Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Bukti Pihak Lions Club Yang Meminta Anies Bagikan Telur Ke Warga Tanah Merah

Jum'at, 24 Januari 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di media sosial muncul hoax dan fitnah terhadap Anies yang (seperti biasa) dilontarkan oleh para pembenci Anies, terkait kunjungan Anies di Jakarta Utara.

Dalam video berikut ini terlihat jelas dan clear, pihak Lions Club lah yang meminta Anies untuk menyerahkan telur ke warga, jadi bukan Anies yang meminta.

Tapi Anies kemudian malah difitnah oleh para buzzer, dengan jahatnya nebeng acara Lions Club menyerahkan telur ke warga Kampung tanah merah.

Warga Kampung Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara pun membantah keras tudingan dan fitnah terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dilontarkan oleh para buzzer bahwa Anies 'menumpang acara bakti sosial (Baksos) Lions Club Kelapa Gading' yang membagi-bagikan telur di daerahnya pada Sabtu (18/1/2020).

Hal itu menanggapi postingan Rudi Valinka, lewat akun Twitternya @kurawa yang mengunggah foto kegiatan baksos yang tengah membagi-bagikan telur di kampung Tanah Merah.

Ia juga men…

Kisah Perjalanan Hidup Habib Rizieq Shihab

Kamis, 28 Februari 2019

Faktakini.com

Kisah Habib Rizieq.

Saat menikah, Habib Rizieq masih belum memiliki apa-apa kecuali hanya tumpukan coretan kertas, kitab dan buku. Takada ormas, tak ada FPI, tiada markas, tak ada bulan madu dan tak ada juga rumah kontrakan baru. Tapi jiwanya besar. Ia tak pernah gelisah hanya karena itu. Tekadnya pun tak pudar. Manusia semua lahir miskin telanjang, tapi kemudian kepada Allah manusia membuat banyak perhitungan dan sarat tuntunan.Kisah Dakwah Habib Rzieq Sbelum FPI Berdiri sangat banyak ujian dan cobaan yang di hadapi.

Kisah Dakwah Habib Rzieq


Habib Rizieq telah putuskan menjalani hidupnya sebagai mujahid. Bukan sekedar membagi waktu kehidupan, tapi konon telah sepenuhnya ia wakafkan. Kehidupan seorang mujahid mengalir perlahan pasti kearah tujuan. Tiada urusan duniawi mericuhkan perjalanan hidupnya. Dimana materi dan duniawi menggoyah konsentrasi dakwahnya. Tetap terus melaju tenang tanpa riak bergelombang. Selalu terus berdoa dan berikhtiar agar Allah SWT senantiasa memberikan ketetapan iman.

Menetap di rumah bundanya di Tangerang. Ia banyak melalui rutinitasnya dengan mengajar di beberapa majlis talim, baik itu di Jakarta dan Tanggerang. Hampir setiap hari ia harus bolak-balik Tanggerang-Jakarta. Perjalanan di tempunya dengan turun naik angkot atau bus. Dibawah trik panasnya matahri ibukota ia melangkahkan demi syiar dakwah islam. Peluhnya bercucuran dari ujung kepala hingga kaki. Sepotong sapu tangan agak kusam digunakan menyapu peluh di kening. Sepotong sapu tangan bekal dari Umi Fadlun menjadi saksi betapa beratnya sebuah perjuangan. Tak mengeluh meski harus berjalan di antara padatnya para penumpang. Bahkan untuk ongkos mengajarpun seringkali pas-pasan. Jangan juga pernah bertanya, berapa kali ia pernah merasa kelaparan, bukan Cuma terjadi di jalan, tapi juga saat berlangsungnya jam kajian. Tapi ia bersyukur karena sesekali masih ia jumpai gorengan atau air putih yang menjadi suguhan.

Usai mengajar, Habib Rizieq kembali pulang kerumah. Letih dan Lelah mendera, tapi ia tak ingin tunjukan ke istrinya. Seringkali pulang tanpa uang di tangan. Setiba dirumah, secercah senyum mengembang hadiah untuk istri tercinta. Senyum suami di balas umi fadhlun dengan senyum jauh lebih ceria, tanpa menyinggung sedikitpun nafkahnya. Maka sirnalah rasa Lelah, penat, bahkan duka. Inilah sebuah contoh rumah tangga yang tidak terjebak jahatnya harta. Karena sesungguhnya hakikat kebahagiaan manusia terletak pada kekonsistenan menjalankan perintah agama. Mulai dari urusan berniaga hingga urusan rumah tangga. Suami berusaha sekuat tenaga, adapun hasilnya Allah yang punya kuasa.

Perjuangan Mengajar dan Dakwah

Setelah dakwahnya mulai berjalan. Cobaan tak pernah sirna. Untuk mengajar dan berceramah ia bolak-balik harus menumpang kendaraan orang yang dikenalnya. Penyebabnya karena ia seringkali takpunya uang transport. Bahkan demi syiar dakwah ia harus turun naik numpang di truk. Dengan sabar ia berdiri lama di pinggir jalan menyetop truk-truk yang melintas. Beruntung supir truk memberikan izin tumpangan. Dan juga seringkali HRS berjalan kaki jika memang sudah tak ada lagi kendaraan yang di kenal atau truk tumpangan.

