Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) M Husein Bantah Hoax Yang Disebar Abu Janda Bahwa Konflik Di Palestina Hanya Ada Di Gaza

Kamis, 19 September 2019
Faktakini.net, Jakarta - Dari Gaza, Palestina, Muhammad Husein menepis hoax yang coba disebarkan oleh Ustadz gadungan Abu Jbidei (Permadi Arya) bahwa konflik di Palestina hanya ada di Gaza. 
Silahkan saksikan video ini:

Anaknya Tewas Ditembak Aparat, Ayah Farhan: Yang Salah Jokowi, Megawati, Wiranto Dan Moeldoko!



Rabu, 22 Mei 2019

Faktakini.net, Jakarta - Suasana duka tampak menyelimuti kediaman keluarga besar Farhan Syafero, salah satu korban yang tewas akibat kerusuhan di Petamburan, Jakarta Pusat. Farhan diduga kuat meregang nyawa akibat peluru aparat kepolisian yang menembus lehernya pada hari Rabu, 22 Mei 2019.

Pantauan VIVA melaporkan, isak tangis keluarga dan beberapa kerabat pun pecah ketika menyambut jenazah Farhan di rumah duka di Jalan Pramuka, RT 3/7 Kampung Rawa Kalong, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok, Jawa Barat.

Syafri Alamsyah, sang ayah mengatakan, Farhan adalah korban dari ketidakadilan. Ia pun berharap, peristiwa ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi warga Indonesia.

“Saya bangga dengan anak saya. Pemerintah pejabat-pejabat harus sadar, ini ada penembakan secara tidak manusiawi seperti ini. Ini artinyakan berarti tidak dilihat sebagai warganya, sebagai rakyat, hanya dilihat sebagai musuh padahal kita demokrasi. Menuntut kebebasan berpendapat, tidak radikal,” katanya.

Syafri menilai pihak yang paling bertanggung jawab atas kejadian ini adalah pemerintah. “Yang paling bertanggung jawab itu pertama Jokowi, kedua Megawati, ketiga Menkopolkam termasuk Moeldoko. Itu jenderal-jenderal kekuasaan lama yang masih ingin menguasai kekayaan duniawi. Saya bangga dengan putra saya, saya bangga. Allahu Akbar.”

Di mata keluarga, Farhan adalah sosok pria yang bertanggung jawab dan sangat rajin beribadah. Ia bahkan rutin mengikuti pengajian di Majelis Nurul Musthofa dan senang bergaul dengan para habaib atau ulama. Peristiwa kematian Farhan baru diketahui keluarga tadi pagi, sekira pukul 05:00 WIB.

Rencananya, Farhan akan dimakamkan tak jauh dari rumah duka di kawasan Cinere, Depok. Farhan, pria 31 tahun itu meninggalkan satu orang istri dan dua anak yang masih sangat kecil.

Foto: Ayah dari Farhan Syafero, Syafri Alamsyah.

Sumber: viva.co.id

Komentar

  1. Semoga yg disebutkan bapak itu dapat peringatan dari Yang maha kuasa agar disadarkan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…