Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Habib Bahar Pimpin Baca Maulid Di LP Pondok Rajeg Cibinong, Masya Allah..

Kamis, 17 Oktober 2019

Faktakini.net, Jakarta - Kehadiran Habib Bahar bin Smith di LP Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, Jawa Barat benar-benar membawa berkah.

Bagaimana tidak, pimpinan Ponpes Tajul Alawiyin itu telah membuat suasana di Lembaga Pemasyarakatan menjadi seperti suasana di pondok pesantren yang ia pimpinan.

LP Pondok Rajeg yang tadinya kering kini menjadi basah dengan lantunan dzikir, sholawat dan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Masya Allah...

Termasuk dalam video berikut saat Habib Bahar memimpin pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW di LP Pondok Rajeg yang diikuti oleh para, tahanan, sekitar bulan September 2019 lalu




Lupa Taruh HP Lalu Tuduh Brigjen TNI Subagyo Mencuri, Perwira Polisi Ini Minta Maaf



 Sabtu, 8 Juni 2019

Faktakini.net, Jakarta -  Video seorang Perwira Menengah Polisi, AKBP LMI yang menuduh Direktur Peralatan Angkatan Darat ,Brigjen TNI Subagyo dan keluarganya mencuri HP miliknya di salah satu hotel di Cilacap, Jawa Tengah viral di media sosial.

Peristiwa yang terekam dalam video amatir berdurasi 1 menit tersebut terjadi di Hotel Atrium Cilacap, Jawa Tengah pada Senin dinihari, 3 Juni 2019 sekitar pukul 04.15 WIB.

Dalam Video tersebut sang AKBP yang bertugas di Mabes Polri tersebut dengan arogan menuduh sang Brigjen dan keluarganya mengambil HP miliknya yang dia letakkan di meja saat makan sahur.

Dimana sang AKBP LMI menghadang keluarga Brigjen Subagyo dan bilang stop stop stop berhenti dulu semuanya siapa yang mengambil HP saya, HP saya hilang, coba periksa semuanya satu-satu.

Mendengar seperti itu Brigjen TNI Subagyo bilang jangan sembarangan menuduh dan istri Brigjen TNI Subagyo juga bilang bapak jangan sembarangan menuduh kami mungkin bapak lupa menaruh HP nya.

Akan tetapi AKBP LMI tersebut memaksa mau menggeledah tas yang dibawa Brigjen TNI Subagyo dan rombongan dan perwira Polisi menyuruh mengeluarkan HP yang berada di saku celana anak laki-laki Brigjen TNI Subagyo an Rafi dan kemudian Rafi mengeluarkan HPnya ternyata itu bukan HP AKBP LMI sehingga Brigjen TNI Subagyo tidak berkenan dan akhirnya cekcok.

Setelah diselidiki dan akhirnya diketahui HP sang pewira Polisi yang arogan tersebut ternyata berada di atas meja makan tempat AKBP LMI tersebut makan. Brigjen TNI Subagyo pun menelepon anak buahnya dan Dandim Cilacap serta Kapolres Cilacap.

Anak buah sang jenderal TNI pun disebut-sebut berdatangan ke Hotel Atrium Cilacap dan sempat mengepung hotel tersebut sehingga membuat sang Perwira Menengah Polri tersebut membuat surat pernyataan minta maaf secara terbuka di atas kertas bermaterai 6.000.

Dalam surat pernyataan tersebut, AKBP LMI mengaku salah lantaran menuduh Direktur Peralatan TNI AD, Brigjen Subagyo dan keluarganya mencuri HP merek Iphone miliknya.

Dia juga meminta maaf lantaran sempat menahan dan melakukan penggeledahan terhadap saku dan tas milik keluarga Subagyo.

Padahal, iphone miliknya tidak diambil oleh keluarga Subagyo, melainkan tertinggal di meja makan alias dia sendiri yang lupa alias pikun.

Dia akhirnya mengaku salah menaruh HP hingga menduga dicuri oleh keluarga Subagyo. Menurutnya, surat pernyataan ini sekaligus sebagai bukti bahwa dugaan Subagyo dan keluarganya curi HP tidak benar.

Komandan Kodim 0703/Cilacap Letkol Inf Wahyo Yuniartoto saat dihubungi SINDOnews membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, kata dia, semuanya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Dimana kedua belah pihak sudah berdamai. Namun Letkol Wahyo menyarankan agar SINDOnews mengonfirmasi ke Kapendam IV/Diponegoro Kol Inf Zainudin untuk memperoleh konfirmasi yang lebih valid dan komprehensif.

Namun saat dihubungi Kapendam IV/Diponegoro Kol Inf Zainudin tidak merespon baik ditelepon maupun ketika dihubungi via WhatsApp.

Sumber: sindonews.com



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…