Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Tepis Ucapan Ngawur Kepala BPIP, Prof Suteki: Agama Lebih Dulu Eksis Dari Pancasila!

Rabu, 19 Februari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Guru Besar Universitas Diponegoro Semarang, Profesor Suteki menilai pernyataan Ketua Badan Penguatan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, yang mengatakan agama musuh terbesar dari Pancasila tidak tepat dan dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Suteki mengatakan dengan adanya pernyataan tersebut, pemerintah dinilai blunder dan sudah semestinya BPIP dibubarkan. Paling tidak, Yudian harus dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BPIP.

Profesor Suteki pun menegaskan agama lebih dulu eksis daripada Pancasila.

“Kalau seperti ini akan timbul ketidakpercayaan masyarakat, apakah itu mau dikehendaki demikian maka reaksi yang lebih jauh adalah bubarkan BPIP atau setidaknya copot Profesor Yudian Wahyudi,” kata Suteki dalam acara ILC tvOne, Selasa malam, 18 Februari 2020, dikutip dari vivanews.com.

Secara pribadi, pakar Sosiologi Hukum dan Filsafat Pancasila itu mengaku telah melihat langsung cuplikan video pernyataan Yudian.



Dalam video ter…

150 Anjing Hendropriyono Siap Halau Peserta Aksi 22 Mei, Sandiaga: Anjing Najis!

Ahad, 19 Mei 2019

Faktakini.net, Jakarta - Penduking Jokowi - Ma'ruf, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono berencana menurunkan anjing pelacak atau K-9 atau yang terlatih untuk membantu mengamankan jalannya pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu pada 22 Mei 2019 mendatang.

Menurut Hendropriyono, K9 akan dikerahkan mana kala memang dibutuhkan.

"Turun kalau perlu," kata Hendro saat ditemui usai diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Minggu 19 Mei 2019.

Hendro mengatakan, anjing miliknya yang berjumlah sekitar 150 ekor tersebut sangat terlatih. Lebih jauh, ia belum mau membeberkan apakah pihak aparat keamanan sudah meminta bantuan.

"Saudara-saudara tahu kan kalau dijilat anjing saja najis apalagi kalau digigit tidak dilepas-lepas, sampai kulit Anda itu dibawa pergi baru lepas," ucapnya membangga-banggakan anjing.

Hendropriyono mengatakan, antisipasi tetap ia lakukan meski Kepolisian ragu menurunkan anjing dari satuan mereka.

Menurut dia, psikologi massa ketika turun ke jalan harus dipahami. Belakangan hal-hal teknis perlu dilakukan apalagi diduga ada potensi sekelompok orang bakal berbuat kegaduhan memanfaatkan situasi saat pengumpulan massa

Sandiaga Melayat ke Rumah PPS di Pekanbaru yang Wafat Usai Pemilu
Sandiaga Melayat ke Rumah PPS di Pekanbaru yang Wafat Usai Pemilu

"Turun kalau perlu mengatasi brutal itu," kata dia.

"Kalau nanti polisi turunkan anjing masih mikir kan, mikir nanti bagaimana enggak enak. Saya kan rakyat, saya tidak mikir. Kalau saya diserang, saya balik serang. Itu namanya rakyat. Sama-sama rakyat lah kita. Tapi saya masih punya pemikiran saya harus bela anak cucu saya hari depannya. Saya tidak mau diam-diam saja karena kita ingat bahwasanya negara ini gak mungkin bubar hanya karena kelakuan sedikit ini," kata dia.

Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno pun merespons ancaman Hendro dan 150 anjingnya.

Sandi menegaskan penggunaan anjing untuk aksi damai gerakan kedaulatan rakyat tak tepat. Sebab mereka yang berdemo juga terdiri dari Muslim yang pasti akan melakukan ibadah yang harus bersih dari najis.

"Kalau aksi teroris yang mencium bom gitu mungkin bisa penggunaan. Tapi kalau untuk mengawal manusia yang cinta damai yang pasti akan melakukan ibadah di situ juga mereka tentunya bagi umat Muslim kan kita najis ya. Kalau yang mau berbuka puasa mungkin enggak tepat ya penggunaan tersebut," kata Sandi di Rumah Siap Kerja, Jalan Wijaya, Minggu 19 Mei 2019.

Berbeda kata dia, jika anjing tersebut digunakan untuk mengendus bom atau melindungi dari kegiatan teroris maka tepat penggunaannya. Ia meminta agar penggunaan anjing pada bulan Ramadan untuk kegiatan yang dianggap akan berjalan damai perlu dikaji.

"Harus dipastikan jangan mengganggu ibadah dari masyarakat yang lagi menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan," kata Sandi.

Sumber: viva.co.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…