Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

Featured Post

Luar Biasa! Laskar FPI Tunjukkan Ketangkasan Bela diri ONASTI Di Milad FPI Ke-21

Ahad, 25 Agustus 2019

Faktakini.net, Jakarta - Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara Milad FPI yang ke-21 yang dipusatkan di Stadion Rawa Badak, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2019) berlangsung sukses dan penuh berkah dihadiri oleh ribuan umat Islam.

Acara dimulai sejak pukul 03.00 WIB dinihari, dengan Sholat Tahajjud berjamaah yang diikuti oleh ribuan umat Islam diimami oleh Syekh Dr Adib dari Palestina.

Ketua Umum DPP KH Shobri Lubis beserta seluruh pengurus DPP FPI, serta para pengurus dan sayap juang FPI dari berbagai daerah turut hadir, bersama para Tokoh Ulama dan Habaib. Gubernur DKI Anies Baswedan juga hadir dan memberikan sambutan.

Salah satu acara yang mengundang decak kagum ribuan hadirin adalah pada saat atraksi peragaan ilmu Bela Diri ONASTI atau Olah nafas Inti oleh para Laskar FPI.

Para Laskar FPI menunjukkan kemampuan luar biasa yang tak mempan dipukul dengan tangan maupun besi, serta dipukuli 10 orang sekaligus juga tetap mereka mampu untuk menahannya.

Dan tak hanya par…

Nelongso! Kapitra Ampera: Saya Gagal Lolos ke Senayan

Selasa 30 April 2019

Faktakini.com, Pekanbaru - Kapitra Ampera, caleg PDI Perjuangan, mengaku pesimistis duduk di Senayan alias di kursi DPR. Namun pengacara senior ini berharap tetap bisa duduk di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kalau lihat hasil hitungan sementara, baik internal dan eksternal, kemungkinan saya tidak lolos ke Senayan," kata Kapitra dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (30/4/2019).

Kapitra menduga gagalnya ia menjadi anggota parlemen ini juga karena ada unsur dugaan kecurangan, baik di lingkup internal maupun faktor eksternal. Walau merasa kecewa karena dugaan kecurangan, dia tetap berharap bisa duduk di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Padahal dari survei Indo Barometer, saya nomor satu di internal partai untuk Dapil 2 Riau. Malah surveinya 5 kali dilakukan hingga 8 April," kata pengacara asal Pekanbaru itu.

Kapitra menyebutkan, selama masa kampanye ini, dia sudah berusaha maksimal. Dia turun dari satu desa ke desa lain. Dapil 2 Riau ini t…

Kacau! KPU Input Kemenangan Jokowi di Sukabumi Tanpa Lampiran C1

Selasa, 30 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan input data perolehan suara Pilpres 2019 tanpa disertai bukti lampiran form C1.

CNNIndonesia.com mengakses laman situng KPU melalui kpu.go.id, pukul 11.20 WIB, Selasa (30/4). Di TPS 17, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Jokowi-Ma'ruf meraih 161 suara. Perolehan paslon 01 itu mengungguli paslon 02 yang meraih 42 suara.

Namun diketahui input data tersebut tak disertai lampiran form C1 yang wajib diunggah sebagai bukti hasil input data.

Selain tanpa lampiran data, ada satu fakta bahwa kemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di TPS 17 tersebut kontras dengan hasil-hasil Pilpres di 17 TPS lainnya di Kelurahan Situmekar. Di 17 TPS lainnya, semua kemenangan milik pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Misalnya di TPS 18, Prabowo-Sandi unggul dengan perolehan 101 suara, sedangkan Jokowi-Ma'ruf meraih 77 suara. Sama halnya denga…

Pemilu Penuh Kekurangan, Fahira Idris: Pemilu 2019 Menyesakkan Dada

Selasa, 30 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Wakil Ketua Komite I DPD RI Hajjah Fahira Idris menilai, pemilu 2019 meninggalkan catatan yang menyesakkan dada. Sebab ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia dan ribuan lainnya sakit akibat kelelahan dalam bertugas.

Menurut Fahira, pemilu serentak yang tidak disertai dengan analisis beban kerja KPPS serta manajemen pemilu yang belum ramah terhadap KPPS dianggap menjadi salah satu faktor musibah pemilu itu.

“Menggelar pilpres dan pileg bersamaan pasti menguras fisik dan psikis KPPS. Tidak hanya membuat proses di TPS menjadi lebih lama, tetapi pasti lebih banyak detil yang harus diperhatikan. Dan ini sangat melelahkan," katanya melalui keterangan tertulisnya kepada VIVA, Selasa, 30 April 2019.

