Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) M Husein Bantah Hoax Yang Disebar Abu Janda Bahwa Konflik Di Palestina Hanya Ada Di Gaza

Kamis, 19 September 2019
Faktakini.net, Jakarta - Dari Gaza, Palestina, Muhammad Husein menepis hoax yang coba disebarkan oleh Ustadz gadungan Abu Jbidei (Permadi Arya) bahwa konflik di Palestina hanya ada di Gaza. 
Silahkan saksikan video ini:

Aksi 22 Mei Diprediksi Ramai Peserta, Kedutaan AS Keluarkan Peringatan Keamanan

Sabtu, 18 Mei 2019

Faktakini.net, Jakarta - Kisruhnya pelaksanaan Pemilu 2019 terkait indikasi  banyaknya kecurangan, proses situng KPU yang meragukan, meninggalnya 600 lebih anggota KPPS dan sebagainya terus menuai protes warga masyarat khususnya pendukung Prabowo - Sandi, sehingga situasi perpolitikan nasional pun memanas.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia mengeluarkan peringatan keamanan bagi warganya terkait penetapan hasil pemilu serentak 22 Mei 2019. Peringatan diberikan Kedutaan AS karena adanya potensi aksi teror dan demonstrasi.

"Kepolisian Indonesia telah mengumumkan adanya risiko aksi terorisme terkait pengumuman hasil pemilu dan media telah melaporkan sejumlah teroris ditangkap," bunyi isi laman Kedutaan AS, id.usembassy.gov, pada Jumat, 17 Mei 2019.

Kedutaan mengingatkan kepada warga Amerika yang ada di Indonesia bahwa demonstrasi kemungkinan akan terjadi di sekitar Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Bukan hanya di Jakarta, peringatan serupa juga diserukan untuk warganya yang ada di sejumlah wilayah seperti Medan dan Surabaya.

"Kepolisian Indonesia telah menyatakan ada penambahan pengamanan di obyek vital sekitar Jakarta," bunyi peringatan tersebut.

Kedutaan AS mengimbau pada setiap warganya untuk menghindari area demonstrasi tersebut. Selain juga terus memantau berita, mewaspadai lingkungan sekitar, dan menjaga keamanan pribadi.

Kedutaan AS juga meminta warganya mendaftar aplikasi Smart Traveller Enrollment Program. Tujuannya untuk memperoleh akses ke informasi terkini mengenai kondisi keamanan. Selain memantau media sosial milik kedutaan.

Foto: Salah satu aksi unjuk rasa menolak kecurangan Pemilu

Sumber: tempo.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…