Langsung ke konten utama

Featured Post

Amalan-Amalan Di Bulan Rajab, Oleh Habib Salim Bin Abdullah Assyatiri

Rabu, 26 Februari 2020

Faktakini.net

*AMALAN-AMALAN DI BULAN RAJAB YANG JATUH PADA HARI SELASA, 25 FEBRUARI 2020*

RAJAB diambil dari kata "tarjib" yang berarti "pengagungan". Ada ulama juga mengatakan RAJAB artinya "Ashab" yang berarti "mengalir/menuang", kenapa demikian karena di bulan RAJAB mengalirnya Rahmat Allaah bagi orang-orang yang bertaubat. ❤

Ulama juga berkata, "Bulan rajab bulan untuk menanam, sya'ban untuk menyiram, ramadhan untuk memanen.

*InsyaAllaah 1 Rajab jatuh pada hari Selasa 25 Februari 2020, maka malam awal bulan rajab adalah hari senin malam selasa tanggal 01/Rajab/1441H.*

Diantara amalan yang baik dilakukan pada bulan Rajab (Bulan Haram/Mulia) :
✨ Puasa.
✨ Istighfar.
✨ Do'a.
Di anjurkan banyak do'a terutama pada malam pertama bulan rajab 🌹

قال صلى الله عليه وسلم : خمس ليال لاترد فيه الدعاء: اول ليلة من رحب، وليلة النصف من شعبان، وليلة الجمعة، وليلة الفطر وليلة النحر.
(اخرجه السيوطى رحمه الله تعالى فى ال…

Inas Zubir: Hanura Jeblok Karena Wiranto Mencla - Mencle!


Jum'at, 17 Mei 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah hancur lebur dan tak mampu menembus ambang batas 4 persen, friksi dan saling sikut di tubuh partai Hanura terus memanas.

Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut jebloknya perolehan suara partainya pada Pileg 2019 karena konflik internal pada 2018. Menurut Inas, sikap eks Ketum Hanura Wiranto yang mencla-mencle membuat dampak yang signifikan hingga berimbas pada pileg tahun ini.

Inas bercerita konflik internal membuat Hanura terpecah dua kelompok. Salah satu kubu dipimpin oleh Daryatmo yang dikenal dengan Kubu Ambhara. Sementara kubu lainnya dipimpin Oesman Sapta Oedang (OSO) atau yang dikenal dengan kubu Manhattan.

Inas menyatakan kondisi itu menjadikan Hanura tidak solid. Perpecahan itu, kata dia, terjadi mulai dari tingkatan elite partai hingga ke tingkat akar rumput.

"Sehingga soliditas partai tidak lagi dapat dipertahankan dan konstituen pun akhirnya lari. Jadi tidak heran jika kursi Hanura hilang diberbagai daerah dan bahkan gagal menuju Senayan," kata Inas kepada CNNIndonesia.com, Jumat (17/5).

Inas pun menyayangkan sikap Wiranto yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Hanura. Inas melihat Wiranto mencla-mencle dalam menyikapi konflik internal Hanura.

Inas merasakan sikap itu telah memperlihatkan bahwa Wiranto tak memiliki sikap tegas bahkan terkesan membenarkan tindakan Hanura kubu Daryatmo untuk 'makar' terhadap OSO dan menggelar Munaslub sendiri.

"Seharusnya hal ini tidak akan terjadi jika Pak Wiranto pada saat itu tidak mencla mencle dalam menyikapi dinamika di partai Hanura pada saat itu," kata dia.

"Tapi kadang [Wiranto] mengatakan bahwa Ketum Hanura tetap bang OSO. Padahal sikap yang ditunjukan oleh Wiranto tersebut, jelas-jelas mengkhianati kesepakatan serah terima Ketua Umum Hanura dari Wiranto kepada bang OSO," ucapnya.

Inas juga menduga Wiranto terkesan membiarkan Hanura tetap terpecah dan tak memiliki solusi. Padahal dengan kondisi 'pincang' di awal 2018, Hanura tak bisa maksimal dalam menghadapi Pemilu 2019, khususnya pileg.

"Sebagai mantan Panglima ABRI dan Menko Polhukam, Pak Wiranto seharusnya sangat faham bahwa membiarkan partai Hanura pecah pada awal tahun 2018, di saat Pemilu Legislatif sudah dekat, adalah strategi yang sangat buruk," kata Inas.

Inas menyayangkan tindakan dan sikap Wiranto kala itu. Andai Wiranto tegas meminta para kader Hanura di bawah pimpinan Daryatmo untuk loyal kepada OSO sebagai Ketua Umum yang sah kala itu, maka Hanura tidak akan jeblok dalam Pileg 2019.

"Maka Hanura tidak akan pecah seperti sekarang ini, dan konstituen pun tidak akan lari dari Hanura. Atau jangan-jangan justru ini merupakan strategi Pak Wiranto untuk menjatuhkan bang OSO? Who knows?" ujar Inas.

Wiranto sendiri sebelumnya sudah merespons terkait perolehan suara Hanura pada Pileg 2019 yang tak sesuai target. Wiranto menyatakan menyesal telah memilih Oesman Sapta Odang alias OSO sebagai Ketua Umum Hanura.

Wiranto mengaku penyesalan itu karena dirinya didesak harus bertanggung jawab atas kegagalan Hanura memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

"Kalau saya didesak terus seakan-akan Pak Wiranto yang salah. Kesalahan saya cuma satu ya, menunjuk Pak OSO menjadi Ketua Umum," ujar Wiranto di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Kamis (16/5).

Foto: Inas Nasrullah Zubir

Sumber: cnnindonesia.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…