"Karena itu," Fahira menyarankan, "pemilu 2024 dan seterusnya, analisis beban KPPS harus jadi prioritas pelaksaanan pemilu dan saya berharap pemilu selanjutnya, pilpres dan pileg, dipisah sa…

FPI Sulteng Sudah Salurkan Bantuan, Ini Data Sementara Korban Banjir Di Kabupaten Sigi Sulteng

Selasa, 30 April 2019
Faktakini.com, Poso - FPI Sulawesi Tengah alhamdulillah telah berada di Desa Bangga untuk menyalurkan bantuan kepada para korban banjir.
Laporan dari FPI Poso "Assalamu alaikum wr wb.. titipan bantuan yg diserahkan telah kami sampaikan kpd sodara2 kita di desa bangga..insya allah bermanfaat dan berkah.. trimakasi atas sumbangsinya.. kbutuhan utama sodara kita disana berupa logistik makan dan minum..obat2an..dan selimut..terpal2 buat tenda"
DATA SEMENTARA KORBAN BENCANA BANJIR DI WILAYAH KAB. SIGI PER 29 APRIL 2019 PUKUL 15.00 WITA SBB:*
*1. Desa Balongga Kec. Dolo Selatan*
a. Rumah rusak : 36 unit (sumber data dari BPBD Kab. Sigi)
b. Warga mengungsi: 174 jiwa / 47 KK (sumber data dari BPBD Kab.sigi)
*2. Desa Bangga Kec. Dolo Selatan*
Rumah : 500 Unit terendam lumpur, 551 KK atau 2259 jiwa ( sumber data dari BPBD Kab. Sigi)
*3. Desa Walatana Kec. Dolo Selatan*
Warga mengungsi 42 KK (sumber data dari BPBD Kab. Sigi)
*4. Desa Omu Kec. Gumbasa*
a. Rumah : 5 u…

TK Cokroaminoto Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Melalui FPI Poso

Selasa, 30 April 2019

Faktakini.com, Poso - Bencana banjir yang melanda Sulawesi Tengah, mengundang keprihatinan banyak pihak.

Terlebih lagi menjelang bulan suci Ramadhan dimana umat Islam ingin fokus berpuasa dan beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan suci nan mulia.

Namun alhamdulillah DPW FPI Kabupaten Poso tidak tinggal diam melihat bencana banjir ini, dan sudah berada di lokasi untuk menyalurkan bantuan.

Termasuk pada hari ini Selasa 30 April 2019 bantuan dari TK Cokroaminoto Kabupaten Poso untuk Korban Banjir bandang yang melanda desa Balongga, desa Bangga, desa Walatana, desa Omu, desa Tuva, desa Salua
berupa beras, mie instan dan telur diterima langsung oleh Ustadz Kasmuri Salamah, Ketua DPW FPI Kabupaten Poso.

Semoga bantuan ini bermanfaatkan untuk meringankan beban penderitaan para korban banjir, dan untuk TK Cokroaminoto Kabupaten Poso semoga menjadi amal ibadah.


Aksi Emak-Emak Pemberani Cileungsi Jaga Baliho Raksasa Prabowo - Sandi

Selasa, 30 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Aksi mengadang penurunan baliho Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak hanya diikuti warga Perumahan Limus Pratama Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Namun, warga sekitar dari luar perumahan tersebut ikut mengawal baliho raksasa tersebut agar tak diturunkan aparat.

Sejumlah pendukung Prabowo-Sandi dari luar perumahan juga ikut menjaga baliho agar tetap terpasang di gerbang depan Perumahan Limus Pratama.

Baliho raksasa itu bertuliskan ucapan terima kasih kepada warga Cileungsi yang telah mendukung dan memenangkan Prabowo-Sandi sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2022. Aksi menjaga baliho sudah dilakukan sejak pagi hingga malam tadi, Senin, 29 April 2019.

Tidak hanya diikuti oleh ratusan muda-mudi, emak-emak dari luar perumahan juga ikut serta dalam aksi ini. Mereka mengaku datang secara sukarela. Tanpa dikoordinir, apalagi dibayar.

"Panggilan hati, tergerak hati saya. Pilpres ini banyak terjadi kecurangan," ujar Leni di lokas…

LPI Dan Ormas Islam Siap Kawal Ijtima Ulama 3 Di Sentul Bogor

Selasa, 30 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Laskar Pembela Islam (LPI) FPI menyatakan siap menjaga dan mengawal pelaksanaan Ijtima Ulama 3 di Hotel Lor Inn, Sentul, Bogor Jawa Barat, hari Rabu (1/5/2019) dari jam 8 pagi sampai selesai.

Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional 3 ini diadakan untuk menyikapi perkembangan terkini pasca pelaksanaan Pemilu 2019 yang terindikasi banyak kecurangan, serta untuk memberikan arahan kepada umat sikap apa yang akan diambil.

Dalam keterangan tertulisnya Panglima LPI Ustadz Maman Suryadi menyatakan, "Terkait akan di laksanakannya Ijtima Ulama ke 3, LPI secara khusus akan menjaga Keamanan dan Ketertiban acara di  Hotel Lor In Sirkuit Sentul bersama Elemen Ormas Islam di antara nya Brigade Jawara Betawi 411, Sapa Islam, Hidayatulloh, Bani, BAT, JAS, HASMI, PASKHA, Hidayatulloh dan LPAS."

"LPI terdiri dari Madar LPI DKI Jakarta, Madar LPI Jawa Barat, dan Madar LPI Banten", lanjut ustadz Maman.

Agenda Ijtima' Ulama & Tokoh Nasiona…

Tegas! BPN: Pihak yang Mau Larang Ijtima Ulama III Anti Demokrasi

Selasa, 30 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Ijtima Ulama akan kembali digelar dengan agenda membahas dugaan kecurangan Pemilu 2019. Rencananya, Ijtima Ulama III ini akan digelar di Hotel Lor In Sentul, Bogor, Jawa Barat, 1 Mei Mendatang.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut Ijtima Ulama adalah hal yang wajar dan biasa. Menurutnya, sikap para ulama tersebut untuk membuat panduan umat untuk bersikap paska pencoblosan pemilu 2019.

