Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Kalbar Tolong Nek Tupai Lalu Bangun Kembali Rumahnya Yang Hangus Terbakar, Masya Allah

Rabu, 16 Oktober 2019

Faktakini.net, Jakarta - Dunia medsos digemparkan dengan viralnya foto seorang wanita tua yang sedang jongkok didekat puing-puing bangunan rumahnya yang hangus terbakar kobaran api, raut wajah tua yang keriput itu mengisyaratkan kondisi pasrah mendalam.

Di foto itu terlihat lengan kirinya sedang menyangga tukang pipi dan tangan kanannya menutupi dahi. Siapapun yang melihat foto tersebut seakan terbawa masuk dalam kecambuk perasaan sang nenek tua misterius itu.

Foto Diviralkan oleh Abdur Rohman Zakia melalui akun sosial facebook.
Menyusul kabar dari anggota HILMI KalBar bahwa wanita tua yang sempat viral beberapa hari sebelumnya adalah nenek dari salah satu anggota LPI Kalimantan Barat bernama Dimas.

Dari cucunya itu deketahui neneknya bernama Lung Ateng atau biasa dipanggil dengan sebutan Nek Tupai oleh warga dikampungnya yaitu Dusun Zakaria RT 003 / RW 008 Desa Tebang Kacang, Kecamatan Sungai Raya kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat.

Mendengar kabar tersebut T…

Hersubeno Arief: Berhati-hatilah Dengan Anies Baswedan!



Senin, 2 September 2019

Faktakini.net

Berhati-hatilah dengan Anies Baswedan!

Oleh : Hersubeno Arief

Pemprov DKI baru saja menggelar pawai peringatan tahun baru 1 Muharram 1441 Hijriah. Acara tersebut merupakan rangkaian dari Jakarta Muharram Festival 2019.

Baru pada kepemimpinan Gubernur Anies R Baswedan acara tersebut digelar. Acaranya meriah habis…..

Warga antusias menyaksikan dan menyambut pawai obor. Acara  dimeriahkan oleh marching band dan marawis,  dari kawasan Monas,sampai ke Jalan Thamrin, dan Sudirman.

Pawai obor selama ini menjadi salah satu ciri khas kegiatan umat Islam menyambut berbagai hari-hari besarnya.

Di media sosial para pembenci (haters)  Anies membulinya habis-habisan. Apalagi ada kegiatan salat maghrib berjamaah pula di Bundaran Hotel Indonesia.

Sebaliknya para pendukung Anies menyambut antusias dan memuji habis kegiatan ini. Bagi umat Islam, khususnya warga Betawi, roh kota Jakarta seakan kembali.

Kegiatan serupa dalam beberapa dasa warsa terakhir, mulai terpinggirkan. Kalah jauh dibanding peringatan Tahun Baru Masehi. Belakangan  yang sangat mencolok adalah peringatan Tahun Baru Cina, Imlek.

Melihat langkah-langkah Anies membenahi ibukota. Menghidupkan kembali tradisi lama, tak mengherankan banyak pengamat menghubung-hubungkan pemindahan ibukota dengan posisinya sebagai Gubernur DKI.

(Banyak kepentingan)

Lantas apa hubungannya pemindahan ibukota dengan Anies?

Ada rivalitas dan benturan kepentingan antara Presiden Jokowi and his gank,  dengan Anies Baswedan. Karena itu,  ibukota harus sesegera mungkin dipindah. Targetnya mempreteli peran dan kewenangan Anies sebagai gubernur ibukota negara.

Pertama dari sisi Jokowi.  Pemindahan ibukota sesegera mungkin dari Jakarta akan membuat Anies Baswedan tak lagi menjadi bayang-bayang Jokowi. Tidak lagi ada matahari kembar.

Dengan posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta,  tak bisa dipungkiri Anies adalah pejabat publik kedua yang paling populer di Indonesia setelah Jokowi.

Berbagai langkahnya membenahi problem perkotaan Jakarta, membuat Anies  sangat populer. Di bawah kepemimpinan Anies, Jakarta menuai berbagai penghargaan tingkat lokal dan internasional.

Jakarta baru saja dinobatkan sebagai salah satu dari tiga kota di dunia yang berhasil membenahi sistem transportasi dan mobilitas kota. Penghargaan diberikan pada ajang Sustainable Transport Award (STA) 2019 yang digelar di Forteleza, Brazil. Padahal selama ini transportasi dan mobilitas kota menjadi salah satu problem terbesar Jakarta.

