Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Tepis Ucapan Ngawur Kepala BPIP, Prof Suteki: Agama Lebih Dulu Eksis Dari Pancasila!

Rabu, 19 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Guru Besar Universitas Diponegoro Semarang, Profesor Suteki menilai pernyataan Ketua Badan Penguatan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, yang mengatakan agama musuh terbesar dari Pancasila tidak tepat dan dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Suteki mengatakan dengan adanya pernyataan tersebut, pemerintah dinilai blunder dan sudah semestinya BPIP dibubarkan. Paling tidak, Yudian harus dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BPIP.

Profesor Suteki pun menegaskan agama lebih dulu eksis daripada Pancasila.

“Kalau seperti ini akan timbul ketidakpercayaan masyarakat, apakah itu mau dikehendaki demikian maka reaksi yang lebih jauh adalah bubarkan BPIP atau setidaknya copot Profesor Yudian Wahyudi,” kata Suteki dalam acara ILC tvOne, Selasa malam, 18 Februari 2020, dikutip dari vivanews.com.

Secara pribadi, pakar Sosiologi Hukum dan Filsafat Pancasila itu mengaku telah melihat langsung cuplikan video pernyataan Yudian.



Dalam video ter…

Dilepas Ketua FPI Sulteng, Parade Tauhid Di Poso Sukses Ribuan Umat Kibarkan Bendera Tauhid




Senin, 9 September 2019

Faktakini.net, Poso - Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Poso menggelar parade tauhid bersama sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Islam Poso dalam rangka menyemarakan Hari Lahir (Milad) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FPI ke-  18, Minggu (8/9/2019).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1441 H dan HUT RI ke- 74 itu, diikuti oleh ribuan warga Muslim Poso sambil mengibarkan bendera Tauhid.

Parade jalan kaki dilepas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FPI Sulteng, Ustadz Sugianto Kaimudin dari halaman Masjid Raya Poso, lalu mengitari Kelurahan Bonesompe dan sepanjang dalam Kota Poso hingga berakhir di alun-alun kota Sintuwu Maroso Poso sebagai lokasi puncak peringatan Milad DPW FPI.

Gabungan massa yang diikuti oleh kaum laki-laki dan perempuan tersebut membawa atribut berupa bendera Alliwa dan Arrayah, yakni bendera Tauhid berkalimatkan La Ilaha Illallah Muhammad Darrasulullah, serta membawa spanduk bertuliskan seruan untuk persatuan. Iring-iringan warga mendapat pengamanan ketat aparat Polres Poso.

Ketua DPD FPI Sulteng, Sugianto Kaimudin mengatakan kegiatan tersebut selain merayakan Milad DPW FPI Cabang Poso, sekaligus mengajak seluruh umat Islam di dunia bisa bersatu, khususnya di Bumi Sintuwu Maroso.

“Kegiatan parade ini tidak lain adalah ajakan agar seluruh umat Muslim tetap bersatu, serta tidak perlu alergi dengan kalimat Lailaha Illallah,” kata Sugianto pada wartawan usai parade Tauhid.

Dikatakannya, sebelum digelarnya parade Tauhid di Poso, berbagai macam anggapan ditengah masyarakat, terkait pengibaran bendera tauhid yang sering dianggap radikal, dan bahkan terkesan dilarang. “Namun nyatanya, kegiatan longmars yang kami lakukan aman-aman saja. Dan kegiatan ini sangat luar biasa melihat semangat para pemuda pejuang-pejuang Islam yang mengibarkan bendera Alliwa Arraya,” ujarnya.

Dia berharap, melalui parade tauhid itu sekaligus menunjukkan pada bangsa bahwa kondisi di Poso betul-betul sudah aman dan kondusif, meskipun berada ditengah beragam suku dan agama.

Giat dimulai dari Masjid Raya Poso, Jalan Pulau Natuna, Gebang Rejo hingga berakhir di lapangan Alun-alun Sintuwua Maroso Poso.

Perayaan milad ini juga dirangkaikan dengan sholat magrib dan Isya berjamaah hingga pelaksanan tabligh akbar di lapangan alun-alun Sintuwu Maroso yang dihadiri para habib, ustad, pemda Poso, TNI, Polri dan pejabat lainnya.

Sumber: mercusuar.web.id





Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…