"Saya pikir itu wajar dan biasa saja ulama berkumpul kemudian membuat direction panduan bagaimana umat bersikap terkait dengan konstelasi politik yang sedang berlangsung," kata Dahnil kepada wartawan di Jakarta, Senin, 29 April 2019.

Untuk itu, ia pun menegaskan tak ada satu pihakpun yang bisa mencegah atau melarang penyelenggaraan Ijtima Ulama termasuk pemerintah.

"Tidak ada pihak manapun yg bisa mencegah apalagi melarang atau tidak boleh ada Ijtima Ulama. It…

Ini 3 Pergub Terbaru Anies Terkait Pembebasan PBB

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com

Pemprov DKI Jakarta

Teman-teman, Gubernur Anies Baswedan telah menerbitkan 3 (tiga) Peraturan Gubernur (Pergub) terkait Pembebasan Pajak Bumi Bangunan (PBB) di DKI Jakarta. ⁣

Pertama, Pergub Nomor 38 Tahun 2019. Pemprov DKI Jakarta tetap membebaskan objek pajak dengan NJOP di bawah Rp 1 miliar, selain itu tahun 2020 juga tidak ada rencana apalagi keputusan untuk menghapuskan pembebasan PBB bagi objek pajak dengan NJOP di bawah Rp 1 miliar.⁣

Kedua, Pergub Nomor 41 Tahun 2019. Di sepanjang lima jalan protokol di DKI Jakarta masih banyak lahan kosong yang kurang bermanfaat dan berpotensi menimbulkan masalah bagi keindahan dan ketertiban kota. Nah, ada tiga opsi terkait pengenaan PBB bagi lahan-lahan atau tanah-tanah kosong tersebut: 1) Pengenaan PBB dua kali lipat jika tetap dibiarkan kosong dan tidak dimanfaatkan; 2) Pengenaan PBB tetap sesuai nilai terutang jika dibangun; atau 3) Pemberlakuan potongan PBB s.d. 50% jika tanah atau lahan tersebut d…

Ayo Hadiri Tabligh Akbar Di Ponpes An Nur Ciseeng Bogor Bersama KH Shobri Lubis

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com

Assalamualaikum warahmatullaahi wabarokaatuh

Kepada yang terhormat :
Saudara/i seperjuangan, Kaum Muslimin dan Muslimat

Kami mengundang Tabligh akbar Maulid, Isra Mi'raj dan Tarhib Ramadlan serta doa bersama utk kemaslahatan NKRI

InsyaAllah akan dilaksanakan pada;

 tgl 30 april, selasa malam rabu
Pukul 19.30 sd selesai

Alamatnya di Pondok Pesantren An-Nur kp. Poncol Ds. Babakan Kec. Ciseeng Kab. Bogor

Harap dapat hadir kyai. 

Jazaakumullaahu ahsanal jazaa.

Wassalaamualaikum wrwb.

KH. A. Shobri Lubis

Banjir Landa Sulteng, FPI Sulteng Sudah Di Lokasi Salurkan Bantuan Dan Siap Menyalurkan Bantuan Anda

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com

.
SULAWESI TENGAH
KEMBALI BERDUKA
.
Banjir bandang Melanda Desa Balongga, Desa Bangga, Desa Walatana, Desa Omu, Desa Tuva, Desa Salua
.
Beberapa Desa di Kabupaten Sigi Dilnada Musibah
Saat ini Relawan FPI SULAWESI TENGAH telah berada di Lokasi dengan Membawa tenaga dan Logistik Seadanya untuk membantu kesulitan warga masyarakat di beberapa Desa di Kabuoaten Sigi
.
Rumah - rumah penduduk tertimbun lumpur yang mengakibatkan tak dapat di Huni lagi, Ramadhan 1440H Tinggal beberapabHari lagi Namun Ujian dan Cobaan menerpa mereka, penderitaan dan kesengsaraan sangat terasa dimana selain kehilangan tempat tinggal merekapun kesulitan bahan makanan, Air bersih, Tenda, Selimut dan Obat - obatan.
.
Salurkan Donasi Anda Melalui:
Rek.Syariah Mandiri (BSM)
7125112239 (Kode Bank 451)
An.KEMANUSIAAN FRONT

Konfirmasi Bantuan/Donasi :
-0811-4501-846 (Ust.Sugianto Kaimudin)
- 0813441043718 (Ust.Kasmuri Salamah)
- 085298908093 (Bendahara DPD-FPI SULTENG)

Untuk Jemput B…

Habib Rizieq Shihab Akan Berorasi Di Ijtima Ulama III 1 Mei 2019

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab akan berorasi dalam Ijtima Ulama jilid III pada Rabu 1 Mei 2019. Ijtima kali ini akan membahas indikasi kecurangan dalam Pemilu 2019.