Banyak yang secara bercanda menyebutnya sebagai “Gubernur Indonesia.”  Gegara  Mendagri Tjahjo Kumolo keseleo lidah.

Sebagai daerah Khusus Ibukota,  menyebabkan Jakarta mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki oleh provinsi lain.

Status dan kewenangannya berbeda dengan gubernur daerah lainnya. Termasuk bila dibandingkan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, maupun Daerah Istimewa Aceh.

Tak heran Basuki Tjahja Purnama (Ahok) ketika menjadi gubernur DKI pernah mengklaim,  posisinya setara dengan menteri. 

Dengan pemindahan ibukota, maka Anies akan kehilangan semua keistimewaan itu.  Statusnya sama dengan kepala daerah lain.  Jakarta kemungkinan juga akan dipecah-pecah menjadi beberapa daerah tingkat dua. Posisi walikota dan bupatinya menjadi lebih otonom.

Sebagai gubernur,  secara berkala Anies  harus berurusan dengan kementerian di Ibukota. Statusnya menjadi “orang daerah” yang lapor ke pusat.

Jadi pemindahan ibukota ini menjadi semacam kudeta tidak berdarah terhadap Anies.

Kedua, dari sisi Ahok,  sekutu dekat Jokowi. Pemindahan ibukota menghidupkan kembali mimpi lamanya menjadi penguasa di ibukota. Dia tak perlu menjajakan diri menjadi Walikota Surabaya, atau Gubernur NTB.

Secara kalkulasi politik, sebelum Pilkada DKI 2017 langkah Ahok sebagai Gubernur DKI (2017-2022) nyaris tak terbendung. Namun gegara tersandung penistaan agama, semuanya berubah total.

Ahok dikalahkan Anies. Eksperimen dan skenario politik etnis Cina yang disokong penuh oleh para taipan,  menjadi berantakan.

Andai saja dia memenangkan Pilkada DKI 2017, besar kemungkinan Ahok  akan digandeng Jokowi sebagai cawapres. Bukan Ma’ruf Amin. Dengan posisi sebagai wapres, peluang Ahok mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2024 terbuka lebar.

Sayang eksperimen dan skenario politik yang berjalan sangat mulus, hasilnya sudah berada di depan mata itu, tiba-tiba menjadi berantakan.

Anies yang menjadi Gubernur DKI.  Dialah sekarang yang paling berpeluang menjadi kandidat presiden. Bukan Ahok. Karena itu langkah Anies harus segera dibendung. Potong di tengah jalan.

Ketiga, dari kepentingan para taipan dan pengembang. Pemindahan ibukota membuka peluang para taipan dan pengembang raksasa untuk kembali menguasai lahan di jantung ibukota.

Mereka sudah lama menimbun harta karun. Tinggal menggalinya.  Sebagian besar dari mereka  sudah menguasai lahan yang akan menjadi ibukota baru.

Di Jakarta lahan sudah habis mereka kapling. Sebagian mulai menggarap daerah pinggiran, seperti Lippo di Karawaci, dan Meikarta. Atau kelompok Ciputra dan Sinar Mas yang menguasai kawasan Serpong.

Tentu hasilnya tidak segurih bila menguasai lahan di jantung ibukota seperti dinikmati kelompok Agung Podomoro, Agung Sedayu, Artha Graha Group Dll.

Bisnis reklamasi yang mereka kembangkan di Pantai Utara Jakarta gagal total. Proyek bernilai ratusan trilyun itu izinnya dibatalkan Anies.  Padahal  di masa Jokowi dan Ahok  semuanya berjalan mulus. 

Kemarahan dan kebencian mereka kepada Anies,  sampai ke ubun-ubun. Eksperimen politik mereka menguasai Indonesia. Menyatukan penguasaan ekonomi dan politik di satu tangan, gagal di tengah jalan. Keuntungan ratusan trilyun mereka  tenggelam pula di laut Utara Jakarta.

Karena itu pemindahan ibukota sudah sangat mendesak. Tak bisa ditunda-tunda lagi. Kompensasi bagi para taipan yang selama ini mendukung Jokowi harus segera ditunaikan.

