Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Sintang Bagikan Paket Sembako Untuk Kaum Dhuafa Muslim Dan Non Muslim Di Dua Dusun

Senin, 13 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Menyusuri perkampungan yang sejuk diikuti tegur sapa hangat dari warga Dusun Mangkuk Matai dan Dusun Marti Jaya Desa Enggah Jaya Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang.

Dibalik senyum ramah menyapa itu, tak ada kebencian tak ada kalimat kasar dari warga desa itu. Tim Program FPI berbagi Kabupaten Sintang mendatangi beberapa rumah penduduk sambil membawa bingkisan berupa sembilan bahan pokok ala kadarnya, hari Jum’at 10 Juli 2020 lalu.

Selain muslim sejumlah warga dari Suku Dayak beragama non muslim yang merupakan penduduk asal desa itu juga didatangi Tim Program FPI berbagi Kabupaten Sintang. Canda tawa ramah penduduk mengiringi langkah beberapa orang anggota dan pengurus FPI ini.

Warga mengungkapkan bahwa apa yang didengar disejumlah media yang mengatakan FPI itu sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang mereka saksikan saat ini.

“Apa yang kami dengar selama ini tentang FPI sangat bertolak belakang dengan kenyataan saat ini ketika menya…

Pengajian Ustadz Zulkifli Ali Di Masjid Manarul Bangil Sukses, Ormas Yang Menolak Tidak Muncul



Ahad, 25 Agustus 2019

Faktakini.net, Bangil - Alhamdulillah acara pengajian Ustadz Zulkifli Ali, Lc. MA di Masjid Manarul, Bangil, Pasuruan Jawa Timur, hari Ahad (25/8/2019) berlangsung aman, lancar, sukses dan penuh berkah dihadiri oleh ribuan umat Islam.

Ribuan warga Bangil dan sekitarnya membludak tumpah ruah di Masjid Manarul, untuk bersama-sama menghadiri pengajian dan mendengarkan ceramah "Ustadz Akhir Zaman" yang sangat dicintai oleh umat Islam itu.

Dikawal oleh Laskar FPI Pasuruan, keseluruhan rangkaian acara berjalan sukses, padahal sebelumnya GP Ansor Bangil sempat mengirim surat penolakan, namun ternyata acara tidak ada satu pun yang berani menganggu.

Sebagaimana surat yang beredar berperihal "Penolakan Kajian Khilafah dan penurunan Bendera HTI di Masjid Manarul Islam Bangil", alasan penolakan GP Ansor itu karena Ustadz Zulkifli M Ali dalam pengajiannya sering mengangkat isu Khilafah yang diduga Ansor tidak relevan dengan NKRI, Pancasila dan UUD 1945.

Ansor berdalil penolakan itu didasarkan pada PERPU no 2 thn. 2017 tentang Ormas. Ansor menyebut Bendera Tauhid sebagai bendera HTI dinyatakan bubar dan terlarang sejak disahkannya PERPU tersebut. Padahal tidak ada redaksi apapun dalam PERPU tersebut menyatakan HTI bubar apalagi terlarang.

PERPU ORMAS tahun 2017 juga tidak memuat redaksi bahwa Khilafah Islamiyah sebagai ajaran terlarang di wilayah hukum NKRI. Yang terlarang adalah paham komunisme, marxisme, dan leninisme. Sementara Khilafah adalah ajaran Islam warisan Rasulullah dan para sahabatnya.

Justru di dalam PERPU tersebut dinyatakan larangan bagi ormas untuk berlaku di luar wewenang seperti menjadi aparat. "Ormas dilarang melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan wewenang penegak hukum seperti ketentuan perundang-undangan" (lihat slide)

Pasal dalam PERPU tersebut justru layak ditujukan bagi GP Ansor yang gemar menolak kajian keislaman para da'i. Terlebih GP Ansor sering melakukan intimidasi, tekanan, dan ancaman, seperti tertuang dalam surat penolakan GP Ansor Bangil pada redaksi, "DAN APABILA DALAM 3X24 JAM SEJAK SURAT INI KAMI LAYANGKAN TIDAK DITINDAKLANJUTI, MAKA KAMI PIMPINAN CABANG GERAKAN PEMUDA ANSOR BANGIL AKAN MELAKUKAN TINDAKAN"

Apa maksud 'AKAN MELAKUKAN TINDAKAN'? Bukankah itu termasuk pengancaman? Tindakan apa? Persekusi ustadz dan masjid?

Sebelumnya, GP Ansor diketahui sudah banyak menolak kegiatan dakwah seperti terjadi di Kota Malang, Kota Kediri, Pare Kediri, Tegal, Jakarta, Semarang, dan di banyak kota lain.





Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…