Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI-PA 212-GNPF Ulama: Korban Asuransi Jiwasraya Dan Asabri, Ayo Ikut Aksi 21 Februari 2020!

Rabu, 19 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Front Pembela Islam (FPI), GNPF Ulama dan Persaudaraan Alumni 212 mengajak para umat lintas agama dan para korban Jiwasraya, Asabri dan lainnya untuk ikut Aksi Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI pada Jumat siang (21/2/2020) mendatang.

Ajakan itu disampaikan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Ustadz Yusuf Muhammad Martak dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 19 Februari 2020.

Ustadz Yusuf Martak mengatakan, keikutsertaan para nasabah dan korban mega korupsi tersebut akan memberienergi tambahan pada peserta aksi lainnya.

“Kami benar-benar berharap saudara-saudara kami yang menjadi korban mega korupsi bisa ikut turun pada aksi Jumat, 21 Februari 2020. Dengan keterlibatan para korban dalam aksi, sekaligus menjadi tekanan bagi penguasa untuk menuntaskan kasus-kasus mega korupsi,” ujar Ustadz Yusuf Martak.

Dia menambahkan, aksi FPI, GNPF-Ulama, PA 212 dan ormas-ormas Islam serta elemen umat Islam kali ini menunjukkan bahwa…

Parah! Kacau! Ancur! BPS: Defisit Perdagangan RI April 2019 Terburuk Sepanjang Sejarah

Kamis, 16 Mei 2019

Faktakini.net, Jakarta - Betapa parag, hancur dan kacaunya perekonomian Indonesia saat ini. Neraca Perdagangan Indonesia pada April 2019 kembali mengalami defisit, yakni mencapai sebesar US$2,5 miliar. Defisit pada bulan tersebut berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik merupakan yang terburuk di Indonesia sepanjang sejarah!

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bahwa besaran defisit terburuk sebelumnya yang pernah dicatat oleh BPS terjadi pada Juli 2013. Pada bulan tersebut, neraca ekspor impor Indonesia mengalami defisit sebesar US$2,3 miliar.

"Kalau dari data yang ada memang betul terburuk, dari Juli 2013 yang sebesar US$2,3 miliar. Sejak kapannya, mungkin sejak saya belum lahir," kata dia di kantornya, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019.

Dia tak menampik, kondisi buruknya neraca perdagangan Indonesia pada April 2019 tersebut tidak terlepas dari kondisi global saat ini yang sedang tidak kondusif, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi negara-negara maju maupun iklim perdagangan yang lambat.

Dia menyebutkan, negara tujuan dagang utama Indonesia secara umum mengalami perlambatan ekonomi, misalnya Tiongkok yang pada kuartal I 2019 hanya mampu tumbuh 6,4 persen, sementara itu pada  periode yang sama tahun sebelumnya 6,8 persen, begitu juga Singapura dari yang tumbuh 4,7 persen ke 1,3 persen, serta Korea Selatan dari 2,8 persen ke 1,58 persen.

"Ketika negara-negara tujuan ekspor kita melambat, suka enggak suka akan pengaruh. Ditambah harga komoditas yang fluktuatif, tidak bisa kita tebak, kemudian  perang dagang," tuturnya.

Akibat kondisi itu, kinerja ekspor Indonesia di seluruh sektornya mengalami penurunan. Surhariyanto menyebutkan bahwa nilai ekspor di sektor migas pada bulan itu hanya senilai US$740 juta, turun 34,95 persen secara bulanan dan 37,06 persen secara tahunan.

Ekspor sektor pertanian hanya senilai US$250 juta, turun 6,74 persen secara bulanan dan 15,88 persen secara tahunan. Ekspor sektor industri pengolahan hanya senilai US$9,42 miliar turun 9,04 persen secara bulanan dan 11,82 persen secara tahunan.

Begitu juga untuk ekspor di sektor pertambangan dan lainnya yang hanya mampu mencatatkan angka senilai US2,19 miliar ata mengalami penurunan nilai sebesar 7,31 persen secara bulanan dan 6,50 persen secara tahunan.

"Pemerintah kan punya komitmen perkuat ekspor dengan memberi insentif supaya produk kita lebih kompetitif, difersifikasi produk, dengan biaya logsitik, tapi itu semua butuh waktu. Ketika negara yang mau diekspor ekonominya melambat maka butuh waktu," tegas dia.

Foto: Kepala BPS Suhariyanto

Sumber: viva.co.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…