Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Habib Bahar Pimpin Baca Maulid Di LP Pondok Rajeg Cibinong, Masya Allah..

Kamis, 17 Oktober 2019

Faktakini.net, Jakarta - Kehadiran Habib Bahar bin Smith di LP Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, Jawa Barat benar-benar membawa berkah.

Bagaimana tidak, pimpinan Ponpes Tajul Alawiyin itu telah membuat suasana di Lembaga Pemasyarakatan menjadi seperti suasana di pondok pesantren yang ia pimpinan.

LP Pondok Rajeg yang tadinya kering kini menjadi basah dengan lantunan dzikir, sholawat dan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Masya Allah...

Termasuk dalam video berikut saat Habib Bahar memimpin pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW di LP Pondok Rajeg yang diikuti oleh para, tahanan, sekitar bulan September 2019 lalu




Bawa Bendera Tauhid Tapi Dikira Bendera HTI, 10 Umat Islam Diperiksa Polisi Di Gresik






Selasa, 3 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Entah masih ada berapa banyak lagi orang yang tidak tahu dan tidak mampu menyadari betapa berbedanya antara Bendera Tauhid dengan benderanya HTI. 

Padahal, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soedarmo SUDAH BERTAHUN-TAHUN MENEGASKAN bahwa Bendera Tauhid tidak dilarang dan tidak boleh diganggu. Yang dilarang adalah Bendera yang ada tulisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) nya. 

“Yang kami larang itu adalah bendera dengan simbol HTI, bukan bendera tauhid. Keduanya berbeda, kalau HTI ini mencantumkan tulisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di bawah kalimat Laillahaillallah,” kata Soedarmo lewat pesan singkatnya pada Sabtu (22/2/2017).

Ini sumber pernyataan tegasnya di WEBSITE RESMI Kemendagri:

Namun, masih ada kalangan di bawah yang nampaknya kurang memahami betapa berbedanya Bendera Tauhid dengan Benderanya HTI. 

Disaat ribuan Bendera Tauhid berkibar gagah di Jakarta dalam Muharram Festival yang dibuka dan dihadiri oleh Gubernur DKI Anies Baswedan, serta di berbagai daerah lain, namun di Gresik Jawa Timur ternyata yang bawa Bendera Tauhid malah ditangkap dan diperiksa polisi, parahnya lagi penyebabnya karena dikira mereka membawa Bendera HTI / Khilafah! 

Sepuluh orang diperiksa intensif di Polres Gresik. Mereka diketahui membawa Bendera Tauhid di Bunderan Gresik Kota Baru (GKB), Minggu (1/9/2019).

Informasinya, sekitar pukul 08.00 WIB, ada kegiatan peringatan pawai 1 Muharram 1441 Hijriyah di Bunderan GKB. Sebagaimana Pawai 1 Muharram di Jakarta, Bogor, Solo dan berbagai daerah lainnya, umat Islam juga membawa Bendera Tauhid bertuliskan "Laa Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah, mengagungkan nama Allah dan Rasul-Nya. 

Mengira yang dibawa oleh umat Islam itu adalah Benderanya HTI, Anggota Satlantas Polres Gresik, Bripka Serli yang saat itu sedang piket, melaporkan kejadian tersebut ke Kanit Intel Polsek Kebomas, Bripka Bambang. 

Dua polisi itu dibantu anggota lain mendatangi pemuda yang membawa Bendera Tauhid lalu dibawa ke Polres Gresik.

Setelah tiba di polres, dari lima belas pemuda tersebut ada sepuluh pemuda yang menjalani pemeriksaan yang dipimpin Kanit Intel Polres Gresik, Aiptu Darminto. Hingga saat ini, kesepuluh pemuda tersebut masih menjalani pemeriksaan secara intensif.

Mereka; M.Muchsin H.R (35), M.Haris (24), Akbar Hidayatulloh (37), Abdul Rahman Chasbulloh (38), Firdaus Fadidi (41), Heru Triyuwono (35), Fatur Rozi (38), Yani Rizki Arto (27), M.Afif Rudi (41), dan Siswoyo Arif Munandar (26).

Selain memeriksa pemuda di atas, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya satu buah poster bertuliskan pejuang islam, dua buah kunci kendaraan bermotor, sembilan buah ponsel, dan dua buah buku bertuliskan Taqiyudinan Nabhani.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro menyatakan, adanya penurunan Bendera Tauhid yang dilakukan oleh anggotanya. "Dasar kami menurunkan bendera khilafah serta membubarkan kegiatan tersebut karena tidak memiliki izin kegiatan sesuai Undang-Undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum," tuturnya.

“Saat ini semua pemuda itu masih menjalani pendalaman pemeriksaan di Polres Gresik,” ujar alumnus Akpol 1998 itu

Sumber: sindonews.com

Ini video penangkapannya yang beredar luas di Media sosial:





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…