Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Bukti Pihak Lions Club Yang Meminta Anies Bagikan Telur Ke Warga Tanah Merah

Jum'at, 24 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di media sosial muncul hoax dan fitnah terhadap Anies yang (seperti biasa) dilontarkan oleh para pembenci Anies, terkait kunjungan Anies di Jakarta Utara.

Dalam video berikut ini terlihat jelas dan clear, pihak Lions Club lah yang meminta Anies untuk menyerahkan telur ke warga, jadi bukan Anies yang meminta.

Tapi Anies kemudian malah difitnah oleh para buzzer, dengan jahatnya nebeng acara Lions Club menyerahkan telur ke warga Kampung tanah merah.

Warga Kampung Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara pun membantah keras tudingan dan fitnah terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dilontarkan oleh para buzzer bahwa Anies 'menumpang acara bakti sosial (Baksos) Lions Club Kelapa Gading' yang membagi-bagikan telur di daerahnya pada Sabtu (18/1/2020).

Hal itu menanggapi postingan Rudi Valinka, lewat akun Twitternya @kurawa yang mengunggah foto kegiatan baksos yang tengah membagi-bagikan telur di kampung Tanah Merah.

Ia juga men…

Tertib Mengawal Kampanye Prabowo, Ketua PPP Khittah DIY: Kami Dilempari Batu Dan Ketapel

Kamis, 28 Februari 2019

Faktakini.com, Yogyakarta - Ketua DPW PPP Khittah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Syukri Fadholi, membenarkan rombongan Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Khittah diserang pihak tidak bertanggung jawab sehingga sempat terlibat insiden kericuhan di acara kampanye Prabowo Subianto siang tadi.

Kericuhan bermula saat rombongan GPK Khittah dilempari batu oleh kelompok anarkis tak jauh dari lokasi acara Prabowo di Grand Pacific Hall, Sleman.

"Teman-teman GPK Khittah sedang mengawal Pak Prabowo, ada yang dilempar atau diketapel. Anak-anak terpancing dan mengejar kelompok massa itu," kata Syukri saat dihubungi wartawan, Rabu (27/2/2019).

Syukri mengaskan sebetulnya rombongan GPK Khittah kondusif saat konvoi maupun selama mengikuti acara kampanye Prabowo tadi. Tidak ada motor yang berknalpot blombongan maupun sikap yang mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

"Tadi teman-teman GPK sudah mulai kondusif, konvoi knalpot motor tidak blombongan. Teman-teman bereaksi ketika ada plintengan, lemparan, wajar anak muda terpancing," ujarnya.

Terkait peristiwa ini, Syukri telah meminta anggota GPK Khittah menahan diri. Syukri pun berharap ke depan aktivitas kampanye Pilpres ini tidak ada lagi pihak-pihak yang sengaja memancing keributan.

"Saya harap ya jangan menganggu, jangan saling mencegah, melempar, supaya situasi Yogya dan bangsa pada umumnya aman, tertib," sebutnya.

"Ini juga sudah saya ingatkan ada tanggung jawab moral besar PPP atau GPK Khittah. Dan kepada semua lapisan masyarakat, beda pendapat boleh, tapi kewajiban kita semua mewujudkan Pemilu yang aman damai," imbuhnya.

Foto: Massa PPP Khittah ribuan warga mengawal kampanye Prabowo

Sumber: Detik

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…