Seperti pernah disampaikan oleh Ahok saat menjadi Gubernur DKI, Jokowi tidak akan bisa menjadi presiden, tanpa bantuan pengembang. Jelas itu tidak gratis.

Fakta bahwa pemerintah tidak punya dana cukup dari APBN, itu bukan masalah besar. Justru disitulah kata kuncinya.

Konsorsium para taipan dan pemerintah Cina pasti dengan senang hati menyediakan dananya. Apalagi seperti dikatakan Menteri PPN/kepala Bappenas Bambang Soemantri Brojonegoro pemerintah akan seminimal mungkin menyediakan anggaran untuk pembangunan ibukota baru.

Semuanya mengandalkan swasta, dengan skema availability payment. Swasta yang membangun dan pemerintah sebagai pemilik lahan, menyewa. Setelah masa konsesi selesai selama 20 tahun, gedung itu akan menjadi milik pemerintah.

Skema ini mirip dengan BOT (Build Operate Transfer). Bedanya skema ini lebih pasti. Dana pengembang pasti akan kembali. Pemerintah dipastikan akan menyewanya.

Sementara pada BOT,  si pengembang menawarkan sewa ke pihak lain, atau memanfaatkan gedung itu sendiri.

Pengembang mana yang tidak berjingkrak girang mendapat rezeki nomplok semacam itu? 

Tapi tunggu dulu. Itu skenario penguasa. Skenario para taipan. Belum tentu bisa terwujud.

Kalau boleh menyarankan. Belajarlah dari Jakarta. Belajarlah dari kekalahan Ahok. Tidak semua skenario yang dirancang dengan sangat sempurna, akan berhasil. 

Ada campur tangan “kekuatan” lain. Kekuatan di luar kemampuan manusia. Kekuatan berupa takdir.

Juli 2016 Anies Baswedan dicopot sebagai Mendikbud. Kalau melihat kinerja Anies tak ada alasannya bagi Jokowi mereshufflenya.

Kabarnya justru performance Anies yang mencorong menjadi penyebabnya. Dia menjadi ancaman bagi Jokowi. Matahari kembar.

Kurang dari setahun kemudian, pada April 2017 Anies terpilih menjadi Gubernur DKI.  Dengan posisi itu dia malah semakin bersinar terang. Di Jakarta benar-benar muncul dua matahari.

Yang satu di Jalan Merdeka Utara (istana), dan satunya lagi di Jalan Merdeka Selatan (Balaikota DKI).

Jangan-jangan “pemecatan” Anies jilid II dengan cara memindahkan ibukota, justru malah akan membuka takdirnya terpilih menjadi kepala negara.

Tak ada yang pernah tahu perjalanan hidup dan takdir seseorang. Berhati-hati lah. end



Komentar

  1. Mimpi boleh berharap pun boleh
    Tp takdir menentukan Jokowi lebih d cintai rakyatnya,,fakta terpilih 2 x

    BalasHapus
    Balasan
    1. Plus campur kecurangan... Jangan lupa itu hi hi hi...

      Hapus
    2. Mimpi boleh bego jangan..kasian kaum bebal goblok

      Hapus
    3. Anies memang bukan Karena pilihan rakyat tapi rakyat telah di tipu dengan alasan penistaan agama lihat aja apa dia dekat rakyat jawabannyatidak anies tahu itu apakah anies masih mempergunakan kekutan Islam sepeti 212 yang selama ini mendukung anies semoga rakyat kedepannya lebih cerdas dalam memilih pemimpinnya

      Hapus
    4. Dari komen yg gue baca masih kentara kita blm siap menang dan kalah dalam berdemokrasi, mustinya ketika pesta sdh usai dan sdh ditentukan pemenangnya maka kita dukung pemenang tsb tanpa terkecuali toh kalo hasil kerja kurang memuaskan kita tinggal menentukan pilihan yg baru, kenapa kita mudah terpecah daripada bersatu? krn ego kita yg begitu tinggy

      Hapus
    5. Justru yg bikin artikel di atas yg tdk siap utk kalah, kenapa pak presiden mau mindahin ibu kota dia yg sibuk bikin artikel ky gini, prestasi yg cuma segenggam doang yg bs di lihat dr anies dr segunung mimpi yg dia jabarin saat debat pemilihan cagub, tuh liat simpang semanggi, tnh abang yg tertata rapi dahulu kla, sekrng...

