yang berada di sekitar wilayah Tanjung Hulu dan Desa Ampera, Kecamatan Kubu Raya.

Menyikapi hal itu, Relawan HILMI-FPI terjun menuju lokasi untuk melihat secara langsung kejadian tersebut serta mendata para korban.

Dari beberapa data yang disampaikan, musibah puting beliung tersebut merupakan yang terparah di tahun ini. Setidaknya 60hunian warga rusak bagian atapnya, lantaran terbawa pusaran angin.

Ketua HILMI, Ust. Munzir melakukan koordinasi dengan DPD FPI Kalbar, DR. Ust. Sahrani. M.pd mengenai musibah ini. Akhirnya, malam harinya diadakan rapat untuk penanganan para korban.

Hasil rapat tersebut, mewajibkan seluruh Relawan HILMI-FPI beserta sayap juang lainnya untuk segera terjun ke lokasi keesokan harinya, Rabu 14 Agustus 2019.

Sayap Juang FPI (HILMI, BAT, LPI, dan MPI) Tiba Paling Pertama Membantu Korban Angin Puting Beliung di Pontianak

Alhamdulillah, esok harinya Relawan HILMI dan FPI tiba paling pertama untuk membantu dan mengevakuasi warga dan rumah yang terkena musibah.

Berkordinasi dengan RT dan RW serta warga sekitar relawan mulai mengerjakan rumah-rumah yang terhempas angin.

Selain rumah warga, ada juga salah satu Mushola yang juga terkena dampak angin puting beliung tersebut, sehingga mengakibatkan rusaknya pondasi atap.

Dengan dana yang seadanya, HILMI membelikan bahan dan peralatan untuk memeperbaiki rumah warga yang rusak.

Akhirnya warga bersama anggota HILMI-FPI bersama-sama membangun rumah dan musholla untuk keberlangsungan beribadah.

Bantuan dari DPW FPI Pontianak sebesar Rp. 8 juta, karena beberapa anggota turun ke jalan untuk mencari sumbangan agar pekerjaan tetap berjalan sampai selesai.

“Alhamdulillah, selama kurang lebih 1 minggu HILMI dan FPI telah memeperbaiki 8 rumah warga (1 rumah guru ngaji) dan 1 Musholla. Di akhir pengeejaan ini, Relawan HILMI dan warga berkumpul di Mushollah untuk bersama sama mengucap Syukur kepada ALLAH SWT karena rumah-rumah warga telah layak ditempati kembali akibat bencana ini,” kata ustad Munzir, Ketua DPW FPI kota Pontianak.

Beberapa sayap juang dari FPI seperti HILMI, LPI, BAT serta Mujahidah yang berjumlah sekitar 18 orang turut serta membantu dan rutin ikut memperbaiki. Karena relawan dari sayap juang lainnya setidaknya mengirim 2 anggota yang terjun memperbaiki.

“Warga sangat antusias kepada FPI dan mendukung segala program yang tercipta oleh FPI. Sekarang dengan beberapa kejadian yang ada di kota Pontianak ataupun sekitarnya. Terbukti Bahwa Relawan HILMI – FPI selalu menjadi yang terdepan dan tercepat dalam penanganan aksi sosial kepada masyarakat,” tuntasnya

Berikut ini daftar nama korban yang rumahnya diperbaiki dan diberikan bantuan oleh tim HILMI – FPI :

Suwarnio : Bantuan 7 Ring Seng + 21 Keping Seng

Dedi Sutrisno : Bantuan 12 Ring seng + 12 Kasau 4 X 6

Bayu Tamin : Bantuan 26 keping Seng

Julianda : Bantuan 40 Keping Seng + Kasau 15 batang + 20 Ring Seng + 6 lampu dan instalasi

Yusran : Bantuan 70 Keping Seng + 6 Kayu Kasau + 6 Ring Seng + 3 Tiang 77 + 20 Keping Triplek + 5 lampu dan Instalasi

Nenek Da’al : Bantuan 20 Keping seng + 6 kayu Kasau + 5 lampu + Instalasi
Zubaidah : Bantuan 10 Kayu 7 7 + 20 Kayu 44 + 40 Ring Seng

Fuji Astuti : Bantuan Tenaga karena bahan logistic tuan rumah yang menyediakan untuk perbaikan

Musholla AL Luqman : Bantuan 1 Roll Kabel + Lampu dan Instalasi

Sumber: hilalmerahindonesia.com



Komentar

  1. ayo tes keberuntungan kamu di agen365*com :D
    WA : +85587781483

    BalasHapus
  2. Izin ya admin..:)
    Suntuk di rumah yuk gabung dan menangkan permainan kartu bersama kami hanya di ARENADOMINO 8 game kami sediakan untuk kalian semua so tunggu ap lagi yukk... WA +855 96 4967353

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…