Langsung ke konten utama

Featured Post

KPK Hentikan 36 Kasus, Pengusutan Perkara Korupsi Dinilai Bisa Jadi Barang Dagangan

Ahad, 23 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Langkah KPK mengumumkan penghentian penyelidikan 36 kasus dinilai bakal berdampak negatif pada upaya pemberantasan korupsi.

Mantan Ketua KPK, Busyro Muqoddas, berkata komisi antikorupsi sebelumnya tidak pernah mengumumkan penghentian kasus dalam tahap penyelidikan.

Menurut Muqoddas, meski proses penyelidikan rumit dan panjang, terdapat potensi munculnya barang bukti baru di kemudian hari. Artinya, kata dia, kasus tersebut dapat bergulir ke tahap selanjutnya.

"Kalau ada sejumlah perkara yang belum ditemukan alat buktinya yang lengkap, itu tidak diumumkan kepada masyarakat, bahwa tahap penyelidikan, apalagi jumlahnya 36 kasus, dinyatakan dihentikan," kata Busyro kepada BBC News Indonesia, Jumat (21/02).

"Itu tidak pernah dilakukan karena tahap penyelidikan adalah tahap yang bersifat rahasia," tuturnya.

Muqoddas menilai publikasi penghentian penyelidikan berpotensi dijadikan bahan negosiasi oleh orang-orang yang terjera…

Tentara Zionis Israel Gunakan Anjing Untuk Menyerang Warga Sipil Palestina

Ahad, 19 Mei 2019

Faktakini.net, Tepi Barat - Tentara pendudukan Israel secara ilegal dan "brutal" menggunakan anjing Belanda dalam serangan Israel di Tepi Barat sejak kematian rabbi Israel dua bulan yang lalu di Tepi Barat, B'Tselem melaporkan.

Laporan tersebut mencatat bahwa penggunaan anjing Belanda oleh tentara Israel telah menyebabkan tiga warga Palestina terluka, termasuk seorang wanita, dan meneror anak-anak dengan cara pelepasan anjing-anjing tersebut ke dalam rumah selama penggerebekan.

Laporan B'Tselem menyebutkan adanya sebuah pelanggaran dimana tentara Israel menghancurkan empat rumah di Jenin, dan salah satunya dibongkar saat pasukan penduduk masih berada di dalamnya.

Organisasi Israel tersebut juga mendokumentasikan penggerebekan dua rumah di desa-desa di daerah tersebut, di mana mereka memerintahkan anjing-anjing untuk menyerang tiga wanita.

Dalam laporan tersebut, rincian mengerikan tentang penggunaan anjing oleh pendudukan Israel pada 3 Februari 2018 pukul 6:00 pagi, diceritakan.

Dalam kesaksiannya kepada B'Tselem pada tanggal 13 Februari 2018, Houria Jarrar menjelaskan apa yang terjadi padanya setelah meninggalkan ruangan bersama tentara tersebut: Inas dan tentara tersebut memasuki ruangan tempat kami berada. Prajurit itu memberitahuku bahwa dia ingin mencari kami.

Saya menangis dan berkata kepadanya: "Apa yang Anda inginkan dari saya! Saya adalah seorang wanita tua yang begerak dengan susah payah, Anda seharusnya merasa malu dengan diri Anda sendiri! "

Inas dan tentara itu membantuku melepas pakaianku saat aku duduk di tempat tidur. Saya merasa tak berdaya dan sangat sedih atas apa yang telah dilakukan prajurit tersebut terhadap saya dan saya selalu menangis sepanjang waktu. Bagaimana mungkin seorang prajurit muda memaksa seorang wanita tua seperti saya untuk melepaskan pakaiannya dan mengungkapkan ketelanjangannya di depannya dengan cara ini?

Setelah pemeriksaan, prajurit Inas memerintahkan agar dia membantunya menyingkirkan anak perempuan saya Dalal juga. Inas membantunya dan tentara itu mencari mayat Dalal. Aku tidak bisa berhenti menangis.

Foto: Tentara pendudukan Israel secara ilegal dan "brutal" menggunakan anjing Belanda dalam serangan Israel di Tepi Barat sejak kematian rabbi Israel dua bulan yang lalu di Tepi Barat, B'Tselem melaporkan. 

Sumber: suarapalestina.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…