      Hapus
    6. Yang buat berita ini gagal paham. Dangkal nalar. Blm move on. Analisa tdk berdasar. Sejak zaman soekarno ibukota di rancang. Anda jahat. Ibu kota sudah tepat pindah. Kalimantan juga perlu diperhatikan. Perlu maju. #Dewasaberdrmokrasi

      Hapus
    7. CURANG KOK BANGGA.. TU MK YANG MEMENANGKAN DI OTT KPK !!!

      Hapus
  2. Balasan
    1. Mungkin aja... Dlm mimpi he he he

      Hapus
    2. Dimenangkan boleh saja tapi dilantik....nanti dulu langkahi dulu Pasal 6 (3) UUD 1945

      Hapus
    3. .*๐Ÿ˜กSANGAT AJAIB LEMBAGA SETINGGI MK, MERUBAH UUD 1945* *SEMESTINYA AMANDEMEN/PERUBAHAN UUD 1945 HANYA BISA OLEH SIDANG MPR* ~ Yusril Nilai *'Kemenangan' Jokowi di Pilpres Tak Terbentur UUD ?*
      CNN Indoncesia
      Sabtu, 20/04/2019 14:20
      Bagikan :

      Yusril Ihza Mahendra. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
      Jakarta, CNN Indonesia -- ~ Pakar hukum tata negara yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra memastikan 'kemenangan' calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tidak akan terbentur pasal 6A Ayat 3 UUD 1945.

      Pernyataan Yusril itu menanggapi sejumlah pihak yang mempertanyakan hasil quick count yang menyebut keunggulan Jokowi-Ma'ruf di atas 50 persen belum tentu membuat Jokowi melenggang ke istana lagi karena terbentur UUD.

      ➡ *Pasal 6a Ayat 3 UUD Tahun 1945* menyatakan: ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ *Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari 50 persen* dari jumlah suara (34 provinsi)dalam pemilihan umum *dengan sedikitnya 20 persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden*.


      Menurut sejumlah kalangan dalam pasal tersebut ada tiga syarat dalam memenangkan Pilpres, yakni memperoleh suara lebih dari 50 persen, memenangkan suara setengah dari jumlah provinsi (17 Provinsi) dan terakhir, di 17 Provinsi lainnya kalah minimal suara 20 persen.

      Kata Yusril, persoalan tafsir kemenangan itu telah selesai pada tahun 2014. *(sudah jelas masih pakai tafsir)*
      ❓lucu MK merubah/melawan UUD 1945❓
      "Jangan lupa masalah itu sudah diputus MK tahun 2014. MK memutuskan kalau pasangan capres hanya dua, maka yang berlaku adalah suara terbanyak, tanpa memperhatikan sebaran pemilih lagi," katanya.

      Pada tahun 2014, MK berpendapat pasal 6A Ayat (3) UUD 1945 tidak berlaku ketika hanya terdapat dua pasangan calon sehingga pasangan yang mendapat suara lebih dari 50 persen, tak perlu lagi menggunakan aturan tentang sebaran.

      Lihat juga:Jaga Jarak SBY di Balik Politik Emosional ala Prabowo
      Menurut Yusril persoalan itu sangat sederhana. Dia menjelaskan, kalau ada lebih dari dua pasangan, maka jika belum ada salah satu pasangan yang memperoleh suara seperti ketentuan di pasal 6 UUD 1945, maka pasangan tersebut belum otomatis menang. Maka ada putaran kedua.

      Yusril menambahkan, pada putaran kedua, ketentuan itu tidak berlaku lagi. Yang berlaku adalah yang mendapat suara terbanyak.

      Hapus
  3. Era ahok sudah berakhi lupakan yang lalu hadapi kenyataanya sekarang saya ngefans dengan kepemimpinan ahok sebagsi gub tapu tidak perlu fi cantol cantolkan ahok jadi wapreslah vukup jabatan gub. Karena ahok warga tionghoa

    BalasHapus
    Balasan
    1. setiap warga negara Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama tidak dibeda-bedakan #Jaga S.A.R.A.

      Hapus
    2. Kok para ahoker jokowir pada sewot dengan Anies. Takut dengan Anies. Supaya tau aja yah, Ibukota tidak akan pindah. Masa para pendukung jokiwi gak tau, kalo Jokowi itu pembohong besar. Dasar dungu juga pendukung Jokowi.

