Langsung ke konten utama

Featured Post

Jenazah Penjual Kopi Di Medan Dijemput Ambulans HILMI - FPI Sumut Di Kamar Jenazah RS

Rabu, 19 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Tingginya biaya sewa ambulans dan mobil jenazah selalu menjadi masalah yang terus dikeluhkan oleh masyarakat. Hanya saja mereka tidak mampu berbuat banyak lantaran tarif ambulans dan mobil jenazah sudah ditetapkan masing-masing pemilik ambulans.

Tidak mengherankan jika beredar di media sosial soal jasa pengiriman jenazah lewat truk. Munculnya jasa angkut mayat menggunakan truk karena warga tak sanggup membayar tarif ambulans dan mobil jenazah, lebih-lebih untuk tujuan luar kota.

Banyaknya masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat terutama dalam hal menyewa mobil ambulans, menjadikan HILMI FPI Medan bertekad untuk mengatasi keluhan mereka yang tidak mampu membayar sewa ambulans, sehingga keberadaan ambulans FPI diharapkan bisa menjadi solusi bagi kaum dhuafa atau keluarga yang terkena musibah.

Ketua DPD FPI (Front Pembela Islam) Sumut Habib Hud Alattas kepada Media HILMI, Minggu (16/2) menceritakan usai melihat kondisi mobil ambulansn…

Oesman Sapta Odang: Hanura Kalah Gara-Gara Wiranto!

Kamis, 16 Mei 2019

Faktakini.net, Jakarta - Hancur leburnya partai Hanura di Pemilu 2019 ini berbuntut panjang dengan para petinggi partai tersebut saling perang mulut.

Ketum Hanura yang juga Ketua DPD, Oesman Sapta Odang atau Oso menyebut, kekalahan Partai Hanura di Pemilu Legislatif 2019 ini, karena faktor Wiranto.

Hal itu disampaikan Oso, saat menggelar acara buka puasa bersama di kediamannya, Jalan Karang Asem Utara, Kuningan Jakarta, Rabu 15 Mei 2019.

"Kalau ada yang tanya kenapa Hanura kalah, ya tanya Wiranto," kata Oso.

Dia melanjutkan, kekalahan Hanura adalah karena Wiranto. Tetapi, Oso tidak menjelaskan mengapa demikian.

Partai Hanura pada Pemilu Legislatif ini, tidak lolos ambang batas parlemen empat persen. Sehingga, tidak bisa mengirimkan wakilnya ke DPR periode 2019-2024.

Dalam acara ini, Oso juga mengundang seluruh ketua Partai Hanura daerah. "Biar mereka kalah, tetapi Presidennya menang (Partai Hanura pengusung Jokowi-Ma'ruf)," katanya.

Dia juga memastikan, pada Pemilu Presiden, seluruh kadernya tidak ada yang mendukung pasangan lain.

Hadir dalam acara ini, yaitu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menteri Sosial Agus Gumiwang, dan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra.

Selain itu, juga terlihat hadir Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Mantan Kepala BIN A. M. Hendropriyono, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Foto: Ketum Hanura yang juga Ketua DPD, Oesman Sapta Odang atau Oso

Sumber: viva.co.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…