Langsung ke konten utama

Featured Post

Hj Irena Handono: Kami Menolak Film 'The Santri' Karena Tak Sesuai Ajaran Islam

Senin, 23 September 2019

Faktakini.net, Jakarta - Irena Center yang mengelola pondok pesantren bagi muallaf Muslimah menyatakan menolak film “The Santri” yang disutradarai Livi Zheng, dan telah menimbulkan kontroversi sejak cuplikan promosi tayangan layar lebar itu beredar di masyarakat.

“Irena Center menolak film ‘The Santri’ karena tidak mencerminkan perilaku dan tradisi santri yang sebenarnya,” ujar Pembina Yayasan Irena Center, Hajjah Irena Handono, dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hajjah Irena Handono yang akrab disapa Umi Irena itu menjelaskan bahwa ketidaksesuaian film tersebut dengan kehidupan santri yang sesungguhnya adalah karena sejumlah adegan yang tidak sejalan dengan syariat Islam, seperti pacaran, bercampur aduknya laki-laki dan perempuan, serta membawa tumpeng ke dalam gereja.

“Akibatnya film ini merusak gambaran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam di tanah air,” jelas Umi Irena.

Irena Center juga menyeru agar masyarakat, terutama Umat Islam, m…

150 Anjing Hendropriyono Siap Halau Peserta Aksi 22 Mei, Sandiaga: Anjing Najis!

Ahad, 19 Mei 2019

Faktakini.net, Jakarta - Penduking Jokowi - Ma'ruf, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono berencana menurunkan anjing pelacak atau K-9 atau yang terlatih untuk membantu mengamankan jalannya pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu pada 22 Mei 2019 mendatang.

Menurut Hendropriyono, K9 akan dikerahkan mana kala memang dibutuhkan.

"Turun kalau perlu," kata Hendro saat ditemui usai diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Minggu 19 Mei 2019.

Hendro mengatakan, anjing miliknya yang berjumlah sekitar 150 ekor tersebut sangat terlatih. Lebih jauh, ia belum mau membeberkan apakah pihak aparat keamanan sudah meminta bantuan.

"Saudara-saudara tahu kan kalau dijilat anjing saja najis apalagi kalau digigit tidak dilepas-lepas, sampai kulit Anda itu dibawa pergi baru lepas," ucapnya membangga-banggakan anjing.

Hendropriyono mengatakan, antisipasi tetap ia lakukan meski Kepolisian ragu menurunkan anjing dari satuan mereka.

Menurut dia, psikologi massa ketika turun ke jalan harus dipahami. Belakangan hal-hal teknis perlu dilakukan apalagi diduga ada potensi sekelompok orang bakal berbuat kegaduhan memanfaatkan situasi saat pengumpulan massa

Sandiaga Melayat ke Rumah PPS di Pekanbaru yang Wafat Usai Pemilu
Sandiaga Melayat ke Rumah PPS di Pekanbaru yang Wafat Usai Pemilu

"Turun kalau perlu mengatasi brutal itu," kata dia.

"Kalau nanti polisi turunkan anjing masih mikir kan, mikir nanti bagaimana enggak enak. Saya kan rakyat, saya tidak mikir. Kalau saya diserang, saya balik serang. Itu namanya rakyat. Sama-sama rakyat lah kita. Tapi saya masih punya pemikiran saya harus bela anak cucu saya hari depannya. Saya tidak mau diam-diam saja karena kita ingat bahwasanya negara ini gak mungkin bubar hanya karena kelakuan sedikit ini," kata dia.

Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno pun merespons ancaman Hendro dan 150 anjingnya.

Sandi menegaskan penggunaan anjing untuk aksi damai gerakan kedaulatan rakyat tak tepat. Sebab mereka yang berdemo juga terdiri dari Muslim yang pasti akan melakukan ibadah yang harus bersih dari najis.

"Kalau aksi teroris yang mencium bom gitu mungkin bisa penggunaan. Tapi kalau untuk mengawal manusia yang cinta damai yang pasti akan melakukan ibadah di situ juga mereka tentunya bagi umat Muslim kan kita najis ya. Kalau yang mau berbuka puasa mungkin enggak tepat ya penggunaan tersebut," kata Sandi di Rumah Siap Kerja, Jalan Wijaya, Minggu 19 Mei 2019.

Berbeda kata dia, jika anjing tersebut digunakan untuk mengendus bom atau melindungi dari kegiatan teroris maka tepat penggunaannya. Ia meminta agar penggunaan anjing pada bulan Ramadan untuk kegiatan yang dianggap akan berjalan damai perlu dikaji.

"Harus dipastikan jangan mengganggu ibadah dari masyarakat yang lagi menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan," kata Sandi.

Sumber: viva.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

FPI Bersama Kepolisian Bubarkan Acara LGBT Di Magelang

Ahad, 14 Oktober 2018

Faktakini.com, Magelang - Hari ini, Ahad (14/10/2018) berlangsung acara yang diduga LGBT di Mall Arthos Magelang, Jawa Tengah.

Mendapat laporan masyarakat, FPI Magelang Raya kemudian menemui pihak kepolisian.

Akhirnya pihak Kepolisian  kemudian memerintahkan kepada management Mall Arthos mall dan panitia penyelenggara untuk menghentikan dan membongkar panggung siang ini juga.





Kominfo Akhirnya Akui Relawan FPI Benar Membantu Di Palu Dan Nyatakan Mendukung

Kamis, 4 Oktober 2018

Faktakini.com, Jakarta - Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan pernyataan mengakui bahwa aksi sosial kemanusiaan FPI di lokasi terdampak gempa bumi dan tsunami di Palu adalah benar dan nyata adanya, bukan hoax.

Sedangkan yang mereka maksud sebagai hoax adalah kiriman foto dari salah seorang Netizen yang salah kirim foto, judulnya, tentang aksi FPI Palu tetapi fotonya ternyata saat Relawan FPI sedang melakukan aksi sosial kemanusiaan di Sukabumi tahun 2015 lalu.

Jadi dengan kata lain Netizen tersebut cuma 'salah kirim foto",  karena faktanya dokumentasi foto dan video aksi sosial kemanusiaan Relawan HILMI - FPI di lokasi bencana di Palu ada banyak dan melimpah ruah.

Jadi tentu FPI tak perlu repot-repot membuat atau merekayasa foto hoax aksi-aksi di Palu tentunya, karena foto aslinya ada banyak dan mudah ditemukan.

Sebelumnya Kominfo telah mengedarkan siaran pers yang melaporkan ada delapan informasi hoaks yang beredar d…