Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Tepis Ucapan Ngawur Kepala BPIP, Prof Suteki: Agama Lebih Dulu Eksis Dari Pancasila!

Rabu, 19 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Guru Besar Universitas Diponegoro Semarang, Profesor Suteki menilai pernyataan Ketua Badan Penguatan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, yang mengatakan agama musuh terbesar dari Pancasila tidak tepat dan dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Suteki mengatakan dengan adanya pernyataan tersebut, pemerintah dinilai blunder dan sudah semestinya BPIP dibubarkan. Paling tidak, Yudian harus dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BPIP.

Profesor Suteki pun menegaskan agama lebih dulu eksis daripada Pancasila.

“Kalau seperti ini akan timbul ketidakpercayaan masyarakat, apakah itu mau dikehendaki demikian maka reaksi yang lebih jauh adalah bubarkan BPIP atau setidaknya copot Profesor Yudian Wahyudi,” kata Suteki dalam acara ILC tvOne, Selasa malam, 18 Februari 2020, dikutip dari vivanews.com.

Secara pribadi, pakar Sosiologi Hukum dan Filsafat Pancasila itu mengaku telah melihat langsung cuplikan video pernyataan Yudian.



Dalam video ter…

Farhan Tewas Ditembak Aparat Di Petamburan, Orang Tua Minta Pelaku Dihukum!

Kamis, 23 Mei 2019

Faktakini.net, Jakarta - Orangtua Farhan Syafero, korban kerusuhan di Petamburan, Jakarta Barat yang diduga tewas akibat luka tembak aparat, berharap ada investigasi atas kematian anaknya. Muhammad Safri berharap polisi dapat menghukum pelaku yang menyebabkan kematian putra keduanya itu.

“Siapapun itu, apakah Komnas HAM, pihak 01 atau 02, intinya saya terbuka untuk dilakukan investigasi,” kata Safei saat ditemui di rumah duka di Kampung Rawa Kalong, Jalan Pramuka Gang Perintis RT 3/7, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat, Kamis 23 Mei 2019

Safri pun berharap, ada pihak yang bertanggung jawab atas kematian Farhan.   

“Harapannya, ada yang bertanggung jawab, saya enggak tahu siapa, tapi kalau emang penyebab kebrutalan polisi berarti institusinya kan yang datang,” ujarnya

Safri menambahkan, hingga kini pihak keluarga hanya mengetahui penyebab tewasnya Farhan karena luka tembak, namun pihak keluarga belum menerima proyektil peluru yang disebut-sebut menembus leher korban.

“Kata rumah sakit sih bilang penyebabnya adalah kematian tidak wajar. Kami dapat info dari temannya kena tembak, tapi kalau mau dilihat penyebab harus diautopsi, tapi kami enggak mau.

Sementara itu, salah satu pengurus DPP Front Pembela Islam (FPI), Habib Idrus Al Gadri meyakini, Farhan adalah salah satu korban salah sasaran. Sebab, dari hasil penelusuran serta keterangan para saksi, Farhan bukanlah peserta aksi unjuk rasa pada Rabu 22 Mei 2019.

“Almarhum bukan peserta aksi, juga bukan laskar FPI. Dia pecinta habaib. Dia ini aktif di majelis taklim, seperti Majelis Taklim Rasulullah, dan Nurul Mustofa. Nah saat kejadian almarhum ini semata-mata lagi jaga rumah Imam Besar FPI, Habib Rizieq di Petamburan,” katanya saat dikonfirmasi wartawan di Depok

Habib Idrus pun sangat menyayangkan Farhan tewas dengan cara tragis. Terkait hal itu, ia pun mendesak agar kasus ini segera diusut tuntas agar jelas siapa pelaku yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini.

“Ini menyangkut nyawa seseorang. Saya enggak habis pikir kok bisa seperti ini. Kemarin kami juga sudah ke rumah almarhum, menyampaikan amanah Imam Besar FPI sekaligus keprihatinan atas kasus ini. Insya Allah almarhum mati syahid.”

Foto: Keluarga Farhan Syafero, korban kerusuhan 22 Mei di Petamburan

Sumber: viva.co.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…