Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Aktif Semprot Disinfektan Perangi Corona, Yang Nyinyiri FPI Ngapain Aja?

Selasa, 31 Maret 2020

Fktakini.net, Jakarta - Disaat musibah datang, disaat bencana tiba, barulah nanti akan terlihat siapa kawan dan saudaramu yang sesungguhnya.

Pepatah ini tepat apabila mau dikaitkan dengan serangan wabah Virus COVID-19 (Corona) yang berasal dari Cina dan saat ini sudah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

Di Indonesia, jumlah kasus positif Corona semakin bertambah dari hari ke hari termasuk korban yang tewas akibat virus kiriman dari negeri Cina ini.

Namun di tengah merebaknya wabah yang mengerikan itu, alhamdulillah di Indonesia masih ada Front Pembela Islam (FPI), ormas Islam yang selalu berjuang di garis terdepan dalam membantu korban bencana alam dan masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Dalam upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Corona, para Relawan FPI di berbagai wilayah gencar melakukan penyemprotan disinfektan di rumah ibadah (Masjid, Gereja dan lainnya), fasilitas umum, serta rumah-rumah warga dan sebagainya.

Namun anehnya, para haters ali…

Farhan Tewas Ditembak Aparat Di Petamburan, Orang Tua Minta Pelaku Dihukum!

Kamis, 23 Mei 2019

Faktakini.net, Jakarta - Orangtua Farhan Syafero, korban kerusuhan di Petamburan, Jakarta Barat yang diduga tewas akibat luka tembak aparat, berharap ada investigasi atas kematian anaknya. Muhammad Safri berharap polisi dapat menghukum pelaku yang menyebabkan kematian putra keduanya itu.

“Siapapun itu, apakah Komnas HAM, pihak 01 atau 02, intinya saya terbuka untuk dilakukan investigasi,” kata Safei saat ditemui di rumah duka di Kampung Rawa Kalong, Jalan Pramuka Gang Perintis RT 3/7, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat, Kamis 23 Mei 2019

Safri pun berharap, ada pihak yang bertanggung jawab atas kematian Farhan.   

“Harapannya, ada yang bertanggung jawab, saya enggak tahu siapa, tapi kalau emang penyebab kebrutalan polisi berarti institusinya kan yang datang,” ujarnya

Safri menambahkan, hingga kini pihak keluarga hanya mengetahui penyebab tewasnya Farhan karena luka tembak, namun pihak keluarga belum menerima proyektil peluru yang disebut-sebut menembus leher korban.

“Kata rumah sakit sih bilang penyebabnya adalah kematian tidak wajar. Kami dapat info dari temannya kena tembak, tapi kalau mau dilihat penyebab harus diautopsi, tapi kami enggak mau.

Sementara itu, salah satu pengurus DPP Front Pembela Islam (FPI), Habib Idrus Al Gadri meyakini, Farhan adalah salah satu korban salah sasaran. Sebab, dari hasil penelusuran serta keterangan para saksi, Farhan bukanlah peserta aksi unjuk rasa pada Rabu 22 Mei 2019.

“Almarhum bukan peserta aksi, juga bukan laskar FPI. Dia pecinta habaib. Dia ini aktif di majelis taklim, seperti Majelis Taklim Rasulullah, dan Nurul Mustofa. Nah saat kejadian almarhum ini semata-mata lagi jaga rumah Imam Besar FPI, Habib Rizieq di Petamburan,” katanya saat dikonfirmasi wartawan di Depok

Habib Idrus pun sangat menyayangkan Farhan tewas dengan cara tragis. Terkait hal itu, ia pun mendesak agar kasus ini segera diusut tuntas agar jelas siapa pelaku yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini.

“Ini menyangkut nyawa seseorang. Saya enggak habis pikir kok bisa seperti ini. Kemarin kami juga sudah ke rumah almarhum, menyampaikan amanah Imam Besar FPI sekaligus keprihatinan atas kasus ini. Insya Allah almarhum mati syahid.”

Foto: Keluarga Farhan Syafero, korban kerusuhan 22 Mei di Petamburan

Sumber: viva.co.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Keluarga Besar Mbah Maimoen Silaturahmi Ke Kediaman Habib Rizieq Di Mekkah

Kamis, 8 Agustus 2019

Faktakini.net, Mekkah - Pada hari ini, Kamis 7 Dzulhijjah 1440 H atau 8 Agustus 2019, keluarga besar Allahyarham KH Maimoen Zubair silaturahim ke kediaman Habib Rizieq Shihab di Makkah Al Mukarramah, Saudi Arabia.
Kedatangan tamu istimewa ini disambut dengan hangat oleh Habib Rizieq Shihab dan menantu beliau Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas.
Habib Hanif menyatakan, "Hari ini di Makkah, Kamis 7 Dzulhijjah 1440 H. Silaturahmi keluarga Besar KH Maemoen Zubair ( Gus Majid, Gus Taj Yasin, Gus Rouf, Gus Zuhrul Anam dkl )  ke kediaman alwalid Habib Rizieq Shihab di Mekkah, mudah-mudahan memperkuat silaturahmi dan ukhuwwah ditengah Muslimin di Indonesia dan kita mendapatkan keberkahan almarhum serta bisa meneladani Ilmu dan akhlaq Hadhrotussyekh KH Maemoen Zubair. Amiiin ya Robbal Alamin."
Sebagaimana diketahui, KH Maimoen Zubair baru saja meninggal dunia di Mekkah, hari Selasa 6 Agustus 2019 sekitar pukul 04.17 waktu Saudi dan langsung dimakamkan hari itu…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…