Langsung ke konten utama

Featured Post

Hj Irena Handono: Kami Menolak Film 'The Santri' Karena Tak Sesuai Ajaran Islam

Senin, 23 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Irena Center yang mengelola pondok pesantren bagi muallaf Muslimah menyatakan menolak film “The Santri” yang disutradarai Livi Zheng, dan telah menimbulkan kontroversi sejak cuplikan promosi tayangan layar lebar itu beredar di masyarakat.

“Irena Center menolak film ‘The Santri’ karena tidak mencerminkan perilaku dan tradisi santri yang sebenarnya,” ujar Pembina Yayasan Irena Center, Hajjah Irena Handono, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hajjah Irena Handono yang akrab disapa Umi Irena itu menjelaskan bahwa ketidaksesuaian film tersebut dengan kehidupan santri yang sesungguhnya adalah karena sejumlah adegan yang tidak sejalan dengan syariat Islam, seperti pacaran, bercampur aduknya laki-laki dan perempuan, serta membawa tumpeng ke dalam gereja.

“Akibatnya film ini merusak gambaran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam di tanah air,” jelas Umi Irena.

Irena Center juga menyeru agar masyarakat, terutama Umat Islam, m…

Delegasi Massa Aksi 139 'Hentikan Kriminalisasi Ulama' Audiensi Dengan Mabes Polri



Jum'at, 13 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Para peserta Aksi Damai 139 'Hentikan Kriminalisasi Ulama dan Aktivis', hari ini Jum'at (13/9/2019) mengirimkan beberapa anggota delegasi untuk melakukan audiensi dengan Mabes Polri.

Aksi Damai 139 ini diikuti oleh ribuan peserta, yang pada hari ini melakukan aksi longmarch bersama Ormas Islam dan ribuan umat Islam, Ba'da Sholat Jum'at di Masjid Al Azhar, menuju Mabes Polri.

Aksi yang berlangsung damai dan tertib ini dipimpin oleh KORLABI (Koordinator Bela Islam) bekerjasama dengan FPI & GNPF ULAMA & PA 212 serta Ormas Islam lainnya, didampingi Para Habaib & Ulama.

Delegasi yang diutus untuk ber-audiensi dengan Mabes Polri itu antara lain KH Slamet Maarif, Ustadz Damai Hari Lubis, Ustadz Maman Suryadi, Haji Basir Bustomi, Ustadz Eka Jaya, Ustadz Abdul Qodir aka, Ustadz Muhammad Syahid Joban, Habib Idrus bin Ali Alhabsyi, Hajjah Nurdiati Akma dan lainnya.

Selain Laskar LPI yang dipimpin langsung oleh Panglima Nasional LPI Ustadz Maman Suryadi, para Jawara Brigade Jawara Betawi 411 (BJB 411) juga tak kalah gagahnya dalam mengawal aksi damai dan tertib ini.

Tuntutan aksi adalah:

- Hentikan Kriminalisasi Ulama dan Aktivis

- Tindak Tegas Pelaku Persekusi Bendera Tauhid

- Usut Tuntas Pembantaian Kasus 21 - 22 Mei

- Ungkap Kematian 700 Petugas Pemilu

Koordinator lapangan aksi damai hari ini adalah Ustadz Damai Hari Lubis. Sedangkan Wakorlapnya adalah Ustadz Subhan dan Ustadz Novel Bamukmin.






Komentar

  1. Izin ya admin..:)
    Mainkan dan menangkan hadiah nya bersama kami di ARENADOMINO beragam permainan POKER menanti anda semua fair play silahkan di add WA +855 96 4967353

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…