Langsung ke konten utama

Featured Post

Pernyataan Ponpes Sunniyah Salafiyah Pasuruan Atas Ucapan Muwafiq Yang Menghina Rasulullah

Ahad, 8 Desember 2019

Faktakini.net, Jakarta - Pernyataan Ponpes Sunniyah Salafiyah Pasuruan Atas Ucapan Muwafiq Yang Menghina Rasulullah


Perhatikan Nasib Lansia, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Serahkan Bantuan Bedah Rumah



Selasa, 13 Agustus 2019

Faktakini.net, Jakarta - Gebrakan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi patut diacungi jempol. Beliau Membuat para orang tua lanjut usia (Lansia) hidup layak dan sejahtera adalah salah satu program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) untuk mewujudkan Sumut yang bermartabat. Antara lain melalui bantuan bedah rumah dan berbagai program bantuan lainnya.

Bantuan bedah rumah untuk 22 rumah tidak layak huni diserahkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi secara simbolis kepada perwakilan Lansia, di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (12/8). Acara tersebut sekaligus dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2019, yang mengusung tema Lanjut Usia Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat.

Di acara yang dihadiri ratusan Lansia itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan kursi roda, bantuan stimulan kepada usaha ekonomi produktif Lansia, serta bantuan pembangunan sarana air minum dan sanitasi.

Pada acara itu, Gubernur yang hadir bersama Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi dan Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, sengaja tidak membacakan pidato, karena ingin lebih banyak mendengar keluhan dan kebutuhan para Lansia.

"Saya tak mau membaca sambutan, saya hanya mau bertanya satu pertanyaan saja, apa yang bisa saya perbuat untuk para orang tua saya ini?," ucap Edy Rahmayadi.

Walau pun hingga saat ini, kata Edy Rahmayadi, Pemprov Sumut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan para Lansia. "Kami mohon maaf sebelumnya, belum bisa berbuat banyak untuk ayah-bunda, doakan saya agar bisa membuat tempat berkumpul dan bersilahturahmi untuk para orang tua kami, jangan ada kata menyerah karena usia adalah anugerah," ungkap Edy.

Guna menghangatkan suasana, Gubernur pun membawakan dua tembang lagu, yakni ‘Setulus Hatimu Semurni Cintamu’ milik Arie Koesmiran dan lagu ‘Tuhan’ kepunyaan Bimbo. Lirik lagu yang sederhana dan menyentuh hati, membuat beberapa lansia berkaca-kaca matanya, Gubernur pun ikut tersentuh dan meneteskan air mata.

"Bunda menangis, saya pun jadi ikut menangis, ini air mata bahagia, kami mohon maaf pada orang tua kami, kami berjanji pelan-pelan akan kita perbaiki Sumut ini, dulu kita merdeka lewat jasa para orang tua yang ada di depan kita ini," ujarnya.

Mukhlis Lubis mewakili para Lansia mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Pemprov Sumut. "Kegiatan pagi ini, suatu bentuk perhatian dari pemerintah kepada kami para lanjut usia, untuk itu saya ucapkan terima kasih, semoga apa yang diberikan mendapat balasan dari Allah SWT, karena kewajiban kita adalah mengasihi antar sesama," ucap Mukhlis.

Salah seorang penerima bantuan, Masrah Lubis (71), warga Jalan Garu 6, Medan Amplas, juga merasa kagum dengan apa yang dilakukan Gubernur Edy Rahmayadi. "Sampai usia saya ini, baru zaman Pak Edy lah ada diberikan bantuan untuk kami yang Lansia ini," ucap Masrah.

www.humassumut.id
www.humas.sumutprov.go.id




Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…