Dakwah adalah kewajiban. Dakwah menjadi perjuangan dan cita-cita hidupnya. Dakwah juga wilayah sakralnya. Di dalamnya terpancang kuatharapan mulia untuk agama, bangsa, dan negaranya. Ia telah siap, dari semua yang tela ia perjuangkan dan korbankan ia tak mendapatapa apa di dunia.

Pada saat moment HRS benar benar tak ada uang. Di kantong tidak ada, di dompet pun tidak ada. Padahal hari itu ia akan pergi mengajar dan berdakwah. Lokasinya sangat jauh. Ia butuh beberapa ribu rupiah untuk transport angkot pulang pergi. Umi Fadhlun sendiri tak punya simpenan uang. Wajahnya menunjukan kebingungan. Habib Rizieq bergegas mencari-cari uang yang mungkin masih tersisa. Selama belasan menit ia terus mengorek ngorek apa saja. Berusaha untuk mencari uang koin recehan. Peluhnya bercucuran karena tegang. Ia sedang di tunggu murid-muridnya. Lemari,laci,buku, dan semua sudah di periksa. Akhirnya sejumlah uang koin ia temukan. Beberapa uang koin kondisinya tidak layak, Tapi hanya itu yang ada. Sekiranya cukup untuk transportasi pergi dan pulang berdakwah.

Kelaparan Saat tidak Ada Uang

Masih beberapa tahun lalu, Habib Rizieq, istri dan anak-anaknya sempat kelaparan. Di rumahnya sudah tak adalagi persediaan lauk, beras dan makanan. Lebih dari setengah lusin jiwa anak dan istrinya harus makan dan di nafkahi hari itu juga. Tapi uang sepuluhribu rupiah pun tidak kelihatan. Yang ada hanya tumpukan puluhan dus mie instan, tapi itu juga bukan miliknya, tapi milik umat hasil sumbangan.

Tak ingin kesulitannya terdengar orang, diambilnya empat bungkus mie instan itu untuk dimakan sekeluarga. Lalu di catatnya di sebuah kertas, hari itu ia dan anak istri telah memakan empat bungkus mie instan sebagai pinjaman. Tak lama kemudian, saat ada rejeki empat bungkus mie itu langsung ia gantikan.

Kisah ini di ambil dari buku karya penulis Ibnu Umar Junior yang berjudul Habib Rizieq Shihab Singa Allah dari Negri Timur semoga bisa kita ambil hikmahnya dan ambil hal positif dari kisah Habib Rizieq semoga bermanfaat

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

KPK Akan Beberkan Korupsi Infrastruktur Rezim Jokowi Yang Rugikan Miliaran Rupiah

Ahad, 17 Maret 2019

Faktakini.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek infrastruktur di era pemerintaan Jokowi - JK ini. Kali ini, proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi berada di daerah.

“Penyidikan baru, korupsi infrastruktur di daerah,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (13/3).

Kendati demikian, Febri belum menjelaskan proyek infrastruktur di daerah mana yang diduga dikorupsi. Dia hanya menyebut proyek infrastruktur yang dimaksud yaitu jembatan.

Akibat korupsi ini, negara diduga mengalami kerugian puluhan miliar rupiah. “Diduga kerugian negara puluhan miliar,” tegas Febri.

Rencananya, informasi lebih jauh atau terkait perkembangan akan disampaikan dalam konferensi pers bersama pimpinan KPK. “Sore atau malam ini jika tidak ada kendala akan kami sampaikan perkembangan hasil penyelidikan melaui konferensi pers,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK saat ini juga tengah menangani beberapa kasus dugaan korupsi terkait proy…

500 Banci Tumpah Ruah Di Stadion GBK Ikuti Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Sabtu, 13 April 2019

Faktakini.com, Jakarta - 500 Banci tumpah ruah memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta untuk mengikuti kampanye paslon nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf, Sabtu (13/4/2019).

Mereka kaum banci alias waria yang antara lain tergabung dalam Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia ini menyatakan dukungannya terhadap capres petahana itu.

Ketua Komunitas Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut mengatakan ada sekitar 500 waria se-DKI Jakarta yang turut hadir dalam kegiatan kampanye terakhir Jokowi-Maruf ini.

Waria-waria ini mengklaim Jokowi kinerjanya saat menjadi presiden selama kurang lebih lima tahun terakhir sudah terbukti.

"Kami mendukung Pak Jokowi karena kinerjanya sudah terbukti dengan pelayanan dan pembangunan infrastrukturnya di seluruh Indonesia," kata Mami Yuli sapaan akrabnya kepada Suara.com di GBK, Sabtu (13/4/2019).

Dia berharap Jokowi-Maruf bisa menangkan Pilpres 2019 dan lebih memperhatikan hak asasi mer…