Langsung ke konten utama

Featured Post

Hj Irena Handono: Kami Menolak Film 'The Santri' Karena Tak Sesuai Ajaran Islam

Senin, 23 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Irena Center yang mengelola pondok pesantren bagi muallaf Muslimah menyatakan menolak film “The Santri” yang disutradarai Livi Zheng, dan telah menimbulkan kontroversi sejak cuplikan promosi tayangan layar lebar itu beredar di masyarakat.

“Irena Center menolak film ‘The Santri’ karena tidak mencerminkan perilaku dan tradisi santri yang sebenarnya,” ujar Pembina Yayasan Irena Center, Hajjah Irena Handono, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hajjah Irena Handono yang akrab disapa Umi Irena itu menjelaskan bahwa ketidaksesuaian film tersebut dengan kehidupan santri yang sesungguhnya adalah karena sejumlah adegan yang tidak sejalan dengan syariat Islam, seperti pacaran, bercampur aduknya laki-laki dan perempuan, serta membawa tumpeng ke dalam gereja.

“Akibatnya film ini merusak gambaran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam di tanah air,” jelas Umi Irena.

Irena Center juga menyeru agar masyarakat, terutama Umat Islam, m…

Dilepas Ketua FPI Sulteng, Parade Tauhid Di Poso Sukses Ribuan Umat Kibarkan Bendera Tauhid




Senin, 9 September 2019

Faktakini.net, Poso - Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Poso menggelar parade tauhid bersama sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Islam Poso dalam rangka menyemarakan Hari Lahir (Milad) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FPI ke-  18, Minggu (8/9/2019).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1441 H dan HUT RI ke- 74 itu, diikuti oleh ribuan warga Muslim Poso sambil mengibarkan bendera Tauhid.

Parade jalan kaki dilepas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FPI Sulteng, Ustadz Sugianto Kaimudin dari halaman Masjid Raya Poso, lalu mengitari Kelurahan Bonesompe dan sepanjang dalam Kota Poso hingga berakhir di alun-alun kota Sintuwu Maroso Poso sebagai lokasi puncak peringatan Milad DPW FPI.

Gabungan massa yang diikuti oleh kaum laki-laki dan perempuan tersebut membawa atribut berupa bendera Alliwa dan Arrayah, yakni bendera Tauhid berkalimatkan La Ilaha Illallah Muhammad Darrasulullah, serta membawa spanduk bertuliskan seruan untuk persatuan. Iring-iringan warga mendapat pengamanan ketat aparat Polres Poso.

Ketua DPD FPI Sulteng, Sugianto Kaimudin mengatakan kegiatan tersebut selain merayakan Milad DPW FPI Cabang Poso, sekaligus mengajak seluruh umat Islam di dunia bisa bersatu, khususnya di Bumi Sintuwu Maroso.

“Kegiatan parade ini tidak lain adalah ajakan agar seluruh umat Muslim tetap bersatu, serta tidak perlu alergi dengan kalimat Lailaha Illallah,” kata Sugianto pada wartawan usai parade Tauhid.

Dikatakannya, sebelum digelarnya parade Tauhid di Poso, berbagai macam anggapan ditengah masyarakat, terkait pengibaran bendera tauhid yang sering dianggap radikal, dan bahkan terkesan dilarang. “Namun nyatanya, kegiatan longmars yang kami lakukan aman-aman saja. Dan kegiatan ini sangat luar biasa melihat semangat para pemuda pejuang-pejuang Islam yang mengibarkan bendera Alliwa Arraya,” ujarnya.

Dia berharap, melalui parade tauhid itu sekaligus menunjukkan pada bangsa bahwa kondisi di Poso betul-betul sudah aman dan kondusif, meskipun berada ditengah beragam suku dan agama.

Giat dimulai dari Masjid Raya Poso, Jalan Pulau Natuna, Gebang Rejo hingga berakhir di lapangan Alun-alun Sintuwua Maroso Poso.

Perayaan milad ini juga dirangkaikan dengan sholat magrib dan Isya berjamaah hingga pelaksanan tabligh akbar di lapangan alun-alun Sintuwu Maroso yang dihadiri para habib, ustad, pemda Poso, TNI, Polri dan pejabat lainnya.

Sumber: mercusuar.web.id





Komentar

  1. Izin ya admin..:)
    Suntuk di rumah yuk gabung dan menangkan permainan kartu bersama kami hanya di ARENADOMINO 8 game kami sediakan untuk kalian semua so tunggu ap lagi yukk... WA +855 96 4967353

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…