Langsung ke konten utama

Featured Post

Damai Hari Lubis: AAB Dukung Dan Siap Jadi Korlap Aksi Unjuk Rasa FPI, GNPF Dan PA 212

Jum'at, 24 Januari 2020

Faktakini.net

Damai Hari Lubis

*Mendukung Penuh Dan Siap Menjadi Korlap Dari Unjuk Rasa Yang Akan Dilakukan Oleh FPI , GNPF U Dan 212*

Dengan pernyataan resminya Yasona Laoli/ YL termasuk Dirjen Imigrasi Dr. Ronny Sompie / RS yang terpantau beritanya melalui media publik / pers, bahwa Harun Masiku ( HM ) masih diluar negeri, kenyataannya belakangan pernyataan mereka tersebut adalah hoaks atau berita bohong. Maka bila benar statemen- statemen yang dibuat punya unsur mens rea sebagai usaha ' menghalangi ' atau obstructiĆ²n of justice , dengan tujuan KPK terhambat dan kesulitan dalam melakukan penyidikannnya , maka secara hukum terhadap mereka dapat dinyatakan sebagai merupakan perbuatan melawan hukum atau delik pidana

Oleh karena statemen dimaksud berhubungan erat terkait dengan penyidikan KPK tentang adanya bukti kuat sementara perihal HM yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, dengan modus memberikan uang suap atau sogokan ke…

Tegas! Sandiaga Bantah Hoax Ditolak Pedagang Pasar Labuan Bajo, Ini Kronologisnya

Rabu, 27 Februari 2019

Faktakini.com, Jakarta - Kunjungan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno di berbagai tempat di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung sukses.

Sandi disambut meriah warga NTT di Maumere, Kabupaten Sikka, Kupang, Labuan Bajo dan berbagai wilayah lainnya.

Termasuk saat Sandi mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (26/2) kemarin, para pedagang ikan dan warga masyarakat setempat sangat antusias menyambut kedatangan Sandi.

Saking semangatnya ingin melihat Sandi, para pedagang dan warga sampai berjubel di Tempat Pelelangan Ikan yang sempit itu.

Akibatnya, massa pedagang, warga dan pendukung Sandi yang berkerumun itu secara tidak sengaja kemudian menutupi dagangan seorang Pedagang ikan yang ternyata memiliki sifat pemarah, beda dengan para pedagang lainnya yang ramah.

Maka itu dengan tegas Sandiaga menjelaskan, bahwa hal tersebut bukanlah penolakan kampanye seperti yang disebarkan oleh para hatersnya dan buzzer di media sosial.

Sandi menerangkan, pedagang yang diketahui bernama Kornelis itu marah lantaran banyaknya pendukung Prabowo-Sandi yang datang, lalu berkumpul sampai menutupi dagangannya.

"Biasalah relawan kan berebut ada yang model-model gini kan. Ada yang naik-naik ke atas, terus penjaga tokonya marah. Ada yang diinjak-injak ikannya, ada yang disuruh turun," kata Sandiaga Uno di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, (27/2).

Meski ada kejadian satu orang pedagang ikan yang marah-marah sendiri tersebut, seluruh pedagang ikan lainnya di kawasan itu mengizinkan dirinya berkampanye. "Lalu saya sampaikan, boleh kita lanjutkan di sini? boleh, boleh," tuturnya.

Jadi, yang kurang baik dalam menerima kedatangan Sandi hanya satu orang yaitu si Kornelis itu saja, sementara puluhan pedagang lainnya justru sangat antusias menerima kedatangan Sandi

Namun walaupun demikian, Sandi tetap mengingatkan kepada para pendukungnya supaya memperhatikan tempat sekitar dan menjaga kesejukan dalam setiap kampanye.

"Karena setiap ke pasar itu semua ada yang antusias ingin salaman dan sebagainya, dalam antusiasmenya itu barang dagangan tidak sengaja terinjak dan terjatuh. Saya sampaikan minta maaf. Maaf boleh saya melanjutkan. Beliau menyampaikan silakan-silakan. Jadi bukan penolakan? Saya sih melihatnya bukan penolakan" tandasnya.

Sebelumnya, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mendapat reaksi tak terduga ketika mendatangi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 26 Februari 2019.

Ditengah antusiasme tinggi para pedagang ikan dan warga dalam menyambut Sandi, ternyata ada seorang pedagang ikan yang malah marah-marah.

Kejadian itu diketahui dari rekaman video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut bermula dari Sandiaga dan sejumlah massa pendukungnya berkerumun tepat di depan tempat jualan salah seorang pedagang.

Si pedagang itu marah dan bahkan mau melarang massa yang hendak meminta swafoto dengan Sandiaga.

Lalu, si pedagang judes itu mengeluarkan kata-kata kasar karena ada massa yang berdiri di dekat lapak jualannya.

Pedagang itu marah dan menyuruh Sandiaga serta pendukungnya untuk keluar dari tempat jualannya.

"Jangan injak di atas (lapak). Jangan injak di atas. Orang mau datang belanja di sini. Keluar. Tidak boleh. Orang mau datang belanja di sini," kata pedagang.

Melihat kejadian itu, Sandiaga langsung memperingatkan massa dan timnya untuk tenang.

Namun, si pedagang tetap bersikeras memerintahkan Sandiaga dan massa untuk
keluar dari depan lapaknya.

"Saya tidak terima. Di luar saja," teriak pedagang itu.

Akhirnya, Sandiaga menanyakan kepada para pedagang ikan lainnya, dan mereka semua justru sangat senang menerima kedatangan Sandi dan mempersilahkan Sandi melanjutkan kegiatannya selama di TPI Labuan Bajo.

Foto: Sandiaga disambut hangat di Pasar Baru Wae Kesambi Baru Cermin Labuan Bajo, NTT

Sumber: Merdeka

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…