"Habib Rizieq akan terlibat, nanti di Ijtima Ulama habib akan memberikan arahan dan berorasi," ujar Ketua Presidium Persaudaraan Alumni 212, KH Slamet Maarif saat ditemui di Tebet Jakarta Selatan, Senin 29 April 2019.

Kyai Slamet mengatakan, Habib Rizieq Shihab akan memberikan arahan tersebut melalui teleconference dari Arab Saudi." Seperti biasa melalui teleconference," ujarnya.

Penanggung Jawab Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional ke-3 Ustadz Yusuf Martak, Habib Rizieq Shihab juga terlibat dalam perencanaan Ijtima kali ini. Mereka mendiskusikan rencana Ijtima Ulama ke-3 ini dengan Habib Rizieq.

Ustadz Yusuf mengatakan itjima ulama akan dimulai dengan pemaparan dari Badan Pemenangan Nasional pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subi…

Tegas! Sandiaga: Ijtima' Ulama 3 Tidak Melanggar Konstitusi

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bahwa ijtima ulama III yang akan diselenggarakan oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 sesuai dengan konstitusi. ‎Ijtima ulama III sendiri diselenggarakan untuk menyikapi kecurangan pemilu 2019.

Hal itu diungkapkan Sandiaga Uno menanggapi pernyataan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko yang mengatakan bahwa ijtima ulama III dapat memicu gerakan massa dan harus dihentikan.

"Insya Allah gerakan kita semua adalah gerakan sesuai dengan konstitusi dan yang dilakukan oleh para ulama tentunya, pak kyai tentu lebih mengerti dan lebih bisa memberikan komentar," terang Sandi saat menghadiri dialog di Jalan Haji Abu, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019).

Sandi menjelaskan, pemilu 2019 diduga banyak terjadi kecurangan. Oleh karenanya, masyarakat serta ulama dan tokoh agama menginginkan pemilu yang jujur dan adil dengan menggelar ijtima ulama III…

Haul Habib Abdurrahman Alhabsyi Di Cikini Lancar, Pengurus Maqom Ucapkan Terima Kasih

Senin, 29 April 2019
Faktakini.com
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
Khodimul maqom Cikini
'.Al Faqier As'Sayyid Muh
Bin Sholeh Al Habsyi
mengucapkan banyak terimakasih atas kehadirannya dalam  acara haul ke 140 Shohibul Maqam Cikini Al Imam Al Barkah Al Habib Abdurrahman Bin Abdullah Al Habsy,
Alfaqier Hamba dhoif dan lemah tak dapat membalas atas apapun.
Hanya untaian doa penuh harap kepada Allah SWT serta Rasulullah Saw agar membalasnya dengan sebaik baik balasan.
Dan terakhir Alfaqier mohon di bukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan baik tempat, sambutan serta jamuan yang kurang berkenan di hati antum sekalian
حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
Al afwuminkum doa wa ridhokum matlub
*Khodimukum*
*_As'Sayyid Muh Amin Bin Sholeh Al Habsyi_* و السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة








Ditolak Rakyat, Duet PDIP Budiman Sudjatmiko - Eva Sundari Gagal Ke Senayan

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Dua politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko dan Eva Kusuma Sundari memastikan dirinya tidak dapat lagi melengang ke Senayan. Keduanya gagal bersaing untuk memperebutkan kursi DPR dari daerah pemilihan masing-masing.

Eva Sundari berangkat dari Dapil VI Jawa Timur yang meliputi Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, dan Kota Kediri.

Sementara Budiman Sudjatmiko adalah Caleg PDIP dari Dapil VII yang meliputi Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi.

Kabar tidak lolosnya Budiman dan Eva ini disampaikan politikus Partai Demokrat, Andi Arief.

“Saya agak terkejut dan prihatin, dua sahabat saya yang bisa memberi warna di DPR dari PDIP kabarnya gagal memenuhi kursi. Buat Budiman Sudjatmiko dan Eva Sundari, teruslah berjuang meski di luar Parlemen,” tulis dia melalui akun Twitternya, @AndiArief__.

Eva dan Budiman pun tidak membantah cuitan Andi ini. “Betul, tapi Demokrat hilang di dapil kita. Hitungan i…

Ketum FPI: Aneh! Ada Yang Ketakutan Dengan Ijtima Ulama III

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Sejumlah tokoh yang bakal menggelar forum atau Ijtima Ulama III, meminta kepada pihak-pihak yang menolak kegiatan tersebut untuk tidak perlu khawatir berlebihan.

Gelaran Ijtima kali ini disebut guna menyuarakan aspirasi dari para ulama dan tokoh membahas dugaan kecurangan Pemilihan Presiden.

"Jadi kalau ada ada orang yang ketakutan karena ijtima, ini aneh," kata Ketua Umum Front Pembela Islam KH Shobri Lubis saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta, Senin 29 April 2019.

Kyai Shobri menyampaikan, ulama tidak punya niat buruk di luar jalur konstitusional. Jika, wacana-wacana yang berkembang dikemukakakan seperti akan melakukan kudeta. Meskipun nantinya jika ada jutaan massa turun ke jalan meminta keadilan, hal tersebut bukan untuk ditakuti.

Ia mengatakan, menyampaikan pendapat di muka umum dan kebebasan berserikat yang diatur dalam undang-undang.

