Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) M Husein Bantah Hoax Yang Disebar Abu Janda Bahwa Konflik Di Palestina Hanya Ada Di Gaza

Kamis, 19 September 2019
Faktakini.net, Jakarta - Dari Gaza, Palestina, Muhammad Husein menepis hoax yang coba disebarkan oleh Ustadz gadungan Abu Jbidei (Permadi Arya) bahwa konflik di Palestina hanya ada di Gaza. 
Silahkan saksikan video ini:

Didampingi Pengacara BHF, Para Terdakwa Kasus 22 Mei Divonis Lebih Rendah Dari Tuntutan Jaksa, Alhamdulillah


Jum'at, 13 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Para terdakwa dalam perkara Tragedi 21-21 Mei 2019 atau Aksi Kedaulatan Rakyat, divonis lebih rendah dari tuntutan jaksa.

Sebelumnya, jaksa menuntut hukuman 4 bulan penjara.

Namun, dalam persidangan pada hari Kamis, 12 September 2019, Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis terhadap 14 terdakwa yang terbagi dalam 5 register perkara, semuanya lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum.

Karena Vonis hakim lebih rendah dari tuntutan penuntut umum, maka para terdakwa akan selesai menjalani masa pidana/hukuman pada hari Senin, 16 September 2019.

Semua Para Terdakwa tersebut didampingi oleh beberapa para penasihat hukum yang tergabung pada Kantor Hukum Bantuan Hukum Front (BHF) Front Pembela Islam (FPI) yang terdiri dari beberapa kantor hukum diantarnya, Munarman, Do’ak & Partners (MDP), SNH LAW OFFICE, Street Lawyer Legal Aid dan BHF Banten.

Adapun rinciannya sebagai berikut :

1. No. Perkara 855/ PID.B/2019/PN JKT. PST
Para Terdakwa :
1) Choirul Abadi
2) Wahyu Hidayat
Tuntutan Penuntut Umum : 4 bulan penjara
Vonis Hakim : 2 bulan 7 hari

2. No. Perkara 851/ PID.B/2019/PN JKT. PST
Para Terdakwa :
1) Icuk Indra Rukmana
2) Heri Haryanto
3) Irwan Byas
4) Hamdan Hilmi
5) Ronny Sofyan Hasibuan
Tuntutan Penuntut Umum : 4 bulan penjara
Vonis Hakim :
1) Icuk Indra Rukmana : 3 bulan 5 hari
2) Heri Haryanto : 3 bulan 25 hari
3) Irwan Byas : 3 bulan
4) Hamdan Hilmi : 3 bulan
5) Ronny Sofyan Hasibuan : 3 bulan

3. No. Perkara 861/PID.B/2019/PN JKT. PST
Para Terdakwa
1) Kamaludin
2) Erwanda Bagus April
3) M. Affandi
Tuntutan Penuntut Umum : 4 bulan penjara
Vonis Hakim : 2 bulan 20 hari

4. No. Perkara 860/ PID.B/2019/PN JKT. PST
Terdakwa :
Andi Ismail
Tuntutan Penuntut Umum : 4 bulan penjara
Vonis Hakim : 3 bulan 25 hari

5. No. Perkara 855/ PID.B/2019/PN JKT. PST
Para Terdakwa :
1) Abdul Aziz
2) Asep Bahrudin
3) Agus bin Juha
Tuntutan Penuntut Umum : 4 bulan penjara
Vonis Hakim : 3 bulan 25 hari

Komentar


  1. Izin ya admin..:)
    Player vs Player WOW langsung saja kunjungin kami di ARENADOMINO tempat bermain Poker dan kartu yang sangat menyenangkan dan hadiah nyata menanti anda semua.. WA +855 96 4967353

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…