Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) M Husein Bantah Hoax Yang Disebar Abu Janda Bahwa Konflik Di Palestina Hanya Ada Di Gaza

Kamis, 19 September 2019
Faktakini.net, Jakarta - Dari Gaza, Palestina, Muhammad Husein menepis hoax yang coba disebarkan oleh Ustadz gadungan Abu Jbidei (Permadi Arya) bahwa konflik di Palestina hanya ada di Gaza. 
Silahkan saksikan video ini:

Inas Zubir: Hanura Jeblok Karena Wiranto Mencla - Mencle!


Jum'at, 17 Mei 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah hancur lebur dan tak mampu menembus ambang batas 4 persen, friksi dan saling sikut di tubuh partai Hanura terus memanas.

Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut jebloknya perolehan suara partainya pada Pileg 2019 karena konflik internal pada 2018. Menurut Inas, sikap eks Ketum Hanura Wiranto yang mencla-mencle membuat dampak yang signifikan hingga berimbas pada pileg tahun ini.

Inas bercerita konflik internal membuat Hanura terpecah dua kelompok. Salah satu kubu dipimpin oleh Daryatmo yang dikenal dengan Kubu Ambhara. Sementara kubu lainnya dipimpin Oesman Sapta Oedang (OSO) atau yang dikenal dengan kubu Manhattan.

Inas menyatakan kondisi itu menjadikan Hanura tidak solid. Perpecahan itu, kata dia, terjadi mulai dari tingkatan elite partai hingga ke tingkat akar rumput.

"Sehingga soliditas partai tidak lagi dapat dipertahankan dan konstituen pun akhirnya lari. Jadi tidak heran jika kursi Hanura hilang diberbagai daerah dan bahkan gagal menuju Senayan," kata Inas kepada CNNIndonesia.com, Jumat (17/5).

Inas pun menyayangkan sikap Wiranto yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Hanura. Inas melihat Wiranto mencla-mencle dalam menyikapi konflik internal Hanura.

Inas merasakan sikap itu telah memperlihatkan bahwa Wiranto tak memiliki sikap tegas bahkan terkesan membenarkan tindakan Hanura kubu Daryatmo untuk 'makar' terhadap OSO dan menggelar Munaslub sendiri.

"Seharusnya hal ini tidak akan terjadi jika Pak Wiranto pada saat itu tidak mencla mencle dalam menyikapi dinamika di partai Hanura pada saat itu," kata dia.

"Tapi kadang [Wiranto] mengatakan bahwa Ketum Hanura tetap bang OSO. Padahal sikap yang ditunjukan oleh Wiranto tersebut, jelas-jelas mengkhianati kesepakatan serah terima Ketua Umum Hanura dari Wiranto kepada bang OSO," ucapnya.

Inas juga menduga Wiranto terkesan membiarkan Hanura tetap terpecah dan tak memiliki solusi. Padahal dengan kondisi 'pincang' di awal 2018, Hanura tak bisa maksimal dalam menghadapi Pemilu 2019, khususnya pileg.

"Sebagai mantan Panglima ABRI dan Menko Polhukam, Pak Wiranto seharusnya sangat faham bahwa membiarkan partai Hanura pecah pada awal tahun 2018, di saat Pemilu Legislatif sudah dekat, adalah strategi yang sangat buruk," kata Inas.

Inas menyayangkan tindakan dan sikap Wiranto kala itu. Andai Wiranto tegas meminta para kader Hanura di bawah pimpinan Daryatmo untuk loyal kepada OSO sebagai Ketua Umum yang sah kala itu, maka Hanura tidak akan jeblok dalam Pileg 2019.

"Maka Hanura tidak akan pecah seperti sekarang ini, dan konstituen pun tidak akan lari dari Hanura. Atau jangan-jangan justru ini merupakan strategi Pak Wiranto untuk menjatuhkan bang OSO? Who knows?" ujar Inas.

Wiranto sendiri sebelumnya sudah merespons terkait perolehan suara Hanura pada Pileg 2019 yang tak sesuai target. Wiranto menyatakan menyesal telah memilih Oesman Sapta Odang alias OSO sebagai Ketua Umum Hanura.

Wiranto mengaku penyesalan itu karena dirinya didesak harus bertanggung jawab atas kegagalan Hanura memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen.

"Kalau saya didesak terus seakan-akan Pak Wiranto yang salah. Kesalahan saya cuma satu ya, menunjuk Pak OSO menjadi Ketua Umum," ujar Wiranto di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Kamis (16/5).

Foto: Inas Nasrullah Zubir

Sumber: cnnindonesia.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…