Langsung ke konten utama

Featured Post

Jenazah Penjual Kopi Di Medan Dijemput Ambulans HILMI - FPI Sumut Di Kamar Jenazah RS

Rabu, 19 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Tingginya biaya sewa ambulans dan mobil jenazah selalu menjadi masalah yang terus dikeluhkan oleh masyarakat. Hanya saja mereka tidak mampu berbuat banyak lantaran tarif ambulans dan mobil jenazah sudah ditetapkan masing-masing pemilik ambulans.

Tidak mengherankan jika beredar di media sosial soal jasa pengiriman jenazah lewat truk. Munculnya jasa angkut mayat menggunakan truk karena warga tak sanggup membayar tarif ambulans dan mobil jenazah, lebih-lebih untuk tujuan luar kota.

Banyaknya masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat terutama dalam hal menyewa mobil ambulans, menjadikan HILMI FPI Medan bertekad untuk mengatasi keluhan mereka yang tidak mampu membayar sewa ambulans, sehingga keberadaan ambulans FPI diharapkan bisa menjadi solusi bagi kaum dhuafa atau keluarga yang terkena musibah.

Ketua DPD FPI (Front Pembela Islam) Sumut Habib Hud Alattas kepada Media HILMI, Minggu (16/2) menceritakan usai melihat kondisi mobil ambulansn…

Fanpage 'NetizenNU Kalsel' Hujat Habaib Dan Sebut Hadits Nabi Muhammad SAW "BULLSHIT"



Kamis, 12 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Permasalahan pernikahan antara Syarifah dengan bukan Habaib yang terjadi di Kalimantan Selatan telah berakhir dengan Tuan Guru Zuhdi telah meminta maaf karena beliau khilaf, tidak sengaja telah menikahkan seorang syarifah dengan orang yang bukan habib.

Sebelumnya, Guru Zuhdi menuturkan bahwa pada majelis di malam Sabtu tersebut, beliau kerap menikahkan banyak calon pengantin. Semua pasangan tersebut sudah terdaftar secara administrasi di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Sebagaimana lazimnya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, Guru Zuhdi mengaku tidak jeli pada malam tersebut dikarenakan banyaknya calon pengantin, ditambah ketidak-lengkapan nama calon pengantin, sehingga menimbulkan kekeliruan.

“Satu, banyaknya orang yang menikah, yaitu yang jumlahnya sembilan belas orang. Yang kedua, Tidak disebutnya fam (marga habib) dari syarifah itu,” ujar Guru Zuhdi.

“Ulun mohon maaf ampun dan ridha kepada seluruh masyarakat terutama para habaib dan syarifah atas kesalahan dan ketidakjelian ulun.”

Abah Haji berharap, kesalahan tersebut hendaknya tidak dijadikan dalil atas bolehnya syarifah menikahi seorang bukan habib.

“Perlulah masyarakat tahu dan para habaib tahu. Bahwa antara syarifah dan bukan habib itu tidak ada kaffa-ah, tidak ada ke-sah-an dalam pernikahan. Terimakasih atas perhatiannya, dan ulun memohon ampun dan ridha, Wassalamu’alaikum Warohmatullahi wabarokatuh,” tutup Abah Haji.

Habib Mahdi bin Lutfi bin Yahya memang sempat mengkritik Tuan Guru Zuhdi di akun media sosialnya atas pernikahan tersebut karena itu memang sebuah kesalahan fatal dari Tuan Guru Zuhdi, tapi ucapan Habib Mahdi tersebut dilakukan sebelum Tuan Guru Zuhdi meminta maaf. Jadi itu adalah urusan "keilmuan" Para Habaib dengan Tuan Guru Zuhdi, bukan urusan admin "NetizenNU Kalsel"

Karena itu sungguh sangat biadab kelakuan akun Fanpage "NetizenNU Kalsel" yang bukan siapa-siapa, namun berusaha mengambil kesempatan dalam permasalahan ini untuk mengadu domba para Habaib dengan Tuan Guru Zuhdi dan umat Islam Kalsel.

Padahal Tuan Guru Zuhdi sendiri telah mengundang Habib Zakaria Bahasyim untuk meminta maaf atas permasalahan ini.

Habib Mahdi bin Yahya pun menyatakan kepada Redaksi faktakini.net sedang berkoordinasi untuk melaporkan ke polisi atas tudingan dan fitnah yang dilontarkan oleh Fanpage "NetizenNU Kalsel", apalagi akun yang mencatut nama NU itu telah menghina Hadits Nabi dengan sebutan "BULLSHIT " serta begitu kurang ajar terhadap Dzurriyah Rasulullah SAW, padahal organisasi NU sendiri berdiri atas restu Habaib, tapi admin Fanpage tersebut sepertinya tidak tahu menahu sejarah berdirinya NU.

Sebagai berikut tudingan, fitnah dan kata-kata kasar Fanpage "NetizenNU Kalsel" tersebut:
   
                    ... *FP NetizenNU Kalsel* ...
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=565566093945522&id=268782910290510
(Kami tidak akan pernah lupa dengan yang dilakukan sebelumnya terhadap Guru Fahmi Zam Zam)
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=135536604346370&id=100036700931081
(Link status akun FB Mahdi Bin Yahya)

Dan sekarang kalian mulai menumpahkan minyak lagi ke api yang sudah meredup..Dan sasaran kalian kali ini adalah Al Mukarrom Guru Zuhdiannor...Lagi lagi Imam FPI Kalsel Zakaria Bahasyim dan Ketua Dewan Tanfdizi Mahdi Bin Yahya yang memulai

Para murid Guru Zuhdi pun memBISU saat gurunya diinjak injak martabatnya oleh "HABIB"...Apa kalian takut karena sudah direcoki hadits n kalam tentang Kemuliaan Zuriat Nabi YANG DIMANFAATKAN SAKAHANDAKNYA OLEH sebagian
ZURIAT NABI JENIS MAHDI BIN YAHYA N ZAKARIA BAHASYIM NI??Kalian RELA Mengorbankan Guru kalian sendiri tuk SAYYID yg MODEL BEGINI...??

Rabithah Banjarmasin "DIAM"
Rabithah  Kalsel "KALEM"
Kelak kalian RA akan hancur DAN para sayyid,habaib,syarifah pilihan Allah SWT yang masih berada di naungan RA akan diselamatkan Oleh Allah SWT dari hancurnya kalian..
                    ... *FP NetizenNU Kalsel* ...

Lihatlah ancaman, fitnah, caci maki kasar serta agitasi jahatnya untuk mengajak umat Islam membenci Habaib, seperti seorang Wali saja lagaknya admin fanpage "NetizenNU Kalsel" padahal -sesuai nama akunnya- dia cuma seorang netizen, dan akun Fanpage nya pun bukan akun resmi NU.

Karena itu secara tegas Habib Mahdi bin Yahya pun mengecam akun pemfitnah dan penghujat Hadits Nabi tersebut, "Akun Sampah akun Provokator akun yang menista hadist Mulia Nabi Muhammad dikatakan “BULL SHIT”

Melihat begitu besarnya kedengkian dan kebencian yang ia lontarkan kepada para keturunan Rasulullah SAW, serta Hadits dari Rasulullah SAW pun ia sebut sebagai 'Bullshit', apakah admin akun 'NetizenNU Kalsel' tersebut adalah seorang Muslim?

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…