Langsung ke konten utama

Featured Post

Persatuan Cendekiawan Internasional Kutuk Penangkapan Imam Masjid Al-Aqsha

Ahad, 31 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Sekretaris Jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS), Syekh Ali Muhyiddin Al-Qaradaghi, menegaskan penangkapan Imam dan Khatib Masjid Al-Aqsa Syekh Ikrima Sabri adalah intervensi terang-terangan pendudukan Israel terhadap pengelolaan tempat suci Islam.

Syekh Sabri ditangkap di rumahnya di Yerusalem Timur pada hari Jumat, ditahan selama berjam-jam, kemudian membebaskannya dan mendeportasinya dari Al-Aqsa selama sepekan .

“Kami mengimbau dunia Arab dan Islam dan semua organisasi internasional dan hak asasi manusia untuk menuntut penghentian praktik-praktik agresif ini,” ujar Al-Qaradaghi dikutip dari Anadolu, Ahad (31/5).

Ia menambahkan, “Ini adalah pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia dan gangguan mencolok dalam urusan tempat-tempat suci.”

IUMS mengutuk dan mencela tindakan terhadap Sheikh Sabri, dan menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam, PBB, dan organisasi hak asasi manusia untuk melindungi …

HILMI - FPI Akan Kirim Motor Serbaguna Pengangkut Air Bersih Untuk Warga Dowora Maluku Utara



Kamis, 5 September 2019

Faktakini.net, Jakarta -  Perjalanan tim relawan Habib Mukhsin Ketua DMI Maluku Utara, bersama Bpk. Rudi dari Masjid Abu Bakar, salah seorang Doktor dari Sumatera Utara dan HILMI-FPI, berlanjut ke Desa Dowora sebagai salah satu wilayah yang menjadi program Para Relawan pasca gempa Halmahera.

Desa Dowora merupakan yang terletak di antara Pulau Bacan dan Pulau Halmahera di Provinsi Maluku Utara.

Dowora secara admistratif masuk dalam Kecamatan Gane Barat Selatan Kabupaten Halmahera Selatan. Dowora termasuk desa yang terdampak akibat guncangan gempa magnitudo 7.2 SR, pada 14 juli 2019 lalu.

Di lokasi ini, tim relawan sempat menginap di Wayatim, lalu berlanjut ke Desa Dowora.

Rencananya, HILMI-FPI bersama relawan DMI dan Masjid Abu Bakar akan memberikan bantuan pengadaan motor Kaisar (motor serbaguna) untuk mengangkut air bersih ke seluruh Warga Dowora.

Kondisi Warga Dowora Sangat Memprihatinkan
Pasalnya, di wilayah ini sudah mengalami krisis air di Desa Dowora lebih dari 50 tahun lamanya. Bayangkan, sekian lamanya mereka (para warga) tidak pernah merasakan air bersih secara utuh.

Lalu, bagaimana cara mereka bisa mendapat air bersih? Tentu mereka harus membelinya. Mereka harus membeli air bersih dengan jarak yang cukup jauh menyebrangi selat.

Begitu kembali, air tersebut juga harus kembali didorong dengan DAM yang jaraknya cukup jauh juga. Sungguh derita yang cukup memprihatinkan.

Masyarakat membeli air tersebut dengan harga Rp 20.000 untuk satu tong yang berisi sekitar 50 liter. Air ini biasanya habis dalam waktu sehari untuk satu keluarga.

Untuk setiap rumah, warga ditetapkan hanya boleh membeli 800 liter air bersih atau setara dengan empat drum. Akibat kondisi itu, warga harus menghemat air bersih.

“Kami datang ke wilayah ini berdialog dengan warga, ada juga beberapa rumah yang rusak yang harus menjadi perhatian. Warga mengajukan kepada kami agar kiranya dapat menyediakan motor boat Kaisar. Alhamdulillah dari DPP HILMI-FPI menyanggupkan dengan menyiapkan dana minimal Rp. 15 juta,” ungkap Habib Ali Alhamid, Ketua DPP HILMI.

Motor tersebut, lanjut bib Ali, mereka butuhkan buat operasional di kampung mereka termasuk untuk mengangkut air bersih.

“Kita nyiapin dana Rp. 15 juta, namun masih kurang Rp. 17 juta lagi untuk dapat membeli Kaisar baru 200cc dobel gardan. Berikut ongkos, kalau tanpa surat Rp. 32 jt faktur aja, kalau berikut surat dan ongkos Rp. 36 jt,” tandasnya.

HILMI-FPI Mengajak Bantu Warga Dowora Yang Tidak Memiliki Sumber Air Bersih Selama Lebih Kurang 50th

Habib Ali juga mengumumkan seraya mengundang kepada para relawan, siapapun orangnya, baik dari agama dan etnis apapun yang memiliki rasa kepedulian terhadap saudara-saudaranya di Desa Dowora, beliau mengundangnya untuk bersama-sama menyediakan air bersih untuk para warga di Desa Dowora.

“Bagi relawan yang memiliki keahlian menentukan titik air silahkan, bagi yang memiliki keahlian untuk mengebor silahkan. Kalau semisal anda memiliki kemampuan tadi, namun terbentur biaya akan kita pikirkan. Itupun jikalau belum ada tanggapan dari Pusat maupun Daerah, akan tetapi kalu sudah ada itu jauh lebih baik,” kata bib Ali.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Dowora mengucapkan terimakasih kepada para tim relawan yang sudah datang jauh-jauh kesini melihat secara langsung kondisi masyarakat di Desa Dowora ini.

“Saya juga mengucapkan terimakasih telah memberikan santunan kepada warga, Insya Allah semua ini akan membantu juga dengan angkutan air bersih salah satunya dengan motor itu, kami berterimakasih Insya Allah semuanya bisa bermanfaat,” ucap Kades Dowora.


Habib Mukhsin berharap agar Desa Dowora kembali bangkit dan terus bermunajat kepada Allah SWT agar di negeri ini dihindarkan dari segala Bala serta diberikan Rahmat dan Maghfirah dari Allah SWT.

“Alhamdulillah, meski dengan kondisi yang ada kita tetap menjalin silaturahim. Kita jauhi perbuatan maksiat kepada Allah. Mudah-mudahan kita juga dijauhi dari segala permusuhan, perpecahan. Kita datang kesini dengan hati yang lapang, bersih untuk menjalin ukhuwah,” tutup bib Mukhsin.

Foto: Habib Ali Alhamid Ketua HILMI - FPI bersama warga Dowora

Sumber: hilalmerahindonesia.com


Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…