Langsung ke konten utama

Featured Post

Ini Hukum Memakai Masker Saat Sholat Untuk Cegah Virus Corona Cina

Jum'at, 29 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Salah satu usaha mencegah penularan COVID-19 alias virus Corona yang berasal dari Wuhan, Cina adalah dengan cara menggunakan masker, khususnya bagi yang sedang terkena flu. Warga yang sedang sakit juga diminta agar tak salat ke masjid dulu agar tak menulari jamaah lainnya.

Namun tidak jarang, sebagian masyarakat ketika sedang kurang fit tetap pergi ke masjid dan melaksanakan salat.

Lalu bagaimana hukum memakai masker ketika shalat karena khawatir terkena virus, apakah boleh?

Pada dasarnya, memakai penutup mulut ketika shalat, seperti masker dan lainnya, hukumnya adalah makruh. Tidak dianjurkan memakai masker ketika melaksanakan shalat, baik bagi laki-laki dan perempuan. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Abud Daud dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah, dia berkata;

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُغَطِّيَ الرَّجُلُ فَاهُ فِي الصَّلَاةِ
Rasulullah Saw melarang seseorang menutup mulutnya ketika shalat.

Dalam kitab…

Bawa Bendera Tauhid Tapi Dikira Bendera HTI, 10 Umat Islam Diperiksa Polisi Di Gresik






Selasa, 3 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Entah masih ada berapa banyak lagi orang yang tidak tahu dan tidak mampu menyadari betapa berbedanya antara Bendera Tauhid dengan benderanya HTI. 

Padahal, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soedarmo SUDAH BERTAHUN-TAHUN MENEGASKAN bahwa Bendera Tauhid tidak dilarang dan tidak boleh diganggu. Yang dilarang adalah Bendera yang ada tulisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) nya. 

“Yang kami larang itu adalah bendera dengan simbol HTI, bukan bendera tauhid. Keduanya berbeda, kalau HTI ini mencantumkan tulisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di bawah kalimat Laillahaillallah,” kata Soedarmo lewat pesan singkatnya pada Sabtu (22/2/2017).

Ini sumber pernyataan tegasnya di WEBSITE RESMI Kemendagri:

Namun, masih ada kalangan di bawah yang nampaknya kurang memahami betapa berbedanya Bendera Tauhid dengan Benderanya HTI. 

Disaat ribuan Bendera Tauhid berkibar gagah di Jakarta dalam Muharram Festival yang dibuka dan dihadiri oleh Gubernur DKI Anies Baswedan, serta di berbagai daerah lain, namun di Gresik Jawa Timur ternyata yang bawa Bendera Tauhid malah ditangkap dan diperiksa polisi, parahnya lagi penyebabnya karena dikira mereka membawa Bendera HTI / Khilafah! 

Sepuluh orang diperiksa intensif di Polres Gresik. Mereka diketahui membawa Bendera Tauhid di Bunderan Gresik Kota Baru (GKB), Minggu (1/9/2019).

Informasinya, sekitar pukul 08.00 WIB, ada kegiatan peringatan pawai 1 Muharram 1441 Hijriyah di Bunderan GKB. Sebagaimana Pawai 1 Muharram di Jakarta, Bogor, Solo dan berbagai daerah lainnya, umat Islam juga membawa Bendera Tauhid bertuliskan "Laa Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah, mengagungkan nama Allah dan Rasul-Nya. 

Mengira yang dibawa oleh umat Islam itu adalah Benderanya HTI, Anggota Satlantas Polres Gresik, Bripka Serli yang saat itu sedang piket, melaporkan kejadian tersebut ke Kanit Intel Polsek Kebomas, Bripka Bambang. 

Dua polisi itu dibantu anggota lain mendatangi pemuda yang membawa Bendera Tauhid lalu dibawa ke Polres Gresik.

Setelah tiba di polres, dari lima belas pemuda tersebut ada sepuluh pemuda yang menjalani pemeriksaan yang dipimpin Kanit Intel Polres Gresik, Aiptu Darminto. Hingga saat ini, kesepuluh pemuda tersebut masih menjalani pemeriksaan secara intensif.

Mereka; M.Muchsin H.R (35), M.Haris (24), Akbar Hidayatulloh (37), Abdul Rahman Chasbulloh (38), Firdaus Fadidi (41), Heru Triyuwono (35), Fatur Rozi (38), Yani Rizki Arto (27), M.Afif Rudi (41), dan Siswoyo Arif Munandar (26).

Selain memeriksa pemuda di atas, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya satu buah poster bertuliskan pejuang islam, dua buah kunci kendaraan bermotor, sembilan buah ponsel, dan dua buah buku bertuliskan Taqiyudinan Nabhani.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro menyatakan, adanya penurunan Bendera Tauhid yang dilakukan oleh anggotanya. "Dasar kami menurunkan bendera khilafah serta membubarkan kegiatan tersebut karena tidak memiliki izin kegiatan sesuai Undang-Undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum," tuturnya.

“Saat ini semua pemuda itu masih menjalani pendalaman pemeriksaan di Polres Gresik,” ujar alumnus Akpol 1998 itu

Sumber: sindonews.com

Ini video penangkapannya yang beredar luas di Media sosial:





Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…