Langsung ke konten utama

Featured Post

Sinergi Peduli Asap Palembang, Jambi Dan Riau

Kamis, 17 Oktober 2019
Faktakini.net
Bang Akmal
ALHAMDULILLAH MENUJU PALEMBANG, JAMBI, RIAU
Barakallah Sahabat2 atas support dan dukungan nya. 
Bang Akmal dan Team Menuju Palembang, Jambi, Riau Dengan Mobil Ambulans Membawa Bantuan dan Support dari Kawan2 Lintas Komunitas dan Jamaah. 
Mohon Doanya Agar Perjalanan Pergi dan Pulang Dalam kondisi Sehat Wal Afiat serta Bantuan Dapat Diterima Dilokasi Karhutla. Barakallah Fiikum.
Untuk Turut Support Perlengkapan dan Bantuan Di Lokasi Hubungi : Bang Akmal - 0815 745 74747
Untuk Update dan Perkembangan Bisa Di Pantau dari Status dan Info dr Bang Akmal. Syukron atas Perhatian dan Kontribusinya.
*#sinergi #energi #komunitas #peduli #peduliasap #tanggapbencana #bencanaalam #riau #pekanbaru #jambi #palembang #solidaritas #tolongmenolong #kisspigogreen #syiarislam #gum #salamsantun #emak2mujahidah #muslimahbelaislam #komunitaslantaiatas #bangakmal




Jonru: Tak Ada Istilah Kapok Dalam Berjuang Membela Kebenaran


Sabtu, 8 Juni 2019

Faktakini.net

Sejak saya bebas, ada satu jenis komentar netizen yang membuat saya tak sanggup menahan emosi:

"Jonru sekarang lembek, tidak lagi garang kayak dulu."

Duhai! Saya beritahu satu hal, ya:

Saya sudah pernah merasakan bagaimana pedihnya menjalani proses hukum, mulai dari BAP di kantor polisi, persidangan di pengadilan, hingga hari-hari yang penuh dengan penderitaan di dalam penjara. Belum lagi soal kepedihan hati karena harus berpisah dengan keluarga, bisnis saya bubar, kehilangan sumber penghasilan, dan sebagainya.

Terus terang, semua itu membuat saya kapok. Bukan kapok membela kebenaran, tapi kapok masuk penjara. Saya tidak ingin masuk penjara lagi. Saya tidak rela jika kembali harus menjalani semua kepedihan tersebut, untuk "menebus" kesalahan yang tak pernah saya lakukan.

Banyak aktivis yang setelah keluar dari penjara justru jadi takut membela kebenaran, jadi takut berjuang.

Jadi, jika sampai saat ini saya masih berani berjuang, berani membela kebenaran, itu artinya alhamdulillah masih sangat lumayan.

Bagi saya, tak ada istilah kapok dalam berjuang membela kebenaran.

Jika ada orang yang masih ngotot berkata, "Jonru sekarang lembek, tidak lagi garang kayak dulu," saya dapat pastikan bahwa mereka ini termasuk TIPE MANUSIA EGOIS. Mereka hanya memikirkan diri sendiri, tidak pernah memahami orang lain. Mereka hanya menginginkan Jonru tampil seperti yang mereka inginkan, tanpa pernah berusaha memahami orang lain.

Alhamdulillah, sampai saat ini saya masih tetap istiqomah dalam berjuang. Jika Sahabat melihat saya sudah berbeda, tidak lagi segarang dulu, lantas Anda memakluminya, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengertian Anda.

Namun jika Anda tetap ngotot, berharap agar saya tetap seperti dulu, sambil menuduh saya sudah lembek dan seterusnya, maka mohon maaf jika saya akan memblokir Anda. Saya tidak membutuhkan orang seperti Anda.

Saya percaya bahwa di dalam berdakwah, berjuang membela kebenaran, ada begitu banyak cara dan strategi yang bisa kita tempuh. Ada kalanya kita garang, menyerang secara terang-terangan. Ada kalanya kita bermain cantik dan halus. Bahkan ada kalanya kita harus bersembunyi di dalam gua seperti Ashabul Kahfi. Ada kalanya pula kita melarikan diri ke negeri lain, seperti yang dulu dilakukan oleh Rasulullah beserta para Sahabat.

Maka jika Anda termasuk orang yang kecewa pada saya karena menganggap Jonru sudah lembek, tidak lagi segarang dulu, maka mungkin Anda perlu belajar tentang strategi dakwah. Juga belajar memahami orang lain.

Mohon maaf dan terima kasih.

Jonru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…