Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) M Husein Bantah Hoax Yang Disebar Abu Janda Bahwa Konflik Di Palestina Hanya Ada Di Gaza

Kamis, 19 September 2019
Faktakini.net, Jakarta - Dari Gaza, Palestina, Muhammad Husein menepis hoax yang coba disebarkan oleh Ustadz gadungan Abu Jbidei (Permadi Arya) bahwa konflik di Palestina hanya ada di Gaza. 
Silahkan saksikan video ini:

Pernyataan Sikap Forum Umat Islam Jawa Timur Tanggapi Kisruh Pemilu 2019

Jum'at, 17 Mei 2019

Faktakini.net

PERNYATAAN SIKAP
FORUM UMAT ISLAM JAWA TIMUR

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pemilu 2019 kali ini menorehkan sejumlah catatan yang memprihatinkan. Dan menjadi sejarah kelam
dalam pelaksanaan Demokrasi di Indonesia.

1. Banyaknya kecurangan yang dilakukan, mulai dengan melibatkan aparat penegak hukum, BUMN
dan pegawai pemerintahan untuk memenangkan salah satu pasangan calon presiden. Seperti :
a. Pra Pemilu :
i. Adanya DPT ganda, invalid dan manipulatif.
ii. Tertangkapnya ratusan ribu amplop yang disiapkan untuk serangan fajar.
iii. Ditemukannya surat suara yang sudah tercoblos ke salah satu paslon.
b. Pemilu :
i. Adanya surat suara yg dicoblos oleh petugas dan kepala desa/klebun.
ii. Banyaknya TPS yang tidak netral. Dan masyarakat yang akan mencoblos merasa
terintimidasi karena ditempatkan di rumah kepala desa yang pro salahsatu
paslon dan kader partai.
c. Pasca Pemilu
i. Adanya penggiringan opini oleh media massa melalui pengumuman Quick Count
dan Situng KPU bahwa paslon no. 1 sudah menang.
ii. Tidak terbukanya penyelenggara pemilu dengan tidak menempelkan c1 plano di
tps/kelurahan sesuai aturan yang berlaku.
iii. Tidak terbukanya petugas KPU dengan menolak mebuka formulir C7 untuk
melihat ada tidaknya penggelembungan suara.

2. Banyaknya keluarga yang harus kehilangan orang tua dan sanak keluarga. Lebih dari 600 petugas
penyelenggara Pemilu wafat. Dan lebih dari 3000 orang lainnya dirawat.
Disisi lain kondisi politik pasca pemilu makin panas. Pemerintah melakukan ketidak-adilan dalam
penegakan hukum seperti kriminalisasi terhadap para ulama dan para aktifis yang berbeda pandangan
terhadap pemerintah. Seolah menyiram api bukannya dengan air tetapi dengan api yang berpotensi
menimbulkan amarah dari umat Islam.
Di sisi Ekonomi, pemerintah melakukan perbuatan yang membahayakan bagi kedaulatan ekonomi dan
politik bangsa. Dengan melakukan kerjasama proyek OBOR (One Belt One Road). Dimana program OBOR
ini menurut pandangan kami, lebih banyak merugikan Bangsa Indonesia daripada manfaatnya.

Oleh karena itu, kami yang tergabung dalam FORUM UMAT ISLAM Jawa Timur melalui aksi damai BELA
KEDAULATAN RAKYAT pada hari Jumat, 17 Mei 2019 menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Menolak ditetapkannya Presiden-wakil Presiden periode 2019-2024, yang dihasilkan dari
kecurangan dan manipulasi suara rakyat.
2. Menuntut dibentuknya Tim Pencari Fakta atas wafatnya ratusan penyelenggara pemilu. Agar
dimasa depan kejadian ini tidak terulang lagi.
3. Hentikan upaya kriminalisasi terhadap para ulama dan aktifis yang berbeda pandangan dengan
Pemerintah.
4. Menuntut dibatalkannya MOU terkait proyek OBOR di Indonesia. Yang berpotensi
memperlemah kedaulatan ekonomi dan politik RI.
Kami yang menyatakan sikap :
1. Front Pembela Islam, Jawa Timur
2. Syabab Hidayatullah Jawa Timur
3. Hawariyyun Jawa Timur
4. Jamaah Ummul Qurro Surabaya
5. Dewan Dakwah Islamiyah, Jawa Timur
6. Al Irsyad Jawa Timur
7. Forum Kyai Lintas Pesantren se Madura
8. Pasuka Bolo Roso (PBR)
9. Ponpes Al ISHLAH, Bondowoso
10. Persaudaraan Alumni 212 Jawa Timur
11. Laskar Pembela Islam, Jawa Timur
12. Jamaah Ansharus Syariah, Jawa Timur
13. Ahlus Sunnah wal Jamaah (ASWAJA)
14. Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Pasuruan
15. Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) Jawa Timur
16. Jamaah Masjid Al Muhajirin, Puri Indah, Sidoarjo
17. GARBI JATIM
18. Jamaah Masjid Al Falah Surabaya
19. Barisan Kyai Santri Nadhliyin (BKSN)
20. Ponpes Nurul Qodim, Probolinggo
21. Ponpes Sunan Kalijogo, Jember
22. Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Jatim
23. Aliansi Ulama Tapal Kuda (AUTADA)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…