      Hapus
  4. Mantan cebonhbpada gerah and blingsatan...

    BalasHapus
  5. Ak kok nysel buka link ini

    BalasHapus
  6. Terislan tulisanmu pak untuk menandingi situs seword dan mepek politik yang selalu bernada negatif dan menjatuhkan pak anies. Banyakin tulisan2 yg menunjukkan berbagai capaian prestasi pk anies tanpa menjatuhi pihak lain. Terima Kasih ..

    BalasHapus
  7. Teruskan tulisanmu pak untuk menandingi situs seword dan melek politik yang selalu bernada negatif dan menjatuhkan pak anies. Banyakin tulisan2 yg menunjukkan berbagai capaian prestasi pk anies tanpa menjatuhi pihak lain. Terima Kasih ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasang aja foto pa Gub benner Pa Anis Baswedan yakin yg lain klar

      Hapus
  8. Jangan jadi singapura yg kedua

    BalasHapus
  9. Kalo pemimpin bersifat tawadhu ingin memajukan indonesia yg tujuannya mensejahterakan rakyat tdk seharusnya Anies Baswedan selaku gubernur dki yg merupakan bawahannya dianggap pesaingnya justeru dgn Anies B berterima kasih akan kinerjanya sehingga Indonesia harum dimata dunia

    BalasHapus
  10. Saya mendidik anak2 utk berlaku jujur dan jgn curang apalagi bangga dgn bagian dari kecurangan

    BalasHapus


  11. Tanah abang, kli item, buntelan bambu itu prestasi jg lo..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hunian DP 0% satu pun jokwiker ga ada yg masuk akal bahkan nalarnya ga mnjangkaunya termasuk pembagian daging kurban hasil olahan cheef bertaraf internasional tuk warga DKI kalangan yg kurang mampu. Sungguh prestasi yg sangat kedepankan hajat hidup warganya. Tak kecuali jelang rencana kowi naikkan BPJS 100% lagi lagi Anis lakukan trobosan dgn menyiapkan dana talangan 90 m buat buat RS yg. Rawat pasien BPJS. Sungguh luar biasa prestasi merakyat fakta pa Gub Anis.

      Hapus
  12. Licik teteplah licik dan curang tetaplah curang.Pergerakan waktu tidaklah bisa diputar ulang.Sepandai apapun bersilat kata,tetaplah hanya sebagai seorang pecundang.

    BalasHapus
  13. Berharap, bermimpi dan berusaha mencapai apa yg di inginkan seseorang itu manusiawi pak. Yg nelas anis jauh kelas dgn pak jokowi bahkan dgn pak ahok. Sanjungan bapak kpd anis terlalu berlebihan, gk ada yg istimewa dr anis selain hanya pandai mengolah banyak kata2 menjadi kalimat utk pemanis pernyataannya jd seopah keliatan dia pintar, pda hal smua bisa menila pak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cebongersssss blm move on๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚....warazzzz warazzzzz woiiii warazzzzz

      Hapus
    2. Sayang yg suka bawa2 agama dalam politik jadi pimpinan jadilah sarang kadal gurun

      Hapus
  14. Sekarang bs apa si ninis keberhasilan skrg jerih payahnya Pak Jokowi dg BJP si ninis tinggal menikmati hasilnya mikiiiiiiiiiir

    BalasHapus
  15. Sukses buat jakarata yg mearaih prestasi di bawah kepemimpinan anies baswedan

    BalasHapus
  16. Biarkan mereka pada nyinyir dan membully anda, toh anda tetap maju dan menjalankan visi misi anda. Andai para haters mengungkit kejelekan anda, jelas lah, karena kepentingan mereka dijegal oleh anda yang mengutamakan warga jakarta, sehingga bully an pasti akan terus datang oleh para buzzer buzzer bayaran berkedok netizen dan warga jakarta.
    Salam damai semoga cepet cepet dech goodbener naik takhta, biar para haters kelojotan ๐Ÿ˜Ž

    BalasHapus
  17. Ya Alloh, mudahkanlah kami melakukan amal kebaikan, aamiin.

    BalasHapus
  18. Perjuangan itu selalu ada yang CINTA dan selalu ada yang BENCI

    BalasHapus
  19. ALLOHU AKBAR
    ALLOHU AKBAR
    ALLOHU AKBAR

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…