Langsung ke konten utama

Featured Post

Haedar Nashir Ketua Umum PP Muhammadiyah: Dunia Ekstrem Indonesia

Senin, 24 Februari 2020

Faktakini.net

Dunia Ekstrem Indonesia

Oleh: Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah)

Musuh terbesar Pancasila ialah agama! Indonesia pun menjadi gaduh. Jika pernyataan kontroversial itu lahir dari fakta kelompok kecil umat yang memandang Pancasila thaghut. Kesimpulan tersebut jelas salah secara logika maupun substansi.

Jika anda melihat kucing hitam hatta jumlahnya banyak maka jangan simpulkan semua kucing berbulu hitam. Ini pelajaran mantiq paling elementer. Ketika kesalahan logika dasar itu dibenarkan dan diulangi, boleh jadi ada masalah lain yang lebih problematik di ranah personal dan institusional.

Kesalahan subtansi menjadi lebih parah. Agama manapun tidak bertentangan dan memusuhi Pancasila. Para pendiri bangsa dari semua golongan telah bersepakat menjadikan Pancasila ideologi negara. Di dalam Pancasila terkandung jiwa dan nilai ajaran agama yang luhur. Bung Karno bahkan berkata, dengan sila Ketuhanan maka bukan hanya manusianya, tetapi Negara Indones…

PC FMI (FPI) Kota Serang Gelar Buka Puasa Bersama Dan Santunan Anak Yatim


Sabtu, 18 Mei 2019

Faktakini.net, Banten - Front Mahasiswa Islam (FMI) sayap juang FPI di Kota Serang terlahir sebagai Agent of Social di kalangan masyarakat, keterkaitan Mahasiswa dengan masyarakat tidak bisa di pisahkan. Maka pada Bulan Suci Ramadhan FMI telah melaksanakan kegiatan buka bersama dan santunan anak yatim di Yayasan Insan Rabbani Desa Sukadiri, Kec. Kasemen, Kota Serang, pada Rabu (15/06/2019). Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Habaib dan a’lim ulama yang ada di Banten.

Solihin selaku ketua PC FMI Kota Serang menuturkan kepada faktakini.net diadakannya kegiatan tersebut agar ukhuwah persaudaraan sesama umat Islam tetap terjaga dan agar kita dapat berjamaah tidak mudah untuk digoyangkan iman kita semuanya dan saling merasa meliki persaudaraan yang kuat. Serta tidak menghilangkan peran mahasiswa selaku penuntut ilmu tetap juga harus sebagai Agent Of Social.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para Habaib dan a’lim ulama yang ada di Banten diantaranya sebagai berikut.

1. Habib Hamdy Bin Assegaf
2. Habib Faiz Al Math
3. Habib Hasan Bin Zen Al-Athas
4. Sayyid Zaidan Hamdy Bin Al-Athas
5. Ustadz Yahya (Wali Laskar FPI Kota Serang)
6. Bapak TB (Pemilik Yayasan Insan Rabbani)
7. Ustadz Fikri (DPC-FPI Gunung Sari)
8. Kanda Tofiq (HMI MPO Cab. Kota Serang)
9. Masyarakat Sukadiri
10. Kader PK-FMI UIN "SMH" BANTEN & PK-FMI STIA BANTEN

Ketua PC FMI Kota Serang, Sudara Ahmad Sholihin mengatakan kegiatan ini akan menjadi rutinitas tiap tahunnya untuk FMI di Kota Serang "Sinergitas antara mahasiswa dengan masyarakat harus tetap terjaga, dikarenakan Mahasiswa merupakan masyarakat" ungkapnya.

Ia melanjutkan, kegiatan ini sedikit berbeda esensinya bukan hanya bersilaturahmi, tetapi ada pencerahan tausyiah agar lebih menguatkan keimanan kita semua.




Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…