"Jangan terlalu banyak sebar fitnah, kami akan laksanakan sesuai koridor huk…

Dibully Ahokers, Ternyata Banjir Jakarta Era Anies Cuma Seucrit Dibanding Banjir Parah Bengkulu

Senin 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah untuk melakukan kerja sama hasil pertanian DKI dengan Bengkulu.

Saat memberikan sambutan, Anies sempat menyinggung perbandingan berita banjir di DKI Jakarta dengan Bengkulu.

"Saya bersyukur Jakarta benar diperhatikan, Jakarta menyapa semua, ya komoditas dan perhatian. Di Bengkulu ada banjir sembilan kabupaten, di Jakarta beberapa RW. Tapi di Jakarta beberapa RW, perhatiannya seakan-akan Jakarta tenggelam. Sementara di Bengkulu ada sembilan kabupaten (yang dilanda banjir)," kata Anies di Pasar Kenari, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Anies mengucapkan dukacita mendalam atas bencana yang terjadi Bengkulu. Dia berharap banjir di Bengkulu segera surut.

"Saya sampaikan rasa suka. Tapi apresiasi karena duka, tetap memprioritaskan (Gubernur Rohidin) ke sini. Mudah-mudahan cepat surut, di Jakarta sudah surut," sebut Anies.

Anies sendiri men…

Yusril: Quick Count Hanya Untuk Giring Opini, Hasil Akhir Pemilu Harus Sesuai Dengan Quick Count

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Pada pelaksanaan Pemilu 2014 lalu, Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menilai, hasil hitung cepat (quick count) hanya bertujuan menggiring opini untuk perhitungan resmi yang akan dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga di tahun 2014 tersebut, PBB berada di posisi terbawah bersama Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

"Itu semua bagian dari penggiringan opini yang nantinya hasil akhir pemilu harus menyesuaikan diri dengan hasil quick count," kata Yusril melalui pesan singkat, Kamis (10/4/2014).

Dalam sejumlah hasil hitung cepat, perolehan suara PBB dan PKPI tak mencapai ambang batas parlemen sebesar 3,5 persen.

Yusril menuding PBB dan PKPI telah dikondisikan untuk tidak mengikuti Pemilu 2014. Namun, ia tak menyebut siapa pihak yang dimaksud.

"Sejak awal PBB dan PKPI mereka kondisikan untuk tidak ikut pemilu," ujar bakal calon preside…

Ustadz Yusuf Martak: Ijtima Ulama ke-3 Akan Bahas Kecurangan Pilpres 2019

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Sejumlah tokoh muslim akan kembali menggelar Ijtima Ulama di Hotel Lor Inn Sentul Bogor pada Rabu, 1 Mei 2019. Dalam Ijtima Ulama ketiga ini akan dibahas soal kecurangan yang terjadi di pemilihan presiden 2019.

Penanggung jawab Ijtima Ulama ke-3, Ustadz Muhammad Yusuf Martak, mengatakan ijtima ini digelar karena mereka melihat adanya kecurangan pilpres secara terstruktur, sistematis, dan masif.

"Maka Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional 3 adalah keniscayaan untuk memimpin umat Islam melawan kezaliman dan kecurangan dengan cara syar‘i dan konstitusional," kata Ustadz Yusuf dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 29 April 2019.

Yusuf mengatakan tujuan dari ijtima ini adalah memberi arahan kepada rakyat Indonesia dalam menyikapi kecurangan pilpres 2019. Ia berharap rakyat memiliki pedoman yang benar dalam bersikap.

Ada tiga agenda utama yang akan dilakukan dalam ijtima ini. Pertama, mendengarkan paparan mengenai pilpres …

Aparat Mau Turunkan Baliho Ucapan Prabowo - Sandi, Warga Cileungsi Menolak Keras

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Upaya penurunan Baliho spanduk ucapan selamat sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 terhadap pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat penolakan dari warga perumahan Limus Pratama, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Upaya penurunan dilakukan pihak aparat.

Aparat dari Satpol PP sebelumnya sudah siaga untuk menurunkan di depan Perumahan Limis Pratama, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Namun, warga setempat yang berkumpul bersama organisasi masyarakat mulai memanas ketika polisi dan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Informasi yang diperoleh VIVA, kejadian yang berlangsung sore tadi itu dihalau warga. Saat hendak menurunkan, warga langsung mengadang dengan meneriakkan takbir.

"Bukan masalah balihonya Pak Kapolres. Bukan masalah balihonya Pak Kapolsek. Ini masalah suara rakyat. Ini bukan ucapan selamat kemenangan, tapi ini ucapan terima kasih kepada warga Cileungsi yang memilih Bapak Prabowo-Sandi,” ujar orator yang m…

Inilah Aceh "Si Garis Keras", Satu-Satunya Daerah Yang Tak Bisa Dikuasai Belanda

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com

Sejarah Aceh yang telah bikin bangga umat Islam

Gara-gara Islam Garis Keras! Aceh, Satu-satunya Daerah yang Tak Bisa Dikuasai Belanda..

Aceh pertama kali bernama Aceh Darussalam (1511-1959). Kemudian Daerah Istimewa Aceh (1959-2001), Nanggroe Aceh Darussalam (2001-2009), dan terakhir Aceh (2009-sekarang). Ada baberapa pertimbangan yang menjadikan Aceh begitu istimewa dari daerah lain di Indonesia.

