Langsung ke konten utama

Featured Post

Tony Rosyid: Siapapun Capres PDIP 2024, Anies Harus Disingkirkan Dulu

Ahad, 23 Februari 2020

Faktakini.net

*Siapapun Capres PDIP 2024, Anies Harus Disingkirkan Dulu*

*Tony Rosyid*
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Salah ketik! Ini dia! Satu kesalahan yang selama ini dicari dan ditunggu, ketemu! Bahan bagus. Bahkan bagus banget. Gak boleh dilewatkan!

Kalau merasa salah, mundur aja! Kata Gilbert Simanjuntak, seorang anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP. Ini cacat administrasi, cacat hukum, katanya lagi. KPK harus turun, lanjutnya.

Ini manipulasi. Ini pembohongan publik, kata Prasetyo Edi Marsudi, ketua DPRD DKI dari PDIP. Hari ini saya masih punya palu. Kalau dia keras, saya akan keras, katanya lagi.

Apa sih masalahnya, sampai keras-kerasan begitu? Sampai bilang manipulasi, pembohongan publik, KPK harus turun, dan minta ada yang mundur. Situasinya seperti mau kiamat aja.

Ini hanya soal surat Pemprov DKI ke mensesneg terkait ijin penyelenggaraan ajang Formula E yang akan menggunakan kawasan Monas. Begitu menurut penjelasan Syaefullah, Sekda DKI. Dalam su…

Ratusan Massa Ratu Adil Geruduk Bawaslu Jatim Tuntut Jokowi Di-Diskualifikasi



Rabu 15 Mei 2019

Faktakini.net, Surabaya - Ratusan orang mengatasnamakan Ratu Adil (Rakyat Bersatu untuk Pemilu Jujur dan adil) menggelar aksi damai di kantor Bawaslu Jawa Timur di Jalan Tanggulangin, Surabaya. Aksi dilakukan sebagai bentuk kekecewaan hasil pemilu yang dinilai penuh kecurangan dan kejanggalan.

Pantauan detikcom, dengan membawa bendera merah putih, ikat kepala hitam bertuliskan kalimat tauhid dan pakaian putih-putih, massa menggelar berbagai spanduk dan poster yang berisi 9 tuntutan petisi Ratu Adil yang ditandatangani massa.

Adapaun beberapa tuntutan petisi itu adalah "Hentikan situng KPU yang menyebarkan berita hoax akibat akibat angka input yang salah dan kesengajaan," "Bentuk TPF kematian petugas pemilu dan kibarkan bendera setengah tiang Indonesia berduka,"

"Hentikan kriminalisasi ulama dan para tokoh masyarakat, hak berpendapat bukan kesalahan," dan Diskualifikasi capres yang mempergunakan fasilitas negara dan menguntungkan dirinya."

Massa menilai pemilu kali ini adalah pemilu paling bobrok.

Koordinator aksi Gus Sofi mengatakan bahwa aksi ini merupakan bagian dari keprihatinan terhadap proses dan hasil Pemilu. Ia menilai bahwa Pemilu tahun 2019 adalah paling bobrok sepanjang sejarah.

"Aksi ini didasari atas keprihatinan terhadap pemilu 2019. Kami menilai bila pada tahun ini adalah pemilu paling bobrok, pemilu yang paling rancu, pemilu yang penuh dengan kebohongan, pemilu yang penuh dengan tipu muslihat," kata Koordinator aksi Gus Sofi, Rabu, (15/5/2019).

Pantauan detikcom, setelah beberapa jam menggelar orasi secara bergantian, sejumlah perwakilan Ratu Adil kemudian diterima oleh Bawaslu Jatim. Total ada 10 orang yang yang ditunjuk untuk menemui Bawaslu. Tak hanya itu, mereka juga menyerahkan banner petisi yamg telah ditandatangani.

Foto: Massa Ratu Adil Geruduk Bawaslu Jatim Tuntut Jokowi Di-diskualifikasi

Sumber: detik.com






Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…