Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) M Husein Bantah Hoax Yang Disebar Abu Janda Bahwa Konflik Di Palestina Hanya Ada Di Gaza

Kamis, 19 September 2019
Faktakini.net, Jakarta - Dari Gaza, Palestina, Muhammad Husein menepis hoax yang coba disebarkan oleh Ustadz gadungan Abu Jbidei (Permadi Arya) bahwa konflik di Palestina hanya ada di Gaza. 
Silahkan saksikan video ini:

Polisi Mengakui Korban Aksi 22 Mei Meninggal Tertembak Peluru Tajam

Kamis, 23 Mei 2019

Faktakini.net, Jakarta - Polisi akhirnya membenarkan ada satu orang korban meninggal dunia karena terkena peluru tajam dalam aksi massa 22 Mei 2019. Satu korban tersebut telah dinyatakan terkena peluru tajam dari hasil autopsi.

“Hanya satu yang sudah dinyatakan meninggal terkena peluru tajam, yang lainnya masih dalam proses autopsi,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Mei 2019.

Dedi menjelaskan, dari data sementara yang ia dapat total keseluruhan korban meninggal dunia enam orang. Seluruh korban akan menjalani proses autopsi.

Hingga saat ini, menurut Dedi, lima korban lainnya masih menjalani proses autopsi. Proses autopsi dilakukan di RS Polri Kramat Jati dan RSCM. “Yang di RS Polri empat jenazah sedang diautopsi, dua lainnya di RS berbeda,” kata Dedi.

Meski sudah dapat dipastikan satu orang meninggal akibat terkena peluru tajam, Dedi menuturkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal peluru tersebut. Apalagi polisi telah menyatakan banyak senjata api ilegal beredar di masyarakat sebelum aksi 21 dan 22 Mei.

Menurut Dedi, Polri juga memastikan personel di lapangan hanya menggunakan tameng dan tembakan gas air mata. Sehingga bisa dipastikan apabila ada peluru tajam yang mengenai massa aksi bukan berasal dari aparat TNI-Polri.

"Kemarin Pak Kapolri sendiri menunjukan sebelum kejadian itu juga menemukan, menangkap enam tersangka dengan tiga senjata api, satu senjata api laras panjang dan dua senjata api laras pendek," ujarnya.

Dia menambahkan, "Desain itu sudah keliatan sejak awal, dari sebelum tanggal 21 itu sudah didesain. Tentunya masih didalami lagi, beberapa senjata-senjata apakah masih ada di luar atau tiga itu yang berhasil diamankan."

Foto: Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) bersama Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Rachmad Wibowo (kiri), Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol

Sumber: viva.co.id

Komentar

  1. Polisi banyak bohongnya. Masa iys banyak senjata ilegal di Masyarakat? FAKTA sdh membuktikan masyarakat dan TNI mnenemukan Peluru di Mobil Polisi? Apakah dari Masyarakat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sdh jelas POLISI Sdh melanggar HAM. Segera dibawa ke pengadilan Internasional. Krn kejahatan membasmi hak asasi Manusia. Termasuk KAPOLDA DKI juga terlibat

      Hapus
  2. Ditembak !! Rakyat ga goblok seperti anda2 kalian hai polisi !! Suatu kesengajaan perlakuan polisi brimob yg bringas harus dilaporkan ke HAM International.

    BalasHapus
  3. PKI sudah menyusup dipemerintahan Jokowi !!

    BalasHapus
  4. Jokowi aj di kelilingi pki

    BalasHapus
  5. وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

    Dan barangsiapa membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allâh murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan adzab yang besar baginya. [an-Nisâ`/4:93]



    Baca Selengkapnya : https://almanhaj.or.id/4293-membunuh-dosa-besar.html

    BalasHapus
  6. وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

    Dan barangsiapa membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allâh murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan adzab yang besar baginya. [an-Nisâ`/4:93]



    Baca Selengkapnya : https://almanhaj.or.id/4293-membunuh-dosa-besar.html

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…