Pertama, sejarah panjang perjuangan rakyat Aceh membuktikan adanya ketahanan dan daya juang yang tinggi, yang bersumber dari kehidupan religius, adat yang kukuh, dan budaya Islam yang kuat dalam menghadapi kaum penjajah.

Kedua, kehidupan religius rakyat Aceh yang telah membentuk sikap pantang menyerah dan semangat nasionalisme dalam menentang penjajah dan mempertahankan kemerdekaan merupakan kontribusi yang besar dalam menegakkan NKRI meskipun rakyat Aceh kurang mendapat peluang untuk menata diri.

Ketiga, kehidupan masyarakat Aceh yang religius, menjunjung…

FPUIB Geruduk KPUD Banten Serukan Tegakkan Pemilu 2019 dengan Jurdil

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Banten - Maraknya kecurangan secara TSM yakni Terstruktur, Sistematis dan Masif di berbagai daerah membuat ummat Islam Banten yang tergabung ke dalam FPUIB (Forum Persaudaraan Ummat Islam Banten) bersama masyarakat Banten lainnya menggelar aksi di KPUD Banten Jalan Syeikh Nawawi Al-Bantani Cipocok Jaya Kota Serang Banten pada Senin (29/04/2019) Siang.

Masyarakat Banten yang hadir termasuk para relawan diantaranya relawan Repas Banten dan lainnya ikut menyerukan untuk menegakkan pemilu yang jujur dan adil.

Dipandu kiyai Enting yang menjadi moderator, para delegasi yang mewakili dari para ulama dan masyarakat yang hadir diantaranya KH. Fachrurrozy, Ust. Nasehuddin, ketua Mujahid 212 Cilegon dan lainnya juga ikut menyampaikan aspirasinya kepada ketua KPUD Provinsi Banten, Ketua Komissioner KPUD Banten dan Ketua Bawaslu Banten.

Setelah menyampaikan aspirasi, ketua Komissioner KPUD Banten dalam hal ini berjanji akan menyerahkan aspirasi masyarakat Bante…

Parah! Tim Relawan IT Prabowo Temukan 9.440 Kesalahan Input Situng KPU

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Tim Relawan IT Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim menemukan 9.440 kesalahan memasukkan atau input data di Sistem Perhitungan Suara (Situng) milik KPU. Kesalahan-kesalahan itu dituding belum diperbaiki oleh KPU.

"Tim telah meneliti 172.174 TPS, dari 404.290 TPS yang sudah masuk ke web Situng KPU. Dari total data TPS yang sudah diverifikasi, ditemukan error sebanyak 6% atau 9.440," ucap Koordinator Relawan IT Mustofa Nahrawardaya, kepada wartawan di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019).

Mustofa mengaku setiap hari relawan melihat ada kesalahan input data. Dia mengatakan jumlahnya banyak dengan berbagai ragam kesalahan.

"Dalam setiap hari kami menemukan lebih dari 1.000 kesalahan entri. Kesalahan itu meliputi selisih suara, jumlah pemilih melebihi DPT, dan jumlah suara sah tidak cocok dengan total suara," ucap Mustofa.

Menurut Mustofa, data kesalahan terbesar berasal da…

Tegas! Ijtima Ulama III Tak Undang Mereka Yang Sudah Menyimpang Jadi Cebong

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Sejumlah tokoh yang bakal menggelar Ijtima Ulama III memastikan, tidak akan mengundang para ulama dan tokoh yang sebelumnya bergabung, tetapi kini menjadi pendukung pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin.

Menurut Ketua Pelaksana Ijtima III, KH Slamet Ma'arif, berdasarkan hasil Ijtima pertama dan kedua, telah diputuskan bahwa ulama mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan Sandiaga Uno sebagai pendampingnya.

Karena itu, mereka yang telah mengikari hasil Ijtima Ulama dipastikan tidak akan lagi dilibatkan dalam kegiaitan Ijtima Ulama III.

"Siapa saja tokoh-tokoh yang akan hadir menjadi undangan, semua yang diundang di ijtima ulama pertama dan kedua akan kami undang, kecuali yang sudah menjadi cebong tidak akan kami undang," kata Kyai Slamet, saat menyampaikan keterangan pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin 29 April 2019.

Ditambahkan Kyai Slamet, undangan kegiatan baru disebar hari ini. Terkait kehadiran Prabowo,…

Tepis Hoax, Ketum FPI: Prabowo Menang Di Petamburan, Cuma Kalah Di TPS Yang Banyak Non Muslim

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Usai pelaksanaan Pemilu 2019, beredar isu bahwa Prabowo - Sandi kalah di wilayah Petamburan, Tanah Abang Jakarta Pusat, wilayah yang menjadi markas Front Pembela Islam ( FPI).

Isu ini jelas hoax belaka karena faktanya paslon pilihan Ijtima' Ulama itu justru menang telak di Petamburan.

Memang tak di seluruh TPS yang berada di Petamburan Prabowo - Sandi berhasil menang 100 persen, ada pula segelintir TPS yang mereka kalah dari paslon 01 yaitu di TPS yang banyak dihuni oleh umat non Muslim.

