Langsung ke konten utama

Featured Post

Hj Irena Handono: Kami Menolak Film 'The Santri' Karena Tak Sesuai Ajaran Islam

Senin, 23 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Irena Center yang mengelola pondok pesantren bagi muallaf Muslimah menyatakan menolak film “The Santri” yang disutradarai Livi Zheng, dan telah menimbulkan kontroversi sejak cuplikan promosi tayangan layar lebar itu beredar di masyarakat.

“Irena Center menolak film ‘The Santri’ karena tidak mencerminkan perilaku dan tradisi santri yang sebenarnya,” ujar Pembina Yayasan Irena Center, Hajjah Irena Handono, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hajjah Irena Handono yang akrab disapa Umi Irena itu menjelaskan bahwa ketidaksesuaian film tersebut dengan kehidupan santri yang sesungguhnya adalah karena sejumlah adegan yang tidak sejalan dengan syariat Islam, seperti pacaran, bercampur aduknya laki-laki dan perempuan, serta membawa tumpeng ke dalam gereja.

“Akibatnya film ini merusak gambaran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam di tanah air,” jelas Umi Irena.

Irena Center juga menyeru agar masyarakat, terutama Umat Islam, m…

Farhan Tewas Ditembak Aparat Di Petamburan, Orang Tua Minta Pelaku Dihukum!

Kamis, 23 Mei 2019

Faktakini.net, Jakarta - Orangtua Farhan Syafero, korban kerusuhan di Petamburan, Jakarta Barat yang diduga tewas akibat luka tembak aparat, berharap ada investigasi atas kematian anaknya. Muhammad Safri berharap polisi dapat menghukum pelaku yang menyebabkan kematian putra keduanya itu.

“Siapapun itu, apakah Komnas HAM, pihak 01 atau 02, intinya saya terbuka untuk dilakukan investigasi,” kata Safei saat ditemui di rumah duka di Kampung Rawa Kalong, Jalan Pramuka Gang Perintis RT 3/7, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat, Kamis 23 Mei 2019

Safri pun berharap, ada pihak yang bertanggung jawab atas kematian Farhan.   

“Harapannya, ada yang bertanggung jawab, saya enggak tahu siapa, tapi kalau emang penyebab kebrutalan polisi berarti institusinya kan yang datang,” ujarnya

Safri menambahkan, hingga kini pihak keluarga hanya mengetahui penyebab tewasnya Farhan karena luka tembak, namun pihak keluarga belum menerima proyektil peluru yang disebut-sebut menembus leher korban.

“Kata rumah sakit sih bilang penyebabnya adalah kematian tidak wajar. Kami dapat info dari temannya kena tembak, tapi kalau mau dilihat penyebab harus diautopsi, tapi kami enggak mau.

Sementara itu, salah satu pengurus DPP Front Pembela Islam (FPI), Habib Idrus Al Gadri meyakini, Farhan adalah salah satu korban salah sasaran. Sebab, dari hasil penelusuran serta keterangan para saksi, Farhan bukanlah peserta aksi unjuk rasa pada Rabu 22 Mei 2019.

“Almarhum bukan peserta aksi, juga bukan laskar FPI. Dia pecinta habaib. Dia ini aktif di majelis taklim, seperti Majelis Taklim Rasulullah, dan Nurul Mustofa. Nah saat kejadian almarhum ini semata-mata lagi jaga rumah Imam Besar FPI, Habib Rizieq di Petamburan,” katanya saat dikonfirmasi wartawan di Depok

Habib Idrus pun sangat menyayangkan Farhan tewas dengan cara tragis. Terkait hal itu, ia pun mendesak agar kasus ini segera diusut tuntas agar jelas siapa pelaku yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini.

“Ini menyangkut nyawa seseorang. Saya enggak habis pikir kok bisa seperti ini. Kemarin kami juga sudah ke rumah almarhum, menyampaikan amanah Imam Besar FPI sekaligus keprihatinan atas kasus ini. Insya Allah almarhum mati syahid.”

Foto: Keluarga Farhan Syafero, korban kerusuhan 22 Mei di Petamburan

Sumber: viva.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…