Karena seperti diketahui di Petamburan khususnya di sekitar markas FPI ada beberapa gereja seperti Gereja Bethel, Gereja Kristus Salvator dan lainnya, dan umat Kristiani yang sudah lama menempati wilayah tersebut dan hidup harmonis dengan umat Islam khususnya FPI.

Bahkan saat Habib Rizieq masih tinggal di Petamburan para Pendeta dari Gereja-Gereja itu pun sering sowan mendatangi kediaman Habib Rizieq untuk berdialog dan membangun hubungan baik antar u…

Konferensi Pers Panitia: Ijtima Ulama 3 Di Hotel Lor In Sentul Bogor, Rabu 1 Mei 2019

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Hari ini, Senin (29/4/2019) PANITIA BERSAMA IJTIMA ULAMA DAN TOKOH 3 ( FPI, GNPF ULAMA, PA 212, dan berbagai ormas dan lembaga Islam di Jakarta) telah mengadakan Konferensi Pers untuk menyikapi perkembangan terkini khususnya terkait Pilpres 2019 yang terindikasi penuh kecurangan Terstruktur, Sistematik dan Nasir

Konferensi Pers ini bertempat di Restoran Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk
Jl. Tebet Barat Dalam Raya No.9, RT.8/RW.2, Tebet Barat, Tebet, Kota Jakarta Selatan, sejak pukul 15.30 WIB  dengan agenda: Persiapan Ijtima ulama dan tokoh 3.

Press Release dari panitia menetapkan pelaksanaan Ijtima' Ulama dan Tokoh 3 akan diselenggarakan
Di Hotel Lor In Sentul, Bogor Jawa Barat, hari Rabu 1 Mei 2019.

Pihak PANITIA PELAKSANA IJTIMA ULAMA DAN TOKOH 3 adalah:

Ust Yusuf Muhammad Martak (Ketua Pelaksana / Pj )
Ust Slamet Maarif (Ketua OC)
Mengetahui:
KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafii (Ketua SC)

Foto: Suasana Konferensi Pers, Senin (29/4/2019)






Jeger! Eks Panglima GAM Tuntut Mahfud MD Minta Maaf Soal Ucapan 'Garis Keras'

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD soal Prabowo Subianto banyak memenangkan suara pemilih di daerah yang keras secara agama terus menuai polemik. Kali ini, eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), H Muzakkir Manaf ikut angkat bicara.

Menurut Muzakkir, pernyataan Mahfud MD berpotensi menebar kebencian dan memecah belah antardaerah dan rakyat Indonesia. Rakyat Aceh misalnya, telah berkomitmen merawat NKRI melalui berbagai proses panjang dimana nilai-nilai Islam yang Rahmatan Lil Alamin tetap dijaga melalui syariat Islam.

“Dengan pernyataan Mahfud MD seperti itu sangat menyakitkan rakyat Aceh, karena dilabelkan sebagai kelompok Islam garis keras dan terang Mahfud menebar kebencian yang berlebihan," kata Muzakkir dalam keterangan tertulisnya, Senin, 29 April 2019.

Muzakkir menyatakan, bahwa rakyat Aceh memang merupakan garis keras. Namun, garis keras akan dilakukan bila berhadapan dengan penista agama, penjajah, …

PKS Sudah Mendukung, Fadli Zon Makin Kukuh Usulkan Pansus Kecurangan Pemilu

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan pihaknya tetap akan mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) kecurangan Pemilu 2019.

Ia mengaku tidak peduli dengan sikap pihak yang menentang rencananya, termasuk jika hal tersebut datang dari salah satu partai koalisi pendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Seperti diketahui Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi pihak yang menolak hal tersebut melalui Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan, namun mayoritas pengurus PAN berbeda pendapat dengan Bara yang memang seorang pendukung Jokowi itu.

"Nanti tetap kami ajukan (Pansus kecurangan Pemilu 2019). PKS kan setuju," kata Fadli ditemui di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu (28/4).

Terlepas dari siapa pemenang Pemilu 2019 yang diumumkan pada 22 Mei, ia menyebut kecurangan tetap harus ditindak. Tujuannya, hal itu tidak kembali terjadi di pesta demokrasi berikutnya.

"Te…

Nasir Djamil Tuntut Mahfud MD Minta Maaf Ke Warga Aceh Atas Ucapan 'Garis Keras'

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Anggota Komisi III DPR asal Aceh, M Nasir Djamil menyayangkan pernyataan Mahfud MD yang menyebutkan rakyat Aceh sebagai penganut Islam garis keras.

Menurutnya, pernyataan itu berpotensi mengadu domba sesama anak bangsa dan warga antar provinsi.

"Saya meminta Mahfud MD agar meminta maaf kepada masyarakat di provinsi tersebut dan mencabut pernyataannya yang sesat dan menyesatkan itu", ujar Nasir Djamil saat dimintai tanggapannya soal pernyataan Mahfud, pada Minggu malam, 28 April 2019.

Menurut Anggota fraksi PKS DPR RI itu, siapa pun calon presiden yang dipilih oleh warga negara, maka itu sudah diatur dalam konstitusi.  Ia berpendapat, jika ada provinsi yang mana Prabowo-Sandi menang maka tak berarti bahwa masyarakatnya penganut Islam garis keras atau ekstrem.

Mereka yang memilih, kata Nasir berdasarkan hati nurani dan informasi yang selama ini mereka dengar dan baca soal Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi.

"Apakah salah …

Pertanyakan Honor Pemilu, Ratusan Polisi Protes dan Bakar Ban Di Halmahera Selatan

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Ratusan personel polisi di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, menggelar aksi protes di halaman Mapolres Halsel, Senin (29/4).

Mereka mempertanyakan anggaran pengamanan Pemilu 2019 yang dinilai terlalu kecil. Pasalnya, rata-rata tahapan pemilu berlangsung molor dari jadwal semula sementara para personel tidak mendapat honor tambahan.

Dalam aksi protes tersebut, anggota polisi sempat membakar ban. Mereka juga memprotes ucapan salah satu pejabat Polres yang mengancam akan memutasi anggota yang mempertanyakan honor pengamanan. Bahkan, mereka menyegel ruangan Kepala Bagian Operasional Polres Halsel.

Kapolda Maluku Utara Brigadir Jenderal Suroto mengatakan aksi tersebut dilatarbelakangi persoalan anggaran pengamanan pemilu.

Dia menuturkan, sesuai jadwal, para anggota ditugaskan mengawal tahapan pemungutan dan penghitungan suara selama 3 hari, serta pleno selama 5 hari. Selama pengamanan tersebut anggota diberi honor Rp171 ribu …

Ahok Paling Ancur! Anies: Era Ahok Pengungsi Banjir 230 Ribu Orang, Kini Hanya 1600 Orang

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - Sudah hampir dua tahun di era kepemimpinan Anies Baswedan, Jakarta tidak dikepung banjir.

Baru pada akhir pekan ini, beberapa wilayah terendam banjir kiriman dari Bogor, Jawa Barat. Banjir tentu berdampak langsung kepada warga, tidak sedikit warga yang terkena musibah harus mengungsi.

Namun fakta membuktikan banjir di era Anies sungguh "tidak ada apa-apanya" bila dibandingkan dengan banjir di era Jokowi apalagi Ahok.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkap fakta jumlah pengungsi banjir tahun ini jauh lebih kecil dibandingkan banjir pada 2015, atau saat kepemimpinan Ahok. Jumlahnya ada 230 ribu warga yang mengungsi, akibat air dari hulu tidak dapat dikendalikan.

"Kemarin 1.600 orang, dulu kenapa terjadi? Karena, volume air dari hulu tidak dikendalikan. Jadi, kalau dibandingkan sangat kecil dibandingkan dengan 2015," kata Anies di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin 29 April 2019.

Selain itu, Anies menyampaikan, seba…

Fakta! Jakarta Urban Coalition: Banjir Februari 2015 (Era Ahok) Paling Parah!

Senin, 29 April 2019

Faktakin.com, Jakarta - Fakta membuktikan di era kepemimpinan Ahok penista agama Jakarta mengalami banjir yang paling parah.

Berdasarkan pantauan di lapangan berupa lumpuhnya moda transportasi pribadi maupun umum karena terkena dampak banjir pada Senin (9/2/2015) di Jakarta, dinilai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Perkotaan Jakarta (Jakarta Urban Coalition), Ubaidillah merupakan banjir paling parah dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ini banjir terbesar sejak 2007, 2013, dan 2014. Banjir ini terjadi karena hujan lokal dan baru terjadi selama dua hari, tapi ternyata sudah melumpuhkan Kota Jakarta. Dampak banjir pada Senin lalu melumpuhkan aktivitas transportasi secara umum, aktivitas di jalan tol dan commuter line,” papar Ubaidillah, Selasa (17/2).

Diungkapkannya, jika pada tahun-tahun sebelumnya, banjir akan surut sekitar pukul 21.00 WIB sehingga arus kendaraan di jalan sudah mulai lancar.

Namun pada banjir Februari 2015 ini, terpantau hingga tengah malam a…

Warga Bekasi Serahkan Petisi Menolak Pemilu Curang Pada Bawaslu Kabupaten Bekasi

Senin, 29 April 2019

Faktakini.com, Bekasi - Masifnya dugaan kecurangan di Pemilu 2019 menimbulkan keprihatinan berbagai pihak termasuk warga masyarakat Bekasi, Jawa Barat.

Maka itu pada hari ini, Senin (29/4/2019) ratusan massa "Gerakan Masyarakat Tolak Pemilu Curang" melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bawaslu Kabupaten Bekasi, Perum Central Park Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Selain melakukan protes keras atas adanya berbagai indikasi kecurangan dalam Pemilu 2019, dalam aksi ini juga dilakukan penyerahan petisi masyarakat Bekasi menolak Pemilu curang yang dilakukan oleh ketua DPW FPI Kabupaten Bekasi  Habib Salim bin Idrus Al Athos kepada ketua Bawaslu Kabupaten Bekasi.

Tim BPN Prabowo - Sandi telah memaparkan berbagai indikasi kecurangan di Pemilu kali ini dan menyebutnya sebagai suatu bentuk kecurangan yang Terstruktur, Sistematik, Masif dan Brutal (TSMB).

Massa yang berjumlah ratusan ini sebelumnya berkumpul di Perum GCC Cikarang Utara